Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Rekomendasi Film Bersahaja untuk Ditonton saat Lebaran
film Under the Fig Trees (dok. Luxbox Films/Under the Fig Trees)
  • Artikel ini merekomendasikan enam film bersahaja dari berbagai negara yang cocok ditonton saat libur Lebaran, mulai dari Tunisia, Iran, Arab Saudi, India, Spanyol hingga Prancis.
  • Setiap film menyoroti kehidupan sederhana dan nilai-nilai kemanusiaan melalui sudut pandang anak-anak atau keluarga, menghadirkan kisah yang hangat dan reflektif.
  • Rekomendasi film dapat diakses di berbagai platform streaming seperti MUBI, Netflix, dan KlikFilm untuk menemani suasana Lebaran dengan tontonan bermakna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebelum era media sosial, hiburan utama orang-orang pada masa lalu didominasi televisi. Saat musim liburan datang, televisi pun akan memutar film-film sesuai tema. Kalau menjelang Lebaran, acara yang diputar pun tak jauh dari sinema-sinema bersahaja asal Timur Tengah. Bisa juga berupa drama keluarga yang bisa ditonton segala usia. 

Intinya, pada masa itu pihak televisi adalah kurator film untuk penonton massal. Beda dengan sekarang. Kemunculan layanan media over-the-top (OTT) membuatmu bisa jadi kurator film sendiri. 

Belum tahu mau kurasi film apa saja untuk temani libur Lebaran nanti? Coba gunakan rekomendasi film bersahaja berikut ini sebagai inspirasinya. Disarikan dari berbagai layanan OTT yang tersedia di Indonesia. 

1. Under the Fig Trees (2021)

film Under the Fig Trees (dok. Luxbox Films/Under the Fig Trees)

Biasanya film berlatar pedesaan akan memotret kehidupan warga negara senior alias lansia. Ini sesuai dengan fakta bahwa anak-anak muda lebih tertarik untuk merantau ke kota besar. Sutradara Erige Sehiri mencoba pendekatan yang berbeda. Ia memilih mengikuti kehidupan sekelompok remaja Tunisia yang bekerja di perkebunan saat libur sekolah. 

Kebanyakan dari mereka memerankan diri sendiri. Uniknya, meski tergolong amatir, akting mereka natural. Kamu akan disuguhi lanskap pedesaan Tunisia yang asri sembari mendengarkan pergunjingan anak muda di bawah pohon-pohon fig. Minimalis, tapi seru diikuti. 

2. Where is the Friend's House? (1987)

film Where Is the Friend's House (dok. Farabi Cinema Foundation/Where Is the Friend's House)

Where is the Friend's House? adalah tipe mahakarya klasik yang setidaknya harus kamu tonton sekali seumur hidup. Latarnya sebuah pedesaan di Iran pada tahun 1980-an dengan lakon seorang bocah bernama Ahmed. Ia tak sengaja membawa pulang buku tugas teman sekelasnya dan merasa bersalah. 

Meski dilarang ibunya, ia nekat mencari rumah sang kawan sekelas seorang diri. Hanya dengan bekal nama depan dan nama belakang, Ahmed harus berjibaku dengan waktu yang terus mengejar.

Dari sudut pandang Ahmed yang polos dan premisnya yang sederhana, sutradara Abbas Kiarostami berhasil memotret kultur serta situasi politik ekonomi Iran pada masa itu. Kalau penasaran, film klasik Iran ini sedang tayang di MUBI. 

3. Wadjda (2012)

film Wadjda (dok. Razor Film Produktion/Wadjda)

Formula Abbas Kiarostami tadi bak perintis untuk film-film serupa beberapa dekade kemudian. Wadjda adalah salah satu sinema yang menggunakan sudut pandang anak-anak untuk memotret kondisi masyarakat di satu tempat. 

Judulnya diambil dari nama sang lakon, bocah perempuan yang ingin sekali bisa bersepeda. Namun, bias gender di Arab Saudi membuat cita-cita sederhananya itu mustahil. Petualangan Wadjda juga disiarkan lewat layanan streaming MUBI. 

4. DHH (2017)

film DHH (dok. Amdavad Films/DHH)

DHH juga bisa jadi opsi film yang cocok ditonton saat libur lebaran. Film India ini mengikuti keseharian tiga teman sekelas. Sebagai anak-anak masalah mereka pun khas. Tak jauh-jauh dari ujian dan hubungan mereka dengan orang-orang dewasa di sekitarnya. 

Terkadang masalah mereka dianggap sepele, padahal untuk anak-anak masalah itu bisa jadi tantangan terbesar dalam hidup mereka. Itu pesan yang hendak disampaikan film komedi ini. DHH bisa kamu saksikan di Netflix. 

5. Alcarras (2022)

film Alcarras (dok. MK2 Films/Alcarras)

Drama dengan latar Catalunya ini juga bisa kamu tonton ramai-ramai bareng keluarga besar. Lakonnya adalah belasan anggota keluarga Sole yang selama beberapa generasi tinggal dan hidup dari sebuah perkebunan buah. Tanpa sadar, selama ini mereka tidak memiliki sertifikat kepemilikan yang sah. 

Saat si empunya tanah berubah pikiran, keluarga Sole pun terpaksa harus angkat kaki dari perkebunan tersebut. Dinamis, kompleks, lengkap dengan adegan haru, ini salah satu drama keluarga yang wajib ditonton. Apalagi kalau kamu menyukai muatan sosial ekonomi dalam film, bisa membuka ruang diskusi, nih. Alcarras sedang tayang di MUBI. 

6. The New Kid (2015)

film The New Kid (dok. Recifilms/The New Kid)

The New Kid berlakonkan Benois, bocah 12 tahun di Prancis yang baru saja masuk SMP. Upayanya untuk punya teman gagal total. Benois pun masuk dalam hierarki terendah dalam pergaulan, yakni anak-anak yang sering sendirian atau dianggap "aneh. 

Awalnya mengingkari dan enggan, Benois justru menemukan kenyamanan saat bersama teman-teman baru di grup tersebut. Petualangan Benois dan kawan-kawan mencari jati dirinya bisa kamu saksikan lewat KlikFilm. 

Mungkin tidak semua film di atas masuk dalam seleramu. Namun, kamu bisa menjadikannya inspirasi untuk bikin daftar film libur Lebaran sendiri. 

FAQ seputar film bersahaja untuk ditonton saat lebaran

Apa judul film Indonesia yang sangat direkomendasikan karena kesederhanaan ceritanya?

Keluarga Cemara. Film ini adalah potret nyata tentang bagaimana sebuah keluarga tetap bersatu dan bahagia meskipun harus menghadapi kesulitan ekonomi. Pesannya sangat jelas: harta yang paling berharga adalah keluarga.

Film apa yang cocok ditonton untuk mengenang indahnya persahabatan masa kecil?

Laskar Pelangi. Meskipun sudah menjadi film klasik, perjuangan sepuluh anak di Belitung untuk mendapatkan pendidikan ini selalu memberikan inspirasi dan rasa syukur, sangat pas ditonton bersama keluarga besar di hari raya.

Apa film yang direkomendasikan bagi mereka yang menyukai nuansa pedesaan yang tenang?

Little Forest (baik versi Jepang maupun Korea). Film ini bercerita tentang seorang wanita yang kembali ke desa halamannya untuk bertani dan memasak makanan tradisional. Film ini sangat menenangkan (healing) dan mengingatkan penonton pada nikmatnya kesederhanaan hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team