El menghadapi wujud asli Mind Flayer. (dok. Netflix/Stranger Things)
Jika kamu pernah mendengar tentang teori lubang cacing, kamu pasti akan segera mengerti hubungan antara Upside Down dan The Abyss. Sederhananya, The Abyss adalah dimensi alternatif, sementara Upside Down adalah lubang cacing itu sendiri. Seperti yang sudah penulis sebutkan, Upside Down hanya berperan sebagai jembatan yang menghubungkan The Abyss dengan dunia manusia.
Itu alasannya, pada musim kelima, para karakter menemukan tembok yang tidak bisa dihancurkan di Upside Down. Para karakter awalnya menduga bahwa tembok tersebut diciptakan oleh Vecna untuk melindungi dirinya sendiri. Mereka juga menduga bahwa Vecna menyembunyikan anak-anak di balik tembok tersebut.
Namun, Dustin Henderson segera menyadari jika tembok tersebut berbentuk bulat layaknya lubang cacing. Sekalipun tembok tersebut bisa dihancurkan, mereka tidak akan menemukan apa-apa selain kehampaan. Pasalnya, Henry tidak menyembunyikan anak-anak di balik tembok tersebut, tetapi dirinya bersembunyi di dimensi lain yang terletak di The Abyss.
Hal ini menjadi alasan kenapa menghancurkan Upside Down adalah satu-satunya cara untuk menghentikan segalanya. Dengan menghancurkan jembatannya, The Abyss tidak lagi terhubung dengan dunia manusia. Menghancurkan Upside Down memang tidak secara otomatis menghancurkan The Abyss juga. Namun, dengan kehancuran Upside Down, The Abyss kehilangan perantara ke dunia manusia. Para monster tidak lagi memiliki portal yang memungkinkan mereka untuk memasuki dunia manusia.
Pada dasarnya, Upside Down bukanlah ancaman utama bagi umat manusia dalam semesta Stranger Things. Ancaman mereka yang sesungguhnya adalah The Abyss. Meski begitu, menghancurkan Upside Down tetap menjadi prioritas. Tanpa Upside Down, The Abyss akan kehilangan koneksi dengan dunia manusia. Jadi, bagaimana menurutmu?