poster "Babel" (instagram.com/sarasvatistage)
Berbeda dengan makna aslinya, lagu "Babel" yang diciptakan oleh Isyana tidak berarti berbicara tentang kehancuran. Lagu ini menggambarkan sebuah keharmonisan yang bisa kamu temukan di tengah dunia yang tak beraturan atau tampak berisik. Melalui "Babel" Isyana ingin menceritakan tentang perjalanan menemukan jati diri dan keragaman di tengah perbedaan.
"Babel" hadir untuk menjadi pengingat dalam menjalani dinamika kehidupan baik atau buruk, selalu bisa mendapatkan pelajaran dan kebaikan yang dapat dipetik. Dalam perjalanan musik kali ini juga Isyana melihatnya sebagai proses pendewasaan sebagai seorang musisi maupun sebagai seorang manusia. Mengusung genre symphonic metal, Isyana ingin lagu ini dikenal melalui orkestra yang megah, banyak memadukan elemen musik, dan energi metal yang kuat. Karakter musik seperti ini dianggap paling cocok dalam merepresentasikan pesan lagu ini. Apalagi, proses menciptakan lagu ini juga cukup mengalir dan tanpa terikat formula yang kaku.
Sebagai pembuka bab ABADHI, lagu "Babel" mempunyai fungsi sebagai gerbang menuju fase penyatuan di semesta EKLEKTIKO. Apalagi aransemen lagu ini lahir dari keinginan dan menggambarkan sebuah kekacauan yang penuh dengan warna. Selain itu, lagu ini juga menawarkan keindahan yang bisa muncul secara alami dari sebuah ke chaos-an tersebut.