Novel klasik seperti Wuthering Heights dikenal karena emosi liar, karakter rumit, dan lapisan cerita yang dalam. Saat kisah ini diadaptasi ke layar, wajar kalau ada perubahan supaya lebih masuk ke format film dan selera penonton modern. Tapi beberapa perubahan ternyata malah benar-benar menggeser makna cerita asli yang ditulis oleh Emily Brontë ini.
Adaptasi terbaru membuat sejumlah keputusan kreatif yang cukup berani. Mulai dari usia karakter yang diubah sampai struktur cerita yang dipotong drastis. Hasilnya tetap dramatis dan romantis, tapi nuansa moral dan pesan sosialnya jadi terasa berbeda. Berikut lima perubahan adaptasi Wuthering Heights yang paling mengubah makna ceritanya.
