Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ABBA
ABBA (instagram.com/abba)

Intinya sih...

  • "Money, Money, Money" - ABBA

  • "When You're Poor" - Loretta Lynn

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi kelompok prasejahtera, kerja keras jadi syarat untuk bertahan hidup. Sedangkan untuk kelompok kaya raya, berusaha keras adalah kesempatan untuk berkembang secara finansial. Hal ini jelas menunjukkan kesenjangan ekonomi di antara keduanya.

Isu sosial tentang ketimpangan tersebut pun kerap dibahas di lagu barat. Liriknya mengekspresikan ketidakadilan dalam sistem masyarakat. Apalagi, kelompok kaya sering kali justru mengeksploitasi pekerja yang membuat kesenjangan itu semakin lebar. Yuk, simak!

1. "Money, Money, Money" - ABBA

cuplikan video "Money, Money, Money" (youtube.com/ABBA)

“Money, Money, Money” menceritakan tentang seorang perempuan yang bekerja keras sepanjang waktu demi memenuhi biaya hidup. Namun, tetap saja susah baginya untuk sekadar menjalani hidup yang layak. Uangnya selalu habis untuk bayar tagihan.

Liriknya pun menyoroti realitas pahit, saat kerja keras tak menjamin hasil yang sepadan. Maka dari itu, perempuan di lagu ini sangat mendambakan jadi pasangan dari lelaki kaya yang mungkin mengubah nasibnya. Ia juga ingin berjudi untuk memperoleh uang. Sebab, tak ada lagi harapan untuk mendapat uang dari kerja keras sendiri.

2. "When You're Poor" - Loretta Lynn

cover album I Wanna Be Free (youtube.com/Loretta Lynn)

Kesusahan yang dialami oleh keluarga prasejahtera dibahas di lagu “When You’re Poor”. Liriknya mengekspresikan kepedihan karena tak bisa membeli susu untuk sang anak yang hanya bisa menangis di lantai. Pihak orangtua pun menyadari, anak itu akan mengalami kesulitan serupa di masa depan.

Lagu ini menyoroti betapa pentingnya uang untuk membantu kehidupan jadi lebih baik. Sayangnya, terkadang, kerja sekeras apa pun seumur hidup tak menjamin penghasilan akan cukup untuk hidup layak. Tanpa uang, tidak akan ada pendidikan ataupun pakaian yang pantas.

3. "Work Life Out to Keep Life In" - Martin Carthy

cover album Essential (youtube.com/Martin Carthy - Topik)

“Work Life Out to Keep Life In” bahas kehidupan para pekerja yang seolah terlahir untuk bekerja keras tanpa bisa bermimpi untuk mengubah nasib. Mereka terpaksa menjalani hidup mandiri dan hemat, tapi tetap tak berkembang. Mereka bekerja bukan untuk maju, melainkan hanya demi bertahan.

Lagu ini juga menyoroti realitas pahit, saat mereka tidak diperbolehkan mempunyai ruang untuk gagal. Kalau mereka berhenti bekerja, hidup mereka juga runtuh. Bahkan, mereka harus tetap bekerja keras tanpa peduli cuaca ekstrem yang menghalangi.

Selain itu, liriknya juga menyindir pekerja perempuan yang menjadi korban eksploitasi. Kondisinya ironis, saat mereka membuat pakaian indah untuk orang kaya, saat hidup mereka sendiri sengsara. Mereka bekerja berlebihan, tapi upahnya tidak sepadan.

Lagu barat di atas mengekspresikan kesenjangan ekonomi yang susah diatasi akibat eksploitasi dari kelompok kaya raya. Mereka yang kesusahan hampir mustahil mengubah nasib. Di sisi lain, mereka yang sudah kaya raya justru kian berkembang berkat peluang yang didapatkan dari materi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team