Ada banyak alasan kenapa anime itu menarik. Tak hanya karena ceritanya yang seru, tapi anime juga kadang menyinggung banyak isu di dunia nyata, seperti rasisme dan diskriminasi. Dalam anime, ada beberapa ras dan klan yang kerap mendapatkan diskriminasi hanya karena mereka berbeda atau menjadi korban dari taktik politik. Yuk, simak ulasannya masing-masing!
5 Ras dan Klan Anime yang Kerap Mendapatkan Diskriminasi

Intinya sih...
Banyak anime menggunakan ras dan klan sebagai simbol kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi sistemis.
Diskriminasi tersebut muncul karena perbedaan ras, kekuatan khusus, atau sejarah konflik dengan manusia.
Lewat konflik ini, anime menyoroti rasisme dan penyalahgunaan kekuasaan.
1. Manusia ikan (One Piece)
Semesta One Piece sebenarnya dipenuhi banyak ras yang beragam. Namun, dari semua ras yang ada, manusia ikan yang paling sering mendapatkan perlakuan buruk. Bahkan, tak jarang orang menganggap bahwa manusia ikan hanyalah ikan karena mereka hidup di laut.
Isu rasisme terhadap manusia ikan sebenarnya sudah ada sejak ratusan tahun sebelum seri dimulai. Meski zaman berubah, manusia tetap tidak bisa hidup berdampingan dengan manusia ikan. Karena penampilan mereka yang berbeda, manusia ikan tidak pernah diterima oleh masyarakat.
Sebelumnya, Joy Boy sempat berusaha membawa manusia ikan ke permukaan agar mereka bisa hidup berdampingan dengan manusia. Joy Boy dan para manusia ikan bahkan sempat membuat kapal Noah yang akan membawa para manusia ikan ke permukaan. Sayangnya, Joy Boy gagal menepati janjinya untuk alasan yang masih belum diketahui.
Bukan hanya Joy Boy, Ratu Otohime juga sempat berjuang untuk mengatasi isu rasisme terhadap manusia ikan. Dirinya berjuang keras untuk membuat masyarakat mau menerima manusia ikan. Sayangnya, upaya Otohime juga gagal karena dirinya dibunuh oleh Hody Jones.
2. Klan Uchiha (Naruto)
Perlu diakui jika klan Uchiha memiliki pengaruh besar terhadap Konoha. Jika Madara Uchiha menolak gencatan senjata dari Hashirama Senju, Konoha mungkin tidak akan pernah berdiri. Terlepas dari peran besar mereka, Uchiha justru tidak pernah dipercaya oleh Konoha.
Klan Uchiha dianggap berbahaya sehingga masyarakat berusaha untuk menjaga jarak dengan Uchiha. Kabar bahwa klan Uchiha mendapatkan kekuatan dari kebencian membuat orang-orang takut pada Uchiha. Konoha memberikan urusan kepolisian pada klan Uchiha bukan karena mereka percaya pada Uchiha. Namun, hal tersebut dilakukan hanya sebagai penghormatan secara simbolis agar klan Uchiha merasa diakui.
Diskriminasi terhadap klan Uchiha malah semakin buruk setelah Kurama mengamuk di Konoha. Karena Sharingan bisa mengendalikan Bijū, orang-orang menuduh bahwa klan Uchiha bertanggung jawab atas serangan tersebut. Alhasil, Konoha semakin menjaga jarak dengan memindahkan klan Uchiha ke pinggiran Konoha.
Hal ini yang akhirnya mendorong klan Uchiha untuk melakukan kudeta pada Konoha. Klan Uchiha merasa telah dikhianati sehingga mereka mencoba untuk merebut Konoha. Sayangnya, hal ini justru dimanfaatkan Danzo Shimura untuk kepentingan pribadinya. Alhasil, klan Uchiha harus berakhir tragis karena Itachi Uchiha dipaksa untuk membantai klannya sendiri.
3. Eldian (Attack on Titan)
Pada awalnya, Eldian berpikir bahwa mereka satu-satunya manusia yang masih bertahan di Bumi. Namun, setelah rahasia dunia luar terungkap, Eldian justru merupakan ras yang paling dibenci oleh seluruh dunia. Selain karena bisa menjadi Titan, Eldian juga dibenci karena dosa leluhur mereka, Karl Fritz.
Ratusan tahun sebelum seri dimulai, Karl menjajah banyak negara dengan kekuatan Titan. Ketika semakin tua, Karl berjanji tidak akan menyerang negara lain lagi. Namun, sebagai gantinya, semua orang harus membiarkan Karl menghabiskan sisa usianya di dalam tembok.
Di balik itu, hanya masalah waktu sampai negara-negara lain bersatu untuk balas dendam pada Eldian. Menjelang akhir seri, Marley sudah menyiapkan pasukan untuk menghancurkan Paradis. Namun, Eren memilih untuk menghancurkan dunia guna melindungi kampung halamannya.
4. Ishvalan (Fullmetal Alchemist: Brotherhood)
Meski masih bagian dari Amestris, Ishval memiliki budaya yang sangat jauh berbeda dengan Amestris. Masyarakat Ishval terkenal sangat religius, sementara Amestris adalah negara sekuler. Karena adanya perbedaan budaya dan keyakinan, Ishval tidak pernah mendapatkan perlakuan yang layak dari Amestris.
Itu alasannya, Amestris siap untuk menghancurkan Ishval kapan saja jika membuat masalah. Sayangnya, isu ini dimanfaatkan oleh Father. Diskriminasi terhadap Ishval digunakan Father untuk menghancurkan Ishval.
Pada awalnya, Perang Saudara Ishval diduga disebabkan karena perbedaan budaya. Namun, Ishval sebenarnya hanya membalas kejahatan Amestris. Pasalnya, perang ini berawal dari Envy, yang menyamar sebagai Alkemis Negara Amestris. Ia membunuh anak kecil di Ishval. Hal tersebut memicu konflik antara Ishval dan Amestris. Hal tersebut akhirnya berakhir pada genosida terhadap Ishvalan.
5. Ghoul (Tokyo Ghoul)
Pada awalnya, Ghoul diperkenalkan sebagai monster yang suka memakan manusia. Namun, setelah melihat dari sudut pandang Ghoul, siapa yang benar dan salah menjadi abu-abu. Pada dasarnya, Ghoul juga tidak jauh berbeda dari manusia biasa.
Konflik antara manusia dengan Ghoul begitu rumit karena keduanya sama-sama hanya ingin bertahan hidup. Membunuh manusia memang tetap merupakan kejahatan. Namun, Ghoul juga tidak memiliki pilihan lain karena mereka tidak bisa memakan makanan manusia.
Diskriminasi terhadap Ghoul juga merupakan salah satu cara bagi manusia untuk bertahan hidup. Jika tidak begitu, Ghoul hanya akan semakin bebas untuk membunuh manusia. Masyarakat sengaja memasang tembok karena mereka tidak mau berakhir dimakan oleh Ghoul.
Isu rasisme ada karena pada dasarnya manusia tidak menyukai orang yang berbeda. Diskriminasi tidak hanya datang dari kebencian, tetapi juga kadang dari suatu masyarakat yang ingin terlihat superior. Jadi, bagaimana menurutmu? Kamu tahu cara menyelesaikan kelima diskriminasi di atas?