cuplikan adegan dalam film Wuthering Heights (dok. LuckyChap Entertainment/Wuthering Heights)
Perubahan utama lainnya dalam cerita novel klasik Wuthering Heights menyangkut para laki-laki dalam keluarga Cathy. Pasalnya, dalam buku, Tuan Earnshaw dikenal baik hati dan saudara laki-laki Cathy yang pendendam, yaitu Hindley, gak suka kalau ayahnya lebih menyayangi anak angkatnya, yakni Heathcliff. Hal ini pun mengubah Tuan Earnshaw dalam film (diperankan oleh Martin Clunes) menjadi seorang penjudi yang mabuk dan kasar. Nah, dirubahnya sifat karakter ini mengurangi ketegangan cerita.
Demikian pula, pelayan bernama Joseph yang sangat religius, tua, dan pemarah pun menjadi seorang laki-laki tampan yang diperankan oleh Ewan Mitchell, pemeran antagonis dalam film anime House of the Dragon, yang sama jahatnya dengan Cathy dan Heathcliff. Sifatnya gak mirip seperti orang tua. Hal inilah yang semakin mengurangi konflik antara Cathy dan Heathcliff dengan karakter-karakter di sekelilingnya.
Perubahan lain yang cukup kontroversial adalah berubahnya kepribadian Isabella, adik perempuan Edgar. Alison Oliver yang memerankan Isabella digambarkan sebagai seorang yang canggung, kekanakan, penurut, dan gak punya power. Meskipun ia tahu kalau Heathcliff gak akan pernah mencintainya dan hanya memanfaatkannya untuk balas dendam pada Cathy, Isabella pun dengan senang hati menerima, bahkan sampai nurut banget.
Bahkan dalam film, Isabella diperlakukan layaknya seekor anjing beneran, seperti di rantai dan semacamnya. Padahal dalam novel klasiknya, Isabella gak menjadi anjing secara fisik, melainkan hanya diperlakukan layaknya binatang oleh Heathcliff. Yap, seperti selalu nurut dan gak punya pendirian.
Adaptasi Wuthering Heights yang dibintangi Margot Robbie dan Jacob Elordi memang menuai banyak kontroversi. Memang dalam film adegan sensualnya sangat kental terasa, berbeda dengan novel klasiknya. Gak hanya itu, ada juga beberapa perubahan lain, seperti yang sudah kita bahas di atas.