Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kirana Larasati Ungkap Kekecewaan soal Konser F4 Jakarta, Promotor Beri Respon
potret Kirana Larasati (Instagram.com/kiranalarasati)
  • Kirana Larasati memprotes pengalaman menonton konser F4 di Jakarta karena posisi duduknya dianggap tidak sesuai harga tiket mahal yang mencapai belasan juta rupiah.
  • Pihak promotor Color Asia Live menanggapi dengan menyebut Kirana membeli tiket melalui jalur tidak resmi atau calo, serta membantah harga tiket setinggi yang disebutkan.
  • Kirana membantah tudingan tersebut dan menjelaskan bahwa tiketnya diperoleh lewat skema private booking, sambil berharap promotor lebih fokus pada evaluasi daripada defensif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Konser F4 bertajuk “F✦FOREVER 1st World Tour” telah sukses digelar selama tiga hari pada 29-31 Mei 2026 di Indonesia Arena, Jakarta. Di tengah euforia nostalgia yang memuaskan kerinduan penonton, Kirana Larasati melayangkan protes kepada pihak promotor.

Dalam postingan video di Instagram-nya, pemain sinetron Azizah tersebut mengaku telah membayar tiket dengan harga mahal, namun ia justru mendapatkan posisi dengan pandangan yang terbatas. Tak berhenti di situ, Kirana kembali mengungkapkan kekecewaannya setelah promotor menudingnya membeli tiket melalui calo. Hal ini pun langsung menjadi sorotan netizen di media sosial. Berikut kronologinya.

1. Kirana Larasati ungkap kekecewaan saat nonton konser F4 di Jakarta: Tidak sesuai ekspektasi

potret Kirana Larasati (Instagram.com/kiranalarasati)

Kirana Larasati mengungkapkan kekecewaannya setelah menonton konser F4 di Jakarta. Melalui video di Instagram-nya, ia menceritakan bahwa dirinya bersama teman-temannya membeli tiket kategori dengan harga yang sangat mahal, mencapai belasan juta rupiah, dengan harapan mendapatkan pengalaman menonton yang dekat dan interaktif dengan para idola mereka.

“Harga tiketnya itu lumayan mahal. Buat aku loh ya, lumayan mahal. Paling depan row 1 itu kayaknya 22 juta atau 21 juta sekitar itu. Kemudian row keduanya di belakangnya itu, I don’t know, belasan juta. Lalu row kita, row ketiga itu 14 atau 14,5 juta, aku lupa,” kata Kirana.

Namun, menurut Kirana, pengalaman yang didapat justru tidak sesuai ekspektasi. Meskipun berada di posisi strategis, para penampil lebih sering menghadap ke sisi lain atau tribun belakang, sehingga penonton di bagian tengah justru lebih sering melihat sisi samping atau punggung artis. Ia juga menyebut bahwa sebagian besar penampilan lebih banyak terlihat melalui layar besar dibandingkan secara langsung.

“Aku bisa bilang, 80% performance mereka itu kita ngelihatnya paling jelas adalah ngelihat di layar yang lebarnya itu. Kalau gak, kita gak bisa ngelihat. Atau ngelihat punggungnya, ataupun ngelihat muka sampingnya aja,” lanjutnya.

Selain itu, Kirana Larasati juga menyoroti tata panggung konser di Indonesia Arena yang membuat interaksi dengan penonton tengah menjadi terbatas. Menurutnya, situasi di area penonton juga sempat kurang tertib karena beberapa penonton berdiri di kursi atau berpindah tempat untuk mendapatkan pandangan lebih baik.

“Nyebelinnya adalah security-nya diem aja, tidak mengatur, tidak menghalangi. Jadi makinlah itu ketutup. Wah, nyebelin banget pokoknya,” lanjut Kirana.

2. Respons promotor soal kekecewaan Kirana Larasati

unggahan Kirana Larasati (Instagram.com/kiranalarasati)

Kirana Larasati mengungkap bahwa ia telah menerima tanggapan dari Color Asia Live sebagai pihak promotor, meski disampaikan melalui portal berita lain, bukan melalui akun Instagram-nya. Dalam tangkapan layar yang dibagikan Kirana, pihak promotor menyatakan bahwa harga tiket Super VVIP tidak semahal seperti yang disebutkan Kirana dalam videonya.

“Harga super vip 5,4jt Nett bukan semahal itu, beli di calo ya kak pastinya,” tulis promotor, dilansir akun Instagram @kiranalarasati, Senin (1/6/2026).

Promotor juga menyebut Kirana membeli tiket tidak melalui kanal resmi, melainkan diduga melalui jalur komplementer atau calo yang biasanya mendapatkan posisi tempat duduk yang kurang strategis.

“As simple karena ibu laras beli tiket gak di official channel kita alias dapet jatah kompliment or Calo di tmpt yg emang pasti kurang strategis yg emang disediakan utk compliment tiket or buangan calo.”

3. Kirana Larasati bantah beli tiket di calo

potret Kirana Larasati (Instagram.com/kiranalarasati)

Menanggapi pernyataan dari promotor, Kirana Larasati terlebih dahulu meluruskan kesalahan penyebutan kategori tiket yang sebelumnya ia sebut sebagai Super VVIP. Kirana menegaskan bahwa tiket yang ia peroleh bukan berasal dari pembelian umum, melainkan melalui skema private booking yang disebut sangat terbatas dan tidak mudah diakses.

“Izinkan aku meluruskan beberapa hal. Memang aku ada salah ucap ketika aku bilang, aku duduknya di Super VVIP, yang mana aku salah, karena yang ngurusin semua teman aku, aku gak terlalu hafal nama seat-nya. Dan seat kami adalah FForever, seat ungu. Di video pun sudah dijelaskan bahwa row kita adalah row C, yang mana nomor 3 dari paling depan, row C-nya itu kursi 11, 12, 13. Jadi nomor 3 dari depan dan di tengah, yang mana mestinya mendapatkan pemandangan yang lebih baik.”

Kirana kemudian membantah tudingan bahwa ia membeli tiket melalui calo.

“Di komen kalian, kalian menulis bahwa Ibu Laras beli tiket gak di official channel kita, alias dapat jatah compliment or calo. Menurut saya, tanggapan seperti ini cukup gaslighting. Dan kalian tahu betul bahwa FForever itu memang tidak bisa dibeli secara umum, melainkan private booking. Nah, private bookingnya bagaimana? Teman saya itu menghubungi admin kalian tidak bisa-bisa. Tentu saja sekarang bisa dijelaskan dari kalian, bagaimana sih caranya private booking? Berapa sih harga yang sebenar-benarnya? Monggo dijelaskan,” lanjut Kirana.

Sebagai penutup, Kirana mengaku bahwa ia hanya bermaksud untuk berbagi pengalaman menonton konser yang menurutnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Ia berharap pihak promotor tidak bersikap terlalu defensif dalam membalas komentar, melainkan lebih fokus pada evaluasi dan perbaikan ke depannya.

Editorial Team

Related Article