Shoto menanyakan makanan favorit Dabi. (dok. Bones/My Hero Academia)
Setelah perang berakhir, Dabi ditahan dalam kondisi yang mengenaskan. Akibat apinya sendiri, Dabi sekarang bahkan tidak bisa hidup tanpa alat bantu. Jangankan beraktivitas, Dabi bahkan kesulitan untuk berbicara.
Sebelum seri berakhir, keluarga Todoroki sempat mengunjungi penjahat bernama asli Toya Todoroki tersebut. Di sini, Endeavour mengatakan bahwa dirinya sudah berhenti menjadi pahlawan dan akan mengunjungi Toya setiap hari. Untuk pertama kalinya, Endeavour juga mengakui bahwa api Toya selalu lebih panas dari api miliknya.
Meski begitu, Toya tetap menolak untuk memaafkan ayahnya. Menurutnya, meminta maaf setelah semua hal yang terjadi pada keluarga Todoroki tidak akan mengubah apa-apa. Bahkan, Toya juga menghina ayahnya dengan mengatakan bahwa Endeavour hanyalah seorang pengecut.
Ketika Dabi sudah mencapai batasnya, sesi pertemuan terpaksa harus diakhiri. Namun, sebelum keluarga Todoroki meninggalkan Dabi, Shoto sempat menanyakan hal kecil yang sangat menyentuh hati Dabi. Di sini, Shoto menanyakan apa makanan favorit kakaknya.
Dabi menjawab soba dan Shoto tersenyum setelah mengetahui bahwa makanan favorit mereka ternyata sama. Hal ini menunjukkan bahwa Shoto tidak pernah membenci kakaknya atau menganggap Dabi sebagai penjahat. Sebagai seorang adik, Shoto justru ingin lebih dekat dan mengenal kakaknya.
Dari bekerja sama dengan rivalnya hingga menanyakan pertanyaan kecil pada kakaknya, Shoto telah memperlihatkan perkembangan karakter yang luar biasa. Memulai seri sebagai orang yang dingin, Shoto berubah menjadi salah satu karakter paling dewasa dalam seri. Jadi, bagaimana menurutmu? Dari kelima momen Shoto Todoroki dalam My Hero Academia di atas, mana yang paling kamu suka?