Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Lagu Mudik Padang untuk Playlist saat Perjalanan
ilustrasi mendengarkan lagu di mobil (pexels.com/Ketut Subiyanto)
  • Ada sepuluh lagu Minang populer bertema mudik yang menggambarkan kerinduan perantau terhadap kampung halaman di Sumatera Barat, khususnya Padang.

  • Tiap lagu memiliki kisah emosional berbeda, mulai dari rindu keluarga, perjuangan hidup di rantau, hingga keindahan alam Ranah Minang yang memanggil untuk pulang.

  • Deretan lagu ini direkomendasikan sebagai teman perjalanan mudik karena mampu membangkitkan nostalgia dan semangat pulang bagi para perantau Minang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahukah kamu, mendengarkan lagu saat perjalanan mudik adalah salah satu hal yang paling menyenangkan. Apalagi kalau kamu menempuh perjalanan yang jauh hingga luar pulau.

Buat para perantau yang akan pulang ke kampung halaman, terutama ke Padang, mendengarkan lagu mudik Padang bisa jadi teman perjalanan yang paling pas.

Lagu-lagu ini punya lirik yang bisa menggambarkan kerinduanmu pada kampung halaman di Minang. Cek langsung daftar lagu mudik Padang yang bisa masuk playlist mudik kamu tahun ini!

1. Taragak Pulang (Eja, Abdi, Dira)

Lagu Taragak Pulang menjadi salah satu lagu mudik Padang yang populer di kalangan anak muda Minang. Menariknya, dalam bahasa Minangkabau taragak pulang berarti sangat rindu untuk kembali ke kampung halaman.

Dinyanyikan oleh Dira Sati, lagu Taragak Pulang menceritakan tentang perasaan seorang perantau yang sudah lama meninggalkan rumah dan ingin segera pulang bertemu keluarga.

Nuansa emosional dalam lagu ini dijamin bikin kamu merasa relate dengan liriknya, terutama saat mendekati momen Lebaran. Sudah pernah dengar lagunya?

2. Kampuang Nan Jauh di Mato

Berikutnya, ada Kampuang Nan Jauh di Mato yang dinyanyikan oleh Oslan Husein dan dipopulerkan kembali oleh Chiquita Meidy. Lagu ini menjadi salah satu lagu Minang yang sangat ikonik karena mampu membangkitkan rasa rindu para perantau pada masa kecil mereka di kampung halaman.

Liriknya menggambarkan suasana desa yang indah, dikelilingi pegunungan, serta kehidupan masyarakat yang penuh kebersamaan dan semangat gotong royong. Lagu ini juga menceritakan kenangan masa kecil yang sederhana namun penuh kebahagiaan, mulai dari bermain bersama teman-teman hingga menikmati suasana kampung yang asri.

3. Rantau Den Pajauah

Ada pula lagu Rantau Den Pajauah yang dipopulerkan oleh Ipank dan Rayola. Lagu ini mengisahkan kehidupan seorang perantau yang harus meninggalkan kampung halaman demi mencari pekerjaan yang lebih baik.

Namun di balik perjuangan tersebut, sang perantau harus menerima kenyataan pahit bahwa kekasih yang ia tinggalkan di kampung halaman justru memilih orang lain. Jadi buat kamu yang memiliki kekasih di kampung halaman dan harus pergi merantau, lagu ini bakal relate banget dengan situasimu!

4. Tanggih Dirantau

Lagu yang dinyanyikan Zalmon ini memiliki nuansa yang cukup emosional. Tanggih Dirantau menceritakan kesedihan seorang anak rantau yang hidup jauh dari kampung halaman, terutama kepada orang tua yang ia tinggalkan di rumah.

Dalam liriknya, digambarkan bagaimana kehidupan di perantauan tidak selalu berjalan mudah. Sang anak mulai merasa putus asa karena berbagai harapan dan keinginannya belum juga tercapai. Lagu ini bakal relate banget untuk kamu yang masih mengejar mimpi di kota besar.

5. Pulanglah Uda

Kali ini, ada lagu Pulanglah Uda yang diiptakan oleh Syam Tanjung & Yongky RM. Lagu ini menceritakan kerinduan seorang perempuan kepada kekasihnya yang pergi merantau.

Dalam liriknya, diceritakan bahwa perempuan tersebut mulai merasa dilupakan karena sang kekasih sudah lama tidak memberi kabar sejak pergi meninggalkan kampung halaman. Rasa rindu yang semakin dalam membuatnya berharap agar kekasihnya segera pulang.

