Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seberapa Penting Sosok Louis Arnote di Cerita One Piece?
Mont Blanc Noland (dok. Toei Animation/One Piece)

Intinya sih...

  • Laksamana tangguh yang dianggap bual oleh sejarah

  • Menyelamatkan suku Shandia dari wabah mematikan

  • Persahabatan erat dengan Kalgara sang pejuang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi kamu yang mengikuti alur cerita One Piece sejak lama, pasti tidak asing dengan buku dongeng populer dari North Blue berjudul Noland Si Pembohong. Sosok Mont Blanc Noland awalnya diperkenalkan sebagai karakter konyol yang dieksekusi karena dianggap menipu rajanya tentang keberadaan Kota Emas. Ia sering kali dianggap sekadar lelucon atau cerita pengantar tidur agar anak-anak tidak tumbuh menjadi penipu. 

Sejarah sering kali tidak adil bagi mereka yang mendahului zamannya, dan nasib Noland adalah bukti nyata dari hal tersebut. Ia sebenarnya adalah seorang laksamana tangguh, ahli botani jenius, dan sahabat yang sangat setia. Kisah hidupnya bukanlah tentang bualan kosong, melainkan tentang janji persahabatan tulus yang terpisah oleh fenomena alam yang kejam. Jika menyelami masa lalunya lebih dalam, kamu akan menyadari bahwa Noland adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang namanya hancur hanya karena ia mengatakan kebenaran yang tidak bisa dipercaya oleh orang biasa.

1. Laksamana tangguh yang dianggap bual oleh sejarah

Noland (dok. Toei Animation/One Piece)

Sejarah mencatat Mont Blanc Noland sebagai pembual besar lewat buku dongeng yang populer di North Blue, padahal kenyataannya sangat bertolak belakang. Ia adalah laksamana jujur dari Kerajaan Lvneel yang memiliki kekuatan fisik luar biasa dan keahlian botani tingkat tinggi. Sosoknya yang memiliki ciri khas benjolan berbentuk kacang kastanye di kepala ini sebenarnya penjelajah tangguh yang sanggup menaklukkan ganasnya lautan Grand Line, bukan orang bodoh yang selalu tersenyum konyol seperti yang digambarkan dalam cerita anak-anak tersebut.

2. Menyelamatkan suku Shandia dari wabah mematikan

Lonceng Emas Shandia (dok. Toei Animation/One Piece)

Petualangannya di pulau Jaya memperlihatkan sisi kepahlawanannya saat ia menyelamatkan suku Shandia dari wabah mematikan bernama Tree Fever. Noland terpaksa melakukan tindakan ekstrem dengan menebas ular raksasa Kashigami yang dianggap dewa demi menghentikan ritual pengorbanan manusia yang sia-sia. Berbekal pengetahuannya sebagai ahli tanaman, ia membuktikan bahwa kulit pohon Kona jauh lebih efektif untuk menyembuhkan penyakit tersebut dibandingkan harus menumbalkan nyawa seseorang demi kepercayaan kuno.

3. Persahabatan erat dengan Kalgara sang pejuang

Noland dan Calgara (dok. Toei Animation/One Piece)

Hubungan Noland dengan Kalgara berkembang sangat dinamis dari permusuhan sengit hingga menjadi persahabatan sejati yang saling menghormati. Momen paling emosional di antara mereka adalah janji untuk bertemu kembali yang akan dipandu oleh dentang Lonceng Emas Shandora agar Noland tidak tersesat di lautan. Meskipun sempat terjadi ketegangan akibat kesalahpahaman mengenai penebangan hutan leluhur, ikatan batin mereka tetap kuat hingga detik-detik terakhir keberangkatan kapal Noland meninggalkan pulau tersebut.

4. Eksekusi mati karena kota emas yang menghilang

Mont Blanc Noland (dok. Toei Animation/One Piece)

Tragedi hidupnya memuncak ketika ia membawa Raja Lvneel kembali ke Jaya untuk membuktikan keberadaan Kota Emas yang pernah ia kunjungi. Sayangnya nasib berkata lain karena separuh pulau tersebut telah terlempar ke langit oleh arus Knock Up Stream tepat sebelum rombongan kerajaan tiba. Sang raja yang merasa tertipu lantas menjatuhkan hukuman mati kepada Noland, yang hingga nafas terakhirnya tetap bersikeras mengatakan kebenaran sambil menangisi nasib sahabatnya yang hilang bersama pulau itu.

5. Warisan nama buruk bagi keturunannya

Mont Blanc Noland (dok. Toei Animation/One Piece)

Eksekusi publik tersebut melahirkan legenda Noland Si Pembohong yang menjadi bacaan wajib dan bahan ejekan bagi anak-anak di seluruh North Blue. Stigma negatif ini menjadi beban berat bagi keturunannya selama ratusan tahun, seperti yang dialami Mont Blanc Cricket yang harus hidup dalam bayang-bayang nama buruk leluhurnya. Cricket bahkan menghabiskan separuh hidupnya menyelam ke dasar laut yang berbahaya hanya untuk mencari jawaban atas kebenaran kisah buyutnya tersebut sebelum akhirnya dibuktikan oleh kelompok Topi Jerami.

6. Pahlawan legendaris bagi suku Tontatta

Mont Blanc Noland (dok. Toei Animation/One Piece)

Fakta yang sering terlewatkan adalah status Noland sebagai pahlawan legendaris bagi suku Tontatta di Green Bit. Para kurcaci di sana sangat menghormatinya hingga mendirikan patung peringatan karena Noland pernah membantu mereka melawan penjahat di masa lalu. Reputasi baik inilah yang kemudian dimanfaatkan dengan cerdik oleh Usopp saat menyamar sebagai Usoland untuk mendapatkan kepercayaan penuh pasukan Tontatta dalam misi penggulingan Doflamingo di Dressrosa.

7. Koneksi unik dengan Usopp dan masa depan cerita

Mont Blanc Noland (dok. Toei Animation/One Piece)

Oda Sensei menciptakan paralel yang sangat menarik antara karakter Noland dengan Usopp dalam narasi cerita ini. Jika Noland adalah orang jujur yang dianggap pembohong oleh dunia, Usopp justru sebaliknya sebagai pembohong yang ucapannya sering menjadi kenyataan. Selain itu latar belakang Noland sebagai penjelajah dan ahli botani yang mungkin pernah singgah di Elbaf, memberi petunjuk kuat bahwa warisan ilmunya bisa menjadi kunci penting bagi peningkatan kekuatan Usopp di masa depan.

Lewat karakter One Piece ini kamu diajak memahami harga mahal sebuah kejujuran yang harus ditebus dengan nyawa dan hancurnya reputasi selama berabad-abad. Warisan tekadnya yang terus bertahan melintasi waktu hingga akhirnya terbukti kebenarannya, menjadi pesan moral yang sangat kuat bagi para pembaca. Benar-benar sosok yang menarik, yak!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team