cast dan tim produksi film Monster Pabrik Rambut pada Senin (1/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
Sutradara Edwin menjadikan tekanan pekerjaan sebagai inspirasi utama lahirnya sosok monster. Baginya, kengerian nyata di dunia modern saat ini bukan cuma hantu, melainkan bagaimana sistem kerja membuat orang tetap merasa dikejar tanggung jawab.
"Bagaimana mereka menormalisasi kondisi kerja yang kita tahu sendiri. Misalnya kita tahu kita udah pulang, masih aja ada telepon atau email yang harus kita kerjakan, karena kita minta segala macam lembur-lembur yang juga tidak manusiawi. Kita iyain aja, gitu. Itu bagian dari yang menurut saya adalah satu, untuk monster yang perlu kita kritisi di sini," jelas Edwin mengenai konsep monster rambut.
Walaupun membawa pesan kritik yang tajam, Edwin tetap memastikan bahwa film ini dikemas dengan unsur hiburan yang kuat bagi para penonton. Maka dari itu, monsternya tampil dalam bentuk gumpalan rambut.
"Kemudian ya dalam bentuk filmnya tentunya kita bikin lebih menyenangkan, bahwa ini sebuah film yang harusnya juga punya potensi untuk menghibur juga, makanya bentuknya seperti itu yang ada di situ," ujar sang sutradara.