Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa X-Men yang Muncul di Avengers: Doomsday Para Pemeran Lama?
Ian McKellen sebagai Erik Lehnsherr alias Magneto (dok. Marvel Studios/Avengers: Doomsday)
  • Avengers: Doomsday akan mempertemukan Avengers dengan Doctor Doom sekaligus menghadirkan kembali para pemeran X-Men lawas dari trilogi orisinal, menandai kolaborasi besar setelah akuisisi Fox oleh Disney.
  • Film ini menjadi bagian penting dari Multiverse Saga yang membuka peluang munculnya varian karakter lama, termasuk X-Men versi Fox, melalui konsep multisemesta yang kini jadi benang merah MCU.
  • Kembalinya X-Men klasik disinyalir sebagai jembatan menuju reboot tim mutan di MCU, sekaligus bentuk penghormatan bagi generasi lama sebelum era baru dimulai pasca Avengers: Secret Wars.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Avengers: Doomsday (2026) digadang-gadang menjadi puncak Multiverse Saga dalam Marvel Cinematic Universe (MCU). Setelah penantian panjang, fans akhirnya akan disuguhkan momen ketika para Avengers bersatu untuk menghadapi ancaman besar. Kali ini, mereka akan berhadapan dengan Doctor Doom, sosok penyihir sekaligus ilmuwan jenius yang kekuatannya bahkan disebut-sebut melampaui Thanos.

Avengers tidak akan bertarung sendirian. Dalam trailer yang dirilis pada Selasa (6/1/2026), Avengers: Doomsday secara resmi menampilkan kembalinya tim X-Men beserta para pemeran lama dari trilogi orisinal di bawah naungan 20th Century Fox. Ia memperlihatkan Charles Xavier/Professor X (Patrick Stewart), Erik Lehnsherr/Magneto (Ian McKellen), serta Scott Summers/Cyclops (James Marsden).

Kembalinya para pemeran legendaris X-Men ini pun langsung memantik berbagai spekulasi di kalangan fans. Apakah kemunculan mereka cuma sebatas fan service atau justru menjadi kunci krusial dalam upaya mengalahkan Doctor Doom?

1. Kolaborasi X-Men dengan superhero Marvel lainnya sudah lama dinantikan

X-Men (dok. 20th Century Fox/X-Men)

Jauh sebelum tim Avengers populer lewat debutnya di MCU, Fox lebih dulu membawa X-Men ke layar lebar. Dimulai dari X-Men (2000) garapan Bryan Singer, film ini berkembang menjadi salah satu franchise superhero paling berpengaruh pada awal 2000-an. Mereka dikenang karena berhasil menerjemahkan konflik mutan yang kompleks ke dalam versi live action secara matang dan relevan dengan isu sosial saat itu.

Meski dalam komik X-Men dan Avengers kerap berbagi panel, keduanya belum pernah tampil bersama di layar lebar karena hak adaptasinya berada di studio berbeda. Situasi ini berubah setelah The Walt Disney Company mengakuisisi Fox pada 2019 yang membuat para mutan akhirnya "pulang kampung" ke Marvel Studios. Dengan begini, MCU dapat menyatukan X-Men bersama tim superhero Marvel ikonik lainnya di layar yang sama lewat Avengers: Doomsday.

2. Multiverse Saga jadi momentum kembalinya pemeran X-Men lawas

Deadpool dan Wolverine (dok. Marvel Studios/Deadpool & Wolverine)

Multiverse Saga melanjutkan perjalanan MCU setelah Infinity Saga dengan serial WandaVision (2021) sebagai pembuka. Berbeda dari saga sebelumnya yang berfokus pada perebutan Infinity Stones, Multiverse Saga mengusung tema multisemesta (multiverse) sebagai benang merah ceritanya. Konsep tersebut membuka peluang bagi Marvel Studios untuk menghadirkan karakter yang belum pernah muncul di MCU dalam bentuk varian.

