Potret Ndarboy Genk usai wawancara eksklusif di Mabes Balker Baru, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/5/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
Sementara itu, sosok Banditoz Yaow 86 sendiri bukan orang baru di mata Ndarboy Genk. Ndarboy bercerita, Banditoz selama ini telah dikenal luas sebagai artis hip-hop. Ia bahkan menganggap Banditoz sebagai seniornya karena dulu sempat mendalami dunia hip-hop.
"Mas Banditoz kan salah satu juga musisi local pride hip-hop di Yogyakarta, ya. Dulu sebelumnya, Ndarboy Genk itu malah hip-hop-an waktu SMP. Saya SMP itu sudah beberapa album hip-hop yang saya produksi, dan Mas Banditoz itu salah satu senior saya. Dulu kalau beliau manggung, saya yang nonton," jelas Ndarboy Genk.
Mengenai proses kreatif, Ndarboy bercerita bahwa ide lagu ini berawal dari Banditoz. Saat itu, Banditoz ingin menitipkan lagu baru untuk diedarkan melalui label rekaman di Mabes Balker. Lagu tersebut kemudian mencuri perhatian Ndarboy Genk, hingga akhirnya mereka memutuskan berkolaborasi.
"Sebetulnya malah ide kreatifnya pertama dari Mas Banditoz. Kita punya record label di Mabes Balker ini. Lalu titip edarlah ke tempat kami, 'Mas aku mau titip edar lagu baru nih.' Lho, kok satu frekuensi? Lalu saya ubah di bagian rap-nya semua, tapi yang buat ref itu Mas Banditoz. Saya ubah, terus kita kolaborasi," sambungnya.
Sampai artikel ini dibuat, music video "Kicau Mania" sendiri sudah mendapatkan total 18 juta views di YouTube. Sementara versi audionya di YouTube Music sudah didengarkan sebanyak 37 juta kali dan di Spotify sudah 13 juta kali diputar.