Berbeda dari beberapa lagu sebelumnya yang menceritakan kisah dari sudut pandang perantau, Pulanglah Uda justru menggambarkan perasaan orang yang menunggu di rumah.

6. Ranah Minang Maimbau

Lagu Ranah Minang Maimbau dipopulerkan oleh Aufa Azalia. Menariknya, lagu ini menggambarkan sekaligus memuji keindahan alam Sumatera Barat, mulai dari pesona gunung, perbukitan, hingga danau yang menjadi kebanggaan ranah Minang.

Keindahan alam tersebut seolah memanggil para perantau untuk kembali pulang ke kampung halaman. Gak heran jika lagu ini sering masuk dalam daftar lagu mudik Padang yang diputar saat perjalanan pulang menuju kampung halaman.

7. Harok di Rantau Urang

Selanjutnya, ada lagu dari IPANK bertajuk Harok di Rantau Urang. Lagu ini bercerita tentang harapan dan perjuangan hidup seorang perantau di negeri orang.

Harok di Rantau Urang menceritakan tentang seorang laki-laki yang harus meninggalkan kekasihnya di kampung halaman demi mencari rezeki. Meski berada jauh dari rumah dan orang-orang yang dicintainya, ia tetap berusaha bertahan menjalani kerasnya hidup di perantauan.

Selama merantau, berbagai kesulitan harus ia hadapi. Namun demi masa depan yang lebih baik, ia tetap kuat menjalani semuanya, meskipun harus merasakan penderitaan, kelelahan, dan cobaan yang tidak mudah.

8. Amak Manyuruh Pulang

Lagu mudik Padang selanjutnya adalah Amak Manyuruh Pulang yang dinyanyikan oleh Sri Fayola dan Jamal. Lagu ini menceritakan keresahan hati seseorang yang masih berada di perantauan menjelang Hari Lebaran.

Di sisi lain, orang tuanya di tanah Minang juga sudah menantikan kepulangan mereka ke kampung halaman. Namun, kehidupannya sebagai pedagang di rantau tidaklah mudah. Situasi inilah yang membuatnya diliputi kebimbangan antara keinginan untuk pulang dan tanggung jawab yang masih harus diselesaikan di rantau.

9. Minangkabau Bakirim Salam

Ada lagi lagu Minangkabau Bakirim Salam yang diciptakan oleh Andri Dharma. Lagu ini menggambarkan kisah seorang perantau Minang yang gak bisa pulang kampung saat Hari Raya.

Melalui liriknya, lagu ini menyampaikan pesan rindu dari kampung halaman kepada para perantau yang berada jauh dari tanah Minangkabau. Lagu ini sangat cocok masuk ke dalam playlist lagu mudik Padang untuk menemani perjalanan panjang menuju rumah.

10. Minang Maimbau

Buat kamu yang sedang merantau dan merindukan kampung halaman, lagu Minang Maimbau pasti terasa sangat emosional. Pasalnya, lagu yang dipopulerkan oleh Elly Kasim pada tahun 1960-an ini memiliki makna mendalam untuk orang-orang Minang yang tengah berada di perantauan.

Melalui liriknya, lagu ini seolah menjadi pengingat bahawa tanah Minang selalu menunggu mereka untuk kembali pulang ke kampung halaman. Bagian reffOndeh rang rantau… dangalah Minang maimbau…” menjadi salah satu bagian paling ikonik karena menggambarkan panggilan dari kampung halaman agar tidak lupa untuk kembali pulang ke tanah Minang.

Deretan lagu mudik Padang di atas gak cuma bisa jadi hiburan selama perjalanan mudik kamu, tapi juga bisa membangkitkan rasa rindu sebelum bertemu dengan keluarga di kampung halaman. Jadi, 10 lagu di atas sudah masuk playlist kamu, belum?

FAQ seputar lagu mudik Padang

Apa yang dimaksud lagu mudik Padang?

Lagu mudik Padang adalah lagu-lagu Minangkabau yang bertema kerinduan terhadap kampung halaman.

Mengapa banyak lagu Minang bertema perantauan?

Karena budaya Minangkabau memiliki tradisi merantau yang sangat kuat. Banyak lagu Minang menggambarkan kehidupan para perantau.

Lagu mudik Padang apa yang paling populer?

Beberapa yang paling terkenal adalah Kampuang Nan Jauh di Mato, Taragak Pulang, dan Rantau Den Pajauah.

Editorial Team