ilustrasi pidato (freepik.com/Wavebreakmedia_micro)
41. Badan kekar umurnya tua
Bawa pedang bukanlah petani
Apa kabar hadirin semua
Selamat datang di acara ini
42. Singgah sebentar di rumah Basir
Meminta tomat dan pepaya
Untuk Anda yang telah hadir
Salam hormat dari saya
43. Jangan berisik naik sepeda motor
Dari kota Solo membawa gitar
Terima kasih saudara moderator
Izinkan saya berpidato sebentar
44. Berlibur ke Tanjung Pinang naik kapal selam
Nunggunya di pinggir dermaga
Ketika ada yang mengucap salam
Harap dijawab dengan lantang dan bertenaga
45. Pagi hari makan kelapa
Rasanya enak bikin tertawa
Kita di sini telah berjumpa
Untuk acara yang istimewa
46. Makan daging kambing gulai
Sambil minum kopi bakara
Dengan bismillah acara dimulai
Saya berpantun untuk buka acara
47. Semua tulisan harus dirangkum
Sebelum dikirim ke Kota Belgia
Ku ucapkan assalamualaikum
Untuk hadirin hadirat yang berbahagia
48. Ada anak pergi dengan ibunya
Jalan-jalan bermain di labirin
Izinkan saya menyapa semuanya
Selamat pagi untuk para hadirin
49. Kopi luwak mahal sekali
Kopi hitam pahit sekali
Hormat kami untuk hadirin
Ijinkan saya mulai acara ini
50. Di kota Padang ada goa keramat
Letaknya dekat dari rumah Si Mamat
Selamat datang hadirin yang terhormat
Semoga senantiasa mendapat rahmat
Itulah kumpulan pantun pembuka pidato yang bisa kamu jadikan inspirasi. Buat audiens terpukau di awal biar betah mendengarkan pidatomu, ya. Semoga bermanfaat!
Mengapa penting menggunakan pantun lucu saat membuka pidato? | Penggunaan pantun lucu berfungsi sebagai ice breaking untuk menarik perhatian audiens sejak detik pertama. Selain itu, pantun dapat menghilangkan suasana kaku, membuat penonton lebih rileks, dan membangun koneksi positif antara pembicara dengan pendengar. |
Bagaimana cara membacakan pantun agar audiens tertawa? | Gunakan intonasi yang jelas dan berikan jeda antara baris sampiran (baris 1 & 2) dengan baris isi (baris 3 & 4). Jangan lupa untuk menunjukkan ekspresi ceria atau tersenyum agar aura lucu dari pantun tersebut tersampaikan kepada audiens. |
Apa yang harus dilakukan jika audiens tidak merespons pantun kita? | Jangan panik atau merasa gagal. Anda bisa menutupnya dengan senyuman dan langsung melanjutkan ke inti pidato dengan percaya diri. Terkadang audiens hanya butuh waktu untuk mencerna rima yang Anda buat. |