Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Alasan Kenapa One Piece Panjang Banget, Sudah Jalan 29 Tahun!
Luffy (dok. Toei Animation/One Piece)
  • Oda Sensei awalnya merencanakan One Piece tamat dalam lima tahun, tapi cerita berkembang jauh lebih panjang karena eksplorasi dunia dan karakter yang makin kompleks.

  • Penambahan impulsif seperti sistem Shichibukai dan karakter Supernova membuat alur cerita melebar drastis serta menciptakan konflik besar antar faksi bajak laut.

  • Faktor kesehatan Oda dan jadwal rilis yang melambat turut memperpanjang durasi publikasi, menjadikan perjalanan Luffy berlangsung hingga 29 tahun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu pasti sering bertanya-tanya kenapa manga One Piece belum tamat meski sudah berjalan lebih dari dua dekade. Siapa sangka, mahakarya legendaris ini ternyata awalnya direncanakan selesai hanya dalam waktu lima tahun saja. Namun sekarang, serial ini bahkan sudah berumur 29 tahun!

Nyatanya, ada sederet keputusan impulsif dari Oda Sensei yang mengubah total peta jalan ceritanya hingga membengkak menjadi ribuan chapter. Penasaran apa saja alasan utama yang membuat pelayaran Luffy menjadi sangat panjang? Mari langsung bedah fakta menariknya di bawah ini.

1. Rencana awal hanya lima tahun

Luffy meminum teh (dok. Toei Animation/One Piece)

Mungkin kamu tidak menyangka, Oda Sensei awalnya merencanakan One Piece tamat dalam waktu sangat singkat yaitu lima tahun saja. Plot utamanya murni berfokus pada perjalanan Luffy mengalahkan empat penguasa lautan atau Yonko, demi gelar raja bajak laut.

Namun rencana tersebut buyar seiring berjalannya waktu. Keberadaan para Yonko sendiri bahkan baru diungkap secara jelas setelah manga berjalan sepuluh tahun, jauh melewati target tamat yang direncanakan sejak hari pertama.

2. Oda Sensei terlalu asyik mengembangkan cerita

Kru Topi Jerami (dok. Toei Animation/One Piece)

Saat mulai menggambar, Oda Sensei merasa sangat menikmati proses kreatifnya dan membiarkan dunia bajak laut ini mengalir natural. Beliau membebaskan imajinasi tanpa terus terpaku pada rencana plot awal yang kaku.

Saking asyiknya mengeksplorasi cerita, seratus chapter pertama pada akhirnya hanya berfungsi sebagai prolog. Petualangan utama Luffy bahkan baru benar-benar dimulai setelah kru Topi Jerami memasuki perairan Grand Line.

3. Keputusan impulsif memasukkan Shichibukai

Shichibukai (dok. Toei Animation/One Piece)

Ini adalah alasan paling krusial yang membuat cerita memanjang drastis. Oda Sensei menambahkan sistem Shichibukai ke dalam cerita secara mendadak, murni karena angka tujuh terdengar sangat keren.

Nyatanya kelompok antagonis ini malah mendominasi plot utama. Konflik melawan karakter kuat seperti Crocodile hingga Doflamingo akhirnya memakan ratusan chapter dan mengambil hampir separuh dari total keseluruhan cerita.

4. Tambahan karakter Supernova secara dadakan

Generasi Terburuk (dok. Toei Animation/One Piece)

Kejadian impulsif serupa terulang saat kelompok Topi Jerami mendarat di Sabaody. Merasa cerita saat itu kurang seru, Oda Sensei secara spontan menciptakan sebelas karakter baru yang tergabung dalam Supernova.

Karakter dadakan ini justru mengambil peran sangat masif di berbagai saga penting setelah time skip. Tokoh seperti Law dan Kid berkembang menjadi pendorong fokus cerita yang memakan banyak sekali durasi tayang.

5. Efek domino konflik antar faksi

Kuma dan Bonney (dok. Toei Animation/One Piece)

Durasi manga semakin membengkak karena cerita para Shichibukai dan Supernova akhirnya saling tumpang tindih. Kehadiran mereka menciptakan jaring konflik dunia yang jauh lebih luas dan rumit dari perkiraan awal.

Hubungan kompleks antar faksi bajak laut ini membuat penyelesaian satu masalah, memakan waktu yang sangat lama. Oda Sensei harus mengurai setiap benang merah agar perkembangan semua karakter penting, bisa tersampaikan dengan baik.

6. Faktor kesehatan dan penurunan jadwal rilis

Luffy (dok. Toei Animation/One Piece)

Perilisan chapter baru saat ini memakan waktu lebih lama karena Oda Sensei harus sering mengambil jeda istirahat. Industri manga sangat menguras tenaga fisik sehingga jadwal libur rutin diwajibkan demi menjaga kesehatan beliau.

Selain faktor jadwal libur, rata-rata jumlah halaman per chapter belakangan ini juga perlahan menurun menjadi lebih sedikit. Kombinasi jadwal rilis lambat dan pengurangan halaman ini membuat progres cerita berjalan tidak secepat era awal publikasi.

Mengetahui rentetan alasan kenapa One Piece panjang banget, tentu membuat kamu semakin takjub dengan proses kreatif Oda Sensei. Walaupun durasi ceritanya meleset sangat jauh dari rencana awal lima tahun, keputusan menambahkan berbagai karakter dan faksi dadakan inilah yang justru sukses membangun dunia epik tiada tara. Menurutmu, apakah cerita One Piece ini kepanjangan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team