Belle harus berpisah dari sang ayah dan menggantikan orang tersayangnya itu menjadi tawanan di kastil menyeramkan (dok. Disney/Beauty and the Beast)
Walaupun bila dipikirkan sekilas, kehidupan Belle tampak jauh dari kisah yang memilukan. Mengingat, ia awalnya hanyalah gadis desa biasa yang akhirnya tinggal di kastil megah dengan perabotan ajaib yang bisa berbicara. Nyatanya, perjalanan hidup Belle tidak semudah kelihatannya. Sejak masih tinggal di desa kecilnya, ia kerap dipandang aneh oleh warga sekitar. Kebiasaannya memilih menyendiri dengan bukunya dibanding menimbrung dengan warga lainnya, membuat Belle sering dianggap berbeda dan tidak seperti gadis desa pada umumnya.
Belum lagi, Belle harus berhadapan dengan Gaston, sosok pria yang bertingkah seolah stalker dan terus memaksanya untuk menikah. Situasinya makin rumit ketika ia mendapat kabar bahwa ayahnya menghilang di hutan. Setelah mencarinya, Belle justru menemukan fakta pahit bahwa ayahnya ditahan di sebuah kastil yang menyeramkan. Di titik inilah Belle dihadapkan pada keputusan yang sangat berat. Rasanya, tidak banyak orang yang mampu bertahan dalam posisi Belle, apalagi harus memilih jadi tawanan dan berpisah dari ayah, satu-satunya keluarga terdekat yang ia miliki.
Setelah menyimak artikelnya, terlihat jelas bahwa sebelum meraih akhir bahagia, para Putri Disney harus melewati perjalanan hidup yang tidak mudah. Banyak dari mereka terjebak dalam hubungan keluarga yang toxic, mengalami isolasi, dan kehilangan kebebasan demi bertahan. Jadi, apakah kamu masih bermimpi menjalani hidup sebagai Putri Disney, setelah tahu kenyataan pahit di balik kisah mereka?