Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Band Wali
Band Wali (Instagram.com/bandofficial)

Intinya sih...

  • Pihak penyelenggara menunda konser untuk menghormati waktu solat

  • Penyelenggara berusaha memperpanjang waktu agar WALI bisa tampil lebih lama

  • Sound system dimatikan sebelum Wali Band sempat berpamitan kepada penonton

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Konser RADJA x WALI IDEA LIVE ARENA pada Sabtu (10/3/2026) di Petaling Jaya, Malaysia menyisakan kekecewaaan. Pasalnya, saat Wali sedang tampil di atas panggung, sound system tiba-tiba dimatikan.

Pihak penyelenggara pun sudah buka suara terkait isu yang ramai dibicarakan oleh netizen Indonesia dan Malaysia ini. Simak kronologi dan fakta selengkapnya di bawah ini.

1. Menurut pihak penyelenggara, mereka tidak ingin memulai penampilan saat azan isya berkumandang

Wali Band (instagram.com/bandwaliofficial)

Dilansir Oh Bulan!, pihak penyelenggara ternyata enggan memulai konser bersamaan dengan waktu solat. Hari itu, adzan Isya di Malaysia jatuh pada pukul 20.30 WIB.

"Kami tidak mau memulai konser ketika azan sedang berkumandang atau ketika jemaah sedang solat. Waktu Isya dimulai sekitar pukul 20.30 malam dan selesai solat kira-kira 20.40 malam," ungkap Impian Al Fateh Sdn. Bhd, GIS Entertainment dan Infinity Love Creative Ventures (ILCV Events).

Maka dari itu, konser RADJA x WALI baru dimulai pukul 20.50 waktu Malaysia. Pihak penyelenggara menegaskan ini bukan kesengajaan, tetapi bentuk penghormatan kepada agama dan masyarakat setempat.

"Oleh sebab itu, kami mengambil keputusan memulai acara pada pukul 20.50 malam. In bukan kemunduran yang disengaja, tetapi sebuah bentuk penghormatan kepada sensitivitas keagamaan dan komunitas lokal," lanjutnya.

2. Penyelenggara sudah berdiskusi agar diberikan kelonggaran untuk WALI menampilkan lagu terakhir

Band Wali (Instagram.com/bandofficial)

Pihak penyelenggara mengetahui bahwa izin acara hiburan di dalam ruangan hanya diperbolehkan sampai pukul 01.00 dini hari, sementara di luar ruangan hingga 12.00 malam. Namun, mereka sudah berdiskusi untuk memperpanjang waktu, agar Wali Band bisa menyelesaikan penampilan.

"Oleh karena itu, kami telah meminta perpanjangan waktu hingga pukul 00.30 dini hari, agar WALI Band dapat menyelesaikan pertunjukan dengan baik," ungkap Impian Al Fateh.

Selain itu, penyelenggara juga bersedia kehilangan deposit sebesar 20ribu ringgit atau terkena denda, asal penggemar puas. Namun, manajemen IDEA LIVE ARENA menolak.

"Prioritas kami adalah kepuasan penggemar, bukan uang. Namun, manajemen IDEA LIVE ARENA menolak untuk berkompromi dan meminta surat izin tertulis dengan stempel resmi MBPJ pada saat kejadian," tambahnya.

3. Sound system langsung mati sebelum Wali sempat berpamitan

Wali Band (instagram.com/bandwaliofficial)

Sebenarnya, pihak penyelenggara sudah mendapat izin dari IDEA LIVE AREA, agar WALI Band setidaknya membawakan satu lagu lagi, sembari berpamitan kepada penonton. Bahkan ia juga memberi tahu masalah itu secara langsung kepada Faank, vokalis WALI Band.

"Kami telah menerima persetujuan dari perwakilan tempat acara untuk satu lagu terakhir. Saya sendiri naik ke panggung untuk memberi tahu vokalis WALI Band, agar mengumumkan bahwa lagu beritkutnya akan menjadi lagu terakhir dan sebagai penutup," jelasnya.

Namun, saat lagu yang sedang diputar berakhir, pihak IDEA LIVE ARENA langsung mematikan sound system. Hal ini yang menyebabkan kebingungan dan kemarahan penggemar, karena WALI Band belum sempat berpamitan.

"Sayangnya, begitu lagu yang sedang diputar berakhir, pihak tempat acara langsung mematikan sound system (PA system) tanpa memberi kesempatan kepada artis untuk membuat pengumuman atau mengucapkan selamat tinggal kepada penonton," tegas Impian Al Fateh.

Pihak penyelenggara konser RADJA x WALI meminta maaf kepada penggemar, karena kejadian tidak menyenangkan tersebut. Sebagai informasi, seharusnya WALI Band masih akan membawakan beberapa lagu lagi, seperti "Yank", "Cari Jodoh", dan "Tobat Maksiat".

Editorial Team