potret Kirana Larasati (Instagram.com/kiranalarasati)
Kirana Larasati mengungkapkan kekecewaannya setelah menonton konser F4 di Jakarta. Melalui video di Instagram-nya, ia menceritakan bahwa dirinya bersama teman-temannya membeli tiket kategori dengan harga yang sangat mahal, mencapai belasan juta rupiah, dengan harapan mendapatkan pengalaman menonton yang dekat dan interaktif dengan para idola mereka.
“Harga tiketnya itu lumayan mahal. Buat aku loh ya, lumayan mahal. Paling depan row 1 itu kayaknya 22 juta atau 21 juta sekitar itu. Kemudian row keduanya di belakangnya itu, I don’t know, belasan juta. Lalu row kita, row ketiga itu 14 atau 14,5 juta, aku lupa,” kata Kirana.
Namun, menurut Kirana, pengalaman yang didapat justru tidak sesuai ekspektasi. Meskipun berada di posisi strategis, para penampil lebih sering menghadap ke sisi lain atau tribun belakang, sehingga penonton di bagian tengah justru lebih sering melihat sisi samping atau punggung artis. Ia juga menyebut bahwa sebagian besar penampilan lebih banyak terlihat melalui layar besar dibandingkan secara langsung.
“Aku bisa bilang, 80% performance mereka itu kita ngelihatnya paling jelas adalah ngelihat di layar yang lebarnya itu. Kalau gak, kita gak bisa ngelihat. Atau ngelihat punggungnya, ataupun ngelihat muka sampingnya aja,” lanjutnya.
Selain itu, Kirana Larasati juga menyoroti tata panggung konser di Indonesia Arena yang membuat interaksi dengan penonton tengah menjadi terbatas. Menurutnya, situasi di area penonton juga sempat kurang tertib karena beberapa penonton berdiri di kursi atau berpindah tempat untuk mendapatkan pandangan lebih baik.
“Nyebelinnya adalah security-nya diem aja, tidak mengatur, tidak menghalangi. Jadi makinlah itu ketutup. Wah, nyebelin banget pokoknya,” lanjut Kirana.