Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pakai AI Buat Bikin MV, Bimbim SLANK: Mainan Baru!
SLANK dalam konferensi pers pada Jumat (5/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • SLANK merilis dua video musik, 'PPN 12%' dan 'Rusak Ancur', yang memanfaatkan teknologi AI untuk memperkaya visual karya mereka.
  • Bimbim menegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu dan tetap membutuhkan arahan serta kreativitas manusia agar hasilnya maksimal.
  • Ia mengajak pelaku industri kreatif untuk tidak memusuhi AI, melainkan menjadikannya pendukung dalam proses berkarya secara modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - SLANK kembali menggebrak industri musik lewat rilisan video klip yang menggunakan Akal Imitasi (AI). Bukan cuma satu, grup legendaris ini memanfaatkan teknologi mahir tersebut di dua video, yaitu MV lagu "PPN 12%" dan rilisan terbaru "Rusak Ancur".

Penggunaan AI dalam karya visual SLANK pun memicu berbagai respon. Apalagi di saat sebagian pelaku industri kreatif masih memperdebatkan dampak teknologi ini terhadap pekerjaan seniman dan kreator. Menanggapi berbagai pertanyaan yang bermunculan, Bimbim selaku drummer sekaligus pendiri SLANK akhirnya angkat bicara. Apa katanya?

1. Bimbim memandang AI sebagai hal baru

SLANK dalam konferensi pers pada Jumat (5/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

SLANK menjelaskan mereka selalu terbuka terhadap perubahan, termasuk AI yang belakangan ramai digunakan di berbagai industri kreatif. Bimbim mengatakan bahwa grupnya tidak melihat teknologi sebagai ancaman, melainkan sesuatu yang patut dicoba dan dieksplorasi.

"AI adalah teknologi yang kita anggap sesuatu mainan baru kalau SLANK sih. Kalau SLANK gak takut sama perubahan, sama teknologi ya," ujar Bimbim dalam konferensi pers pada Jumat (5/6/2026).

2. Bimbim sebut kontrol penuh masih ada di tangan manusia

SLANK dalam konferensi pers pada Jumat (5/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Pentolan band ini menekankan bahwa kecanggihan mesin tetap bergantung sepenuhnya pada kualitas pemikiran penggunanya. AI hanya akan berfungsi maksimal jika diarahkan oleh kreativitas manusia yang mumpuni.

"Justru malah aku berpikir 'Wih, gua punya budak baru nih,' Hari ini AI gua budakin gitu lho. Karena tetep aja AI itu gobl*k, kalau kitanya gobl*k," ujarnya.

3. Bimbim SLANK sebut AI tidak perlu dimusuhi

SLANK dalam konferensi pers pada Jumat (5/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Bimbim lalu menyarankan agar para pekerja kreatif lebih proaktif dalam mengadopsi alat-alat modern tersebut. Bahkan menurutnya, AI bisa menjadi budak yang menjadi pendukung utama dalam mewujudkan inspirasi yang melimpah.

"Tapi kalau kita punya inspirasi besar, banyak, kita nyuruh AI, 'Nah ini dia nih'. Ini budak-budak teknologi yang harusnya jangan dimusuhin, tapi kita pergunakan dengan ya sebaik-baiknya lah," pungkasnya.

Sebelumnya, SLANK juga telah merilis MV "PPN 12%" pada April lalu yang juga kental dengan nuansa visual AI. SLANK kembali memadukan teknik video konvensional dengan sentuhan AI di video musik "Rusak Ancur" yang resmi diluncurkan pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Editorial Team

Related Article