Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ijat dalam serial Upin & Ipin
Ijat dalam serial Upin & Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Intinya sih...

  • Ijat adalah karakter penakut dalam animasi Upin & Ipin

  • Kabur dari pemeriksaan gigi dan saat hendak disunat

  • Berusaha lari saat akan potong rambut

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ijat adalah salah satu karakter yang mencuri perhatian dalam animasi Upin & Ipin. Sebelum mengalami peningkatan seperti sekarang, dahulu Ijat adalah anak yang dikenal jarang berbicara dan pemalu. Namun, di balik perubahannya itu, Ijat tetaplah anak yang penakut.

Dalam beberapa episode Upin & Ipin, terdapat momen-momen Ijat yang berusaha menghindari pemeriksaan atau hal-hal yang menurutnya menakutkan. Salah satu cara yang Ijat gunakan untuk menghindar adalah dengan melarikan diri. Nah, berikut ini beberapa momen Ijat berusaha kabur di Upin & Ipin yang bikin banyak orang kesusahan.

1. Kabur dari pemeriksaan gigi

Ijat kabur dari pemeriksaan gigi dalam Upin & Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Bisa dibilang, momen paling ikonik Ijat dalam Upin & Ipin ada di episode “Gosok Jangan Tak Gosok”. Episode ini menceritakan murid Kelas Aman yang ketakutan karena harus melakukan pemeriksaan kesehatan gigi. Seperti anak-anak lainnya, Ijat juga digambarkan demikian. Bahkan, Ijat adalah anak yang paling ketakutan dari teman-teman sekelasnya.

Dalam episode “Gosok Jangan Tak Gosok”, Ijat sangat panik dan ketakutan saat tiba gilirannya untuk memeriksa gigi. Ijat berlari keluar kelas dan berpegangan pada tugu pagar sekolah untuk menghindari pemeriksaan tersebut. Di momen ini, Cikgu Jasmin, ibu Ijat, dan satu orang lainnya berusaha menenangkan dan membujuk Ijat.

2. Melarikan diri saat hendak disunat

Ijat kabur dari sunatan massal dalam Upin & Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Setelah kejadian pemeriksaan gigi, momen Ijat kabur kembali ditampilkan dalam episode “Sakit Ke?”. Episode ini menampilkan sunat massal yang diadakan di Kampung Durian Runtuh. Cukup banyak anak yang ikut mendaftar acara tersebut, termasuk Ijat. Anak-anak menjadi sangat ketakutan setelah mendengar cerita palsu Mail tentang sunat.

Secara kebetulan, Ijat mendapat urutan pertama yang harus masuk ke dalam ruangan sunat. Semua temannya kagum melihat keberanian Ijat yang langsung beranjak dari tempat duduk sambil memasang wajah penuh semangat. Sayangnya, keberanian Ijat tak berlangsung lama dan berubah ketika masuk ruangan sunat. Sambil membawa sarungnya, Ijat berlari keluar ruangan menghindari momen menakutkan tersebut.

3. Berusaha lari saat akan potong rambut

Ijat berusaha kabur menghindari potong rambut dalam Upin & Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Momen potong rambut tampaknya juga menjadi hal yang menakutkan bagi Ijat. Pemandangan ini bisa kamu tonton dalam episode “Gunting Rambut”, yang menampilkan acara potong rambut gratis yang diadakan di Tadika Mesra. Di sini, anak laki-laki mendapat kesempatan untuk memotong rambut mereka langsung dari ahlinya, Uncle Muthu dan sang sepupu.

Entah karena memiliki trauma atau pernah terjadi sesuatu, Ijat sampai ketakutan begitu melihat alat potong rambut. Cikgu Melati dan anak-anak lain mencoba menghalangi Ijat yang berniat kabur. Sebelum berhasil memotong rambut Ijat, Uncle Muthu bahkan ikut membantu menenangkannya saat menjerit dan menangis. Dari episode ini, terungkap juga bahwa sebelumnya Ijat selalu takut potong rambut. Sang ibu bahkan selalu memeganginya saat akan potong rambut.

Ijat punya banyak sekali momen ikonik yang berhasil mengundang tawa penonton. Selain sering pingsan karena hal-hal tak terduga, Ijat yang penakut juga sudah beberapa kali menyusahkan orang lain saat kabur. Siapa, nih, yang ikut geregetan dengan tingkah Ijat?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team