Formula ini mulai terlihat dalam Spider-Man: No Way Home (2021) yang mengembalikan villain ikonik dari semesta Spider-Man versi Tobey Maguire dan Andrew Garfield, sebut saja Green Goblin, Doctor Octopus, dan Elektro. Tak hanya itu, kemunculan para X-Men juga mulai disisipkan sebagai varian, seperti Professor X dalam Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022), Beast dalam The Marvels (2023), serta Wolverine dalam Deadpool & Wolverine (2024). Bisa jadi, para X-Men yang tampil di Avengers: Doomsday merupakan varian dari versi Fox.

3. Avengers: Doomsday menjadi titik awal era baru X-Men

X-Men (dok. Marvel Studios Animation/X-Men '97)

Kedatangan para pemeran lama X-Men dalam Avengers: Doomsday disinyalir berkaitan erat dengan rencana reboot X-Men di MCU. Ia diperkirakan akan benar-benar digarap setelah Avengers: Secret Wars. Film ini kabarnya akan disutradarai oleh Jake Schreier yang sebelumnya menggarap Thunderbolts* (2025) dengan menghadirkan jajaran pemeran muda sebagai wajah baru para mutan di MCU.

Avengers: Doomsday diduga menjadi jembatan transisi sebelum MCU memperkenalkan tim mutan yang sepenuhnya baru dalam versi reboot. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi untuk merapikan kontinuitas sekaligus menyatukan X-Men ke dalam semesta yang sama dengan Avengers dan Fantastic Four di bawah payung Marvel Studios. Selain itu, Avengers: Doomsday juga dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap generasi lama sebelum tongkat estafet resmi berpindah ke jajaran pemeran X-Men muda.

4. Reuni pemeran lama X-Men sebagai bentuk fan service

X-Men (dok. 20th Century Fox/X2: X-Men United)

Tak dapat dimungkiri, X-Men sering disebut sebagai salah satu franchise superhero paling sukses dan populer sepanjang masa. Merekalah yang berhasil membangkitkan genre superhero yang sempat meredup pada era 1990-an. Kesuksesan X-Men turut membentuk ulang cara pandang industri terhadap film superhero sekaligus membuka jalan bagi proyek besar lain, misalnya Spider-Man (2002) dan Fantastic Four (2005).

Melihat tren MCU yang kerap menampilkan pemeran ikonik, keputusan serupa dalam Avengers: Doomsday terasa masuk akal. Alih-alih mendatangkan jajaran pemeran setelah X-Men: Days of Future Past (2014), Marvel Studios memilih mengangkat kembali para pemeran X-Men dari trilogi orisinal yang lebih melekat di benak fans. Pendekatan ini dinilai sebagai bahan nostalgia untuk menarik fans lama sekaligus memperkuat daya tarik Avengers: Doomsday.

5. Doctor Doom diduga menjadi pemicu kemunculan X-Men versi lawas

Cyclops dalam teaser Avengers: Doomsday (dok. Marvel Studios/Avengers: Doomsday)

Trailer ketiga Avengers: Doomsday menampilkan para pemeran X-Men lama sebagai bagian dari cerita penting setelah sebelumnya hanya muncul sebentar di MCU. Salah satu adegan yang mencuri perhatian adalah ketika Cyclops melepaskan optic blast di tengah reruntuhan yang diduga merupakan X-Mansion, sekolah sekaligus rumah bagi para mutan. Trailer tersebut semakin memperkuat spekulasi bahwa Doctor Doom menjadi salah satu alasan di balik kembalinya para pemeran X-Men versi lama.

Dari cuplikan ini, banyak fans berspekulasi kalau semesta X-Men versi lama akan menjadi salah satu realitas yang dihancurkan oleh Doctor Doom. Dirinya diduga mengirimkan para Sentinel untuk memburu dan memusnahkan para mutan. Alhasil, mereka kemungkinan besar akan mengungsi ke Earth-616 dan bergabung dengan Avengers serta Fantastic Four untuk menghentikan Doctor Doom sebelum ia menghancurkan lebih banyak realitas.

Setelah penantian panjang, MCU akhirnya berkesempatan mengadaptasi momen ikonis ketika berbagai tim superhero bersatu demi menghadapi musuh bersama. Apakah kamu termasuk fans berat X-Men? Harap bersabar karena Avengers: Doomsday baru akan tayang pada 18 Desember 2026, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team