Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Liam Gallagher dan Queen
Liam Gallagher (facebook.com/Liam Gallagher) | Queen (facebook.com/Queen)

Intinya sih...

  • Steve Walsh, vokalis band Kansas, mengkritik Freddie Mercury karena persona flamboyan yang kurang nyaman baginya.

  • Robert Smith dari The Cure membenci gaya musik Queen yang dianggap bombastis dan tidak sesuai dengan pendekatan emosionalnya.

  • Paul Weller menilai Freddie Mercury terlalu teatrikal dan jauh dari citra rock yang ia anut, mencerminkan benturan ideologis antara keduanya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Queen dan Freddie Mercury sering dianggap sebagai simbol kejayaan rock klasik yang penuh karisma dan tak tergantikan. Banyak musisi lintas generasi mengakui pengaruh besar mereka, baik dari sisi musikalitas maupun keberanian tampil berbeda. Namun, seperti semua legenda besar, Queen juga tak luput dari kritik dan penolakan.

Menariknya, penolakan itu justru datang dari sesama musisi terkenal. Ada yang tak cocok dengan gaya Queen, ada pula yang merasa Freddie Mercury terlalu berlebihan atau bertolak belakang dengan nilai musik yang mereka yakini. Berikut lima musisi yang secara terbuka mengaku tidak menyukai Queen dan Freddie Mercury.

1. Steve Walsh

Steve Walsh (stevewalshrocks.com)

Steve Walsh dikenal sebagai vokalis utama band progressive rock Kansas, sosok yang serius dan total dalam bermusik. Ia sangat menghargai proses kreatif, tetapi juga dikenal cukup sulit dalam memberi pujian pada musisi lain. Sikapnya terhadap Queen pun terbilang membingungkan karena sering terdengar kontradiktif.

Di satu sisi, Walsh pernah memuji kemampuan musikal Queen sebagai band. Namun di sisi lain, ia melontarkan kritik tajam terhadap Freddie Mercury secara pribadi. Komentarnya menunjukkan bahwa ia kurang nyaman dengan persona Mercury yang flamboyan. Pandangan ini membuat Walsh kerap disebut sebagai salah satu musisi yang tak pernah benar-benar menyukai Queen.

2. Robert Smith

Robert Smith (facebook.com/Robert Smith)

Robert Smith, otak di balik The Cure, dikenal sebagai sosok introvert yang lebih memilih membiarkan karyanya berbicara. Dengan citra gothic dan lirik penuh kesedihan, banyak orang mengira Smith akan bersikap netral terhadap hampir semua musisi. Namun nyatanya, Queen adalah pengecualian besar.

Dalam sebuah wawancara, Smith secara jujur mengaku tidak pernah menyukai Queen dan bahkan menyebut dirinya membenci apa yang mereka lakukan. Ia merasa gaya musik Queen terlalu bombastis dan tidak sejalan dengan pendekatan emosional serta minimalis yang ia anut. Hingga kini, alasan mendalam di balik kebencian itu tetap menjadi misteri bagi banyak penggemar.

3. Paul Weller

Paul Weller (Facebook.com/Paul Weller)

Paul Weller dikenal sebagai musisi yang tak segan mengkritik siapa pun, tak peduli seberapa besar nama mereka. Sosoknya sering muncul dalam daftar musisi yang vokal menentang arus mainstream, termasuk dalam hal selera musik. Queen dan Freddie Mercury termasuk di antara target kritiknya.

Bagi Weller, Freddie Mercury dianggap terlalu teatrikal dan jauh dari citra rock. Ia bahkan pernah menyindir visi Mercury yang ingin membawa seni tinggi ke kalangan luas, sesuatu yang menurutnya terdengar muluk. Kritik ini mencerminkan benturan ideologis antara Weller yang berakar pada realisme kelas pekerja dan Queen yang identik dengan kemegahan panggung.

4. Sid Vicious

Sid Vicious (Facebook.com/Sid Vicious)

Bagi dunia punk, Queen adalah simbol dari segala hal yang ingin mereka lawan. Sid Vicious, bassis Sex Pistols, melihat Queen sebagai band yang terlalu rapi, terlalu teatrikal, dan terlalu mapan. Konflik ini bukan sekadar soal selera, melainkan perang filosofi antara punk yang asli dan rock arena yang megah.

Vicious secara terbuka mengejek Freddie Mercury dan gaya panggungnya. Namun, dalam sebuah insiden terkenal, Mercury justru membalas ejekan itu dengan santai dan tajam, menunjukkan perbedaan kelas dan kecerdasan dalam menghadapi konflik. Momen ini sering dikenang sebagai contoh benturan dua dunia musik yang tak mungkin bersatu.

5. Liam Gallagher

Liam Gallagher (facebook.com/Liam Gallagher)

Liam Gallagher terkenal dengan komentar pedasnya tentang hampir semua hal, dan Queen tak luput dari sasaran. Meski mengakui Freddie Mercury sebagai penyanyi hebat, Liam merasa musik Queen terlalu “Queen”, istilah yang ia gunakan untuk menyebut sesuatu yang berlebihan dan tak sesuai seleranya.

Ia juga mengkritik suara gitar Brian May, meskipun May diakui sebagai salah satu gitaris terbaik sepanjang masa. Bagi Liam, musik rock ideal adalah yang lebih lugas seperti Guns N’ Roses atau Creedence Clearwater Revival. Perbedaan selera inilah yang membuatnya tak pernah benar-benar menghargai Queen.

Queen dan Freddie Mercury mungkin tidak dicintai semua musisi, tetapi justru di situlah letak keunikan mereka. Menurutmu sendiri, apakah kritik-kritik ini masuk akal, atau justru membuktikan betapa besarnya pengaruh Queen hingga sulit diterima semua kalangan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team