Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Klarifikasi Maudy Ayunda Usai Viral Bilang Hapus Soal Pilihan Ganda
Maudy Ayunda di konten Curhat Bang Denny Sumargo (YouTube.com/CURHAT BANG Denny Sumargo)

Maudy Ayunda akhirnya mengklarifikasi terkait viral opininya soal menghapus soal pilihan ganda dari sistem pendidikan Indonesia. Dalam konten yang diunggah di channel YouTube Denny Sumargo, ia menjelaskan secara gambalang terkait pernyataannya yang menuai pro dan kontra dari netizen.

Pelantun lagu "Perahu Kertas" pun menjelaskan maksud dari pernyataannya yang tuai pro kontra kala itu. Simak di bawah ini!

1. Maudy Ayunda menyebut kondisi saat itu harus menjawab cepat

Maudy Ayunda di konten Curhat Bang Denny Sumargo (YouTube.com/CURHAT BANG Denny Sumargo)

Maudy Ayunda mengaku tak menyangka jika pernyataannya mendapat reaksi beragam hingga bernada kecaman dari netizen. Untuk meluruskan, Maudy mengatakan jika pernyataannya kala itu sebenarnya bukanlah mewakili keseluruhan opininya mengenai sistem pendidikan di Indonesia.

Istri Jesse Choi ini mengungkap jika kondisi kala ia diwawancara saat itu tak memungkinkan untuk menjawab panjang lebar karena konteks videonya memang menjawab cepat. 

"Konteksnya adalah aku merasa harus jawab cukup cepat dalam beberapa detik (dalam video TikTok yang viral tersebut). Nah, jawaban yang aku come up with itu adalah sesuatu yang hari itu lagi muncul di kepalaku. Karena aku pernah nulis paper soal itu (pilihan ganda pada soal ujian)," ucapnya sembari mengklarifikasi.

2. Bukan menyebutkan harus menghapus pilihan ganda, tapi ...

Maudy Ayunda di konten Curhat Bang Denny Sumargo (YouTube.com/CURHAT BANG Denny Sumargo)

Maudy Ayunda menambahkan tak secara gamblang menyebutkan menghapus soal pilihan ganda dari sistem pendidikan Indonesia di video itu. Aktris dan musisi ini malah menyebut bahwa kontroversi soal pilihan ganda ini adalah buah dari click bait culture usai mendengar pendapatnya tersebut.

"Sebenernya aku gak pernah bilang kita harus menghapus pilihan ganda. Aku cuman  bilang, kayaknya assesment tuh satu hal bisa kita improve on dengan cara dibuat lebih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang mengarah ke critical thinking, salah satunya open ended questions itu." Lebih lanjut, Maudy mengatakan, "Aku rasa pasti ada aja orang yang mungkin gak setuju (dengan pernyataannya), atau ya kan pastilah mungkin punya perspektif lain. Tapi, ada peran clickbait culture juga."

3. Tidak menyampaikan kebijakan secara resmi, hanya ide yang terpikirkan

Maudy Ayunda di konten Curhat Bang Denny Sumargo (YouTube.com/CURHAT BANG Denny Sumargo)

Pemeran karakter Ainun ini juga menambahkan bahwa pernyataannya kala itu hanya lah sekadar ide, bukan menyampaikan kebijakan secara resmi. Ia juga menyebutkan pilihan ganda tidak seharusnya dihapus, yang penting adalah memiliki pengetahuan yang mendasar.

"Orang mengira aku officially menyampaikan kebijakan, di mana sebenernya it's an idea yang keluar karena a quick TikTok questions. Kalau aku ditanya dalam konteks kebijakan, jawaban aku ya gak akan cuma satu," ucap Maudy.

Maudy Ayunda pun menerima kritikan dari netizen, terkait banyak masalah pendidikan yang harus diperhatikan, selain menghapus soal pilihan ganda. 

"Jadi kayaknya perspektifnya (netizen) adalah itu menambah beban administrasi buat para guru-guru. Karena kalau open ended questions kan koreksinya jadi lebih susah. Sementara pilihan ganda itu mungkin bisa lebih mudah," ucapnya.

"Kritik lainnya itu kurang membumi karena ini bukan satu-satunya masalah pendidikan. Masih ada masalah infrastruktur, kesejahteraan guru. Aku juga setuju masalah semua itu ada," tutup Maudy.

Sudah tahu, kan, Maudy Ayunda bukannya semata-mata ingin menghapus soal pilihan ganda dari sistem pendidikan Indonesia. Pernyataannya yang kala itu viral, hanyalah sebagian kecil dari pemikirannya dan tidak mewakili pandangannya pada sistem pendidikan Indonesia secara keseluruhan.

Kala itu, ia hanya dihadapkan dengan quick questions, sehingga harus menjawab cepat. Saat itu, yang terpikirkan adalah pernyataan tersebut.

Editorial Team