Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ibu dan anaknya menonton film bersama saat Imlek
ilustrasi ibu dan anaknya menonton film bersama saat Imlek (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Intinya sih...

  • Gie (2005) mengangkat kisah hidup Soe Hok Gie dan nilai kejujuran.

  • The Photograph (2007) menyoroti hubungan antargenerasi dan keragaman dalam etnis Tionghoa di Indonesia.

  • Ngenest (2015) mengangkat isu SARA, perundungan, dan stereotip terhadap etnis Tionghoa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perayaan Imlek gak hanya identik dengan hidangannya yang khas, tetapi juga menjadi momen berharga untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Di momen ini, suasana kebersamaan tentu akan makin hangat jika kamu bisa menonton film bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

Jika kamu masih bingung menentukan pilihan film yang mengangkat tema Imlek, IDN Times akan memberikan rekomendasi film Imlek Indonesia yang tepat untuk menemani perayaan Imlek kamu dan keluarga di tahun ini. Jadi, simak artikelnya sampai habis, ya!

1. Gie (2005)

Rekomendasi film Imlek Indonesia yang pertama ada Gie yang dirilis pada tahun 2005. Film biografi karya Riri Riza ini mengangkat kisah hidup Soe Hok Gie, pemuda keturunan Tionghoa yang dikenal sebagai aktivis dan penulis kritis di era 1960-an.

Dibintangi oleh Nicholas Saputra, Gie mengangkat perjuangan tokoh Soe Hok Gie ketika melawan ketidakadilan, sekaligus menunjukkan nilai kejujuran yang ia pegang teguh. Sebagai salah satu film Indonesia bertema etnis Tionghoa, Gie mampu menginspirasi penonton melalui perjalanan hidup tokoh legendaris ini.

2. The Photograph (2007)

Selanjutnya, ada film pendek berjudul The Photograph yang disutradarai oleh Nan Achnas. Film bergenre slice of life ini mengisahkan Pak Johan (Lim Kay Tong), seorang fotografer berdarah Tionghoa yang bertemu dengan Sita (Shanty), seorang perempuan penghibur.

Meski terpaut usia yang cukup jauh, keduanya menjalani hubungan platonik yang penuh makna. Film ini cocok untuk kamu tonton saat Imlek karena menyoroti hubungan antargenerasi serta keragaman dalam etnis Tionghoa di Indonesia.

3. Ngenest (2015)

Ngenest adalah film komedi garapan Ernest Prakasa yang mengangkat kehidupan keluarga Tionghoa di era Orde Baru. Dibintangi langsung oleh Ernest Prakasa, film ini menceritakan seorang pemuda keturunan Tionghoa yang berusaha diterima di lingkungan sosialnya dengan menikahi perempuan pribumi.

Dengan premis yang kocak namun bermakna, Ngenest mengangkat isu SARA, perundungan, dan stereotip terhadap etnis Tionghoa dengan cara yang unik dan menghibur. Film ini wajib banget masuk watchlist!

4. Langit Masih Gemuruh (2015)

Masih di tahun yang sama, rekomendasi film Imlek Indonesia selanjutnya ada film pendek berjudul Langit Masih Gemuruh. Film karya Jason Iskandar ini mengangkat peristiwa kerusuhan di bulan Mei 1998.

Meskipun tanpa dialog, Langit Masih Gemuruh berhasil menggambarkan perjalanan seorang ibu yang pulang untuk menjemput anaknya di tengah situasi kerusuhan. Walaupun gak secara langsung mengangkat perayaan Imlek, Langit Masih Gemuruh penting ditonton sebagai pengