Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kesulitan Terbesar Menjadi Hunter dalam Solo Leveling
Hunters Guild (dok. A-1 Pictures/Solo Leveling)
  • Para Hunter tidak bisa meningkatkan peringkat kekuatan mereka setelah ditentukan, kecuali dengan Kebangkitan Kedua atau menjadi pemain System seperti Sung Jin Woo.
  • Para Hunter selalu mempertaruhkan nyawa di dalam Dungeon dan kadang harus membawa Healer.
  • Kegagalan dalam membersihkan suatu Dungeon berpotensi menimbulkan Dungeon Break, yang mengakibatkan monster keluar dan menyerang warga sipil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sekilas, Hunter memang terlihat seperti pekerjaan yang keren. Tak hanya menjanjikan, tetapi Hunter juga memiliki tugas yang mulia. Para Hunter memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat dari monster yang berada di dalam Dungeon.

Meski begitu, menjadi seorang Hunter tidaklah semudah yang dibayangkan. Berikut adalah lima kesulitan terbesar dalam menjadi Hunter di Solo Leveling. Yuk, simak ulasannya!

5. Hunter tidak bisa meningkatkan kekuatan

Sung Jin Woo (dok. A-1 Pictures/Solo Leveling)

Solo Leveling bukanlah satu-satunya anime yang menerapkan sistem peringkat kepada para karakternya. Anime-anime seperti One Punch Man, My Hero Academia, dan Hunter x Hunter juga memiliki sistem peringkatnya tersendiri. Biasanya, suatu karakter bisa meningkatkan peringkat mereka jika berhasil menjadi lebih kuat.

Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku di Solo Leveling. Ketika seseorang mengikuti tes sebelum menjadi Hunter, kekuatan mereka biasanya akan diukur untuk menentukan peringkat mereka. Ketika peringkatnya sudah ditentukan, mereka tidak akan bisa meningkatkan peringkat mereka.

Hal ini disebabkan karena para Hunter tidak bisa meningkatkan kekuatan mereka, tak peduli seberapa keras mereka telah berlatih. Sejauh ini, hanya ada dua cara untuk meningkatkan kekuatan seorang Hunter, yaitu mengalami Kebangkitan Kedua atau menjadi pemain System seperti Sung Jin Woo. Meski begitu, kita semua tahu jika tidak semua orang cukup beruntung untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

4. Para Hunter bisa mati kapan saja

kematian Sung Jin Woo (dok. A-1 Pictures/Solo Leveling)

Pada dasarnya, menjadi Hunter adalah pekerjaan yang mempertaruhkan nyawa. Tak peduli seberapa sempurna persiapan para Hunter, mereka tetap tidak tahu apa yang ada di dalam Dungeon. Mereka bisa saja bertemu dengan monster yang lebih kuat dari seharusnya atau terjebak dalam Double Dungeon.

Karena itu, para Hunter biasanya membawa seorang Healer untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski begitu, kehadiran seorang Healer juga kadang tidak membantu. Jika mereka dihadapkan dengan musuh yang jauh lebih kuat, mereka bisa dilenyapkan dengan mudah.

3. Kegagalan Hunter mengancam nyawa warga sipil

Dungeon Break terjadi di Pulau Jeju. (dok. A-1 Pictures/Solo Leveling)

Dalam Solo Leveling, ketika para Hunter melakukan Dungeon Raid, keberhasilan Dungeon Raid tersebut adalah prioritas pertama. Demi menjaga keselamatan warga sipil, para Hunter dituntut untuk tidak boleh gagal dalam membersihkan suatu Dungeon. Karena jika mereka gagal, hal tersebut berpotensi menimbulkan Dungeon Break.

Ketika Dungeon Break terjadi, monster yang berada di dalam Dungeon akan keluar. Tentu saja, para monster ini akan langsung menyerang para warga sipil yang tidak berdaya. Hal ini dibuktikan pada apa yang terjadi di Pulau Jeju.

2. Monster di Dungeon bukan satu-satunya musuh para Hunter

Kang Tae Shik (dok. A-1 Pictures/Solo Leveling)

Tugas seorang Hunter memang membunuh para monster yang berada di dalam Dungeon. Meski begitu, monster di Dungeon bukanlah satu-satunya musuh para Hunter. Pasalnya, tidak sedikit Hunter yang justru melakukan kejahatan di dalam Dungeon.

Semua hal yang terjadi di dalam Dungeon tidak akan diketahui oleh dunia luar. Karena itu, para Hunter bisa melakukan apa saja selama mereka berada di dalam Dungeon. Mereka bisa saja membunuh sesama Hunter dan terbebas dari hukum karena tidak ada hal yang bisa membuktikan kejahatan mereka.

1. Red Gate bisa muncul kapan saja

Red Gate (dok. A-1 Pictures/Solo Leveling)

Seperti yang sudah penulis sebutkan, hal tidak terduga bisa saja terjadi di dalam Dungeon. Ketika suatu Gate muncul, Asosiasi Hunter atau Guild biasanya akan mengukur peringkat Gate tersebut menggunakan alat khusus. Hal ini dilakukan guna menyesuaikan Hunter peringkat apa saja yang boleh ikut memasuki Gate tersebut.

Namun, alat tersebut tidaklah sempurna dan bisa salah. Gate yang seharusnya berperingkat rendah bisa berubah menjadi Red Gate. Ketika Gate berubah menjadi Red Gate, siapa saja yang memasuki Gate tersebut tidak akan bisa keluar sebelum mereka mengalahkan penguasa Dungeon tersebut. Lebih mengerikan lagi, kekuatan monster di Red Gate juga jauh lebih kuat dari yang diperkirakan. Karena itu, sangat kecil kemungkinan seorang Hunter bisa keluar hidup-hidup dari Red Gate.

Tak hanya menjanjikan, menjadi seorang Hunter juga sudah seperti menjadi seorang pahlawan. Meski begitu, perlu diingat jika Hunter juga merupakan pekerjaan yang penuh dengan risiko. Jadi, bagaimana menurutmu? Kamu mau jadi seorang Hunter dalam Solo Leveling?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