Akhir pekan Hari Valentine jadi sukses bagi bioskop karena beberapa film baru yang dirilis rupanya mendekati atau melebihi ekspektasi, nih. Film Wuthering Heights (2026) karya Emerald Fennell memimpin dengan mengalahkan para pesaingnya dan menduduki posisi teratas di box office. Wah, siapa sangka film yang awalnya sangat kontroversial justru sukses di box office.
Wuthering Heights sendiri dibintangi Margot Robbie dan Jacob Elordi. Film terbaru Emerald Fennell ini dibuka dengan pendapatan domestik (AS) sebesar 38 juta dolar AS atau setara dengan Rp640 miliar di Amerika Utara dan pendapatan internasional sebesar 42 juta dolar AS atau setara dengan Rp706 miliar. Jadi total pendapatan awalnya mencapai 82 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,38 triliun. Itu baru sepekan saja, lho!
Perkiraan pra-rilisnya menyebutkan kalau Wuthering Heights adalah film yang akan menghidupkan kembali box office. Yap, meskipun sedikit di bawah ekspektasi. Atau hampir mendekati 45 juta dolar AS di dalam negeri (Amerika) untuk akhir pekan tersebut.
Bisa dibilang, hal ini menjadi awal yang baik bagi Warner Bros. Studio di tahun 2026. Terlebih lagi, studio ini juga punya kesuksesan gemilang pada 2025, karena mencetak rekor dengan enam filmnya yang dibuka dengan pendapatan 40 juta dolar AS atau lebih secara berturut-turut. Meskipun begitu, Wuthering Heights sendiri masih punya kesempatan untuk mencapai profitabilitasnya, karena anggaran produksinya mencapai 80 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,3 triliun.
Jadi, bagaimana Emerald Fennell berhasil mencetak film tersuksesnya hingga saat ini? Bagaimana Warner Bros. berhasil mempertahankan kesuksesannya juga? Nah, kali ini kita akan membahas alasan utama kenapa Wuthering Heights sukses besar di akhir pekan pembukaannya, ya!
