Ketika ditanya oleh salah satu penonton mengenai cara menjadi produktif, Salman menekan penting untuk konsisten. Hal ini yang perlu diperhatikan konten kreator dan pembuat film untuk bisa berjuang menghadapi ruang ekspresi baru. Pola interkasi media sosial memang mengandalkan lima detik pertama dari konten. Setelahnya, penonton akan memutuskan untuk tetap atau lanjut.
"Membuat konten di media sosial rasanya penting untuk otentik. Satu lagi, tidak perlu terlalu overthinking untuk bikin konten. Pelajari algoritma perlu juga tetapi justru jangan malah kehilangan konsistensi," ujar Jason.
Terkait otentik, Angga menambahkan kalau aplikasi sejenis TikTok bisa membantu distribusi konten kepada pasar yang tepat. Pembuat konten tidak perlu memikirkan terlalu dalam terkait genre dari kontennya. Namun, pembuat karya perlu juga memahami identitas otentik yang hendak dibangun. Salman menjelaskan ini agar pembuat karya benar kenal dengan kontennya.
"Kamu bikin konten kelas masak, nih. Tapi, kamu saja takut pegang pisau. Nah, perlu untuk sensitif dahulu dengan dunia di luar. Misalnya, perdalam dulu soal cara memasak. Setelah itu, baru masukkan ilmu dari dunia luar itu ke dalam medium kontenmu," pesan Salman.
Itulah beberapa pesan dari diskusi panel Rise of Vertical Cinema pada gelaran Sundance Film Festival: Asia 2021. Apakah siap untuk membuat konten film vertikal di TikTok sekarang?