[Verse 1]
Tarik napas dalam-dalam, lalu pejamkan matamu terlebih dahulu
Dan mungkin aku hanya bermimpi
Mengapa kamu khawatir? Bukankah aku sendirian?
Saat aku pikir aku sudah damai, suaramu masih memanggil
[Pre-Chorus]
Semuanya terkubur
Aku sudah mengobati lukanya
Tapi mengapa masih ada di sini?
Aku kesulitan memahaminya
[Verse 2]
Hanya sekedar doa, mohon maafkan aku
Karena setiap kali melirik, wajahmu akan terlihat
Ke mana pun aku pergi, bayanganmu tetap menempel di tanganku
Aku perlahan-lahan dikubur hidup-hidup
[Chorus]
Tidak bisa bebas lagi, kamu mengunjungiku setiap malam
Tidak ada yang terlihat, belaianmu masih terasa dalam kegelapan
Tidak ada lagi mimpi, tidak bisa bangun lagi
Nyalakan lampu, aku dihantui oleh perasaanku, tentang perasaanku
[Post-Chorus]
Apakah kau tidak akan meninggalkanku?
Bukankah itu cukup menyiksaku? (Perasaanku)
Tidak bisakah kita hidup damai lagi?
Tidak bisakah kita hidup damai lagi?
[Chorus]
Tidak bisa bebas lagi, kamu mengunjungiku setiap malam
Tidak ada yang terlihat, belaianmu masih terasa dalam kegelapan
Tidak ada lagi mimpi, tidak bisa bangun lagi
Nyalakan lampu, aku dihantui oleh perasaanku, tentang perasaanku
[Post-Chorus]
Apakah kau tidak akan meninggalkanku? (tidak bisa bebas lagi)
Kau mengunjungiku tiap malam (tidakkah kau cukup menyiksaku?)
Tidak ada yang terlihat (tidak bisakah kita berdamai?)
Belaianmu masih terasa dalam kegelapan (tidak bisakah kita berdamai?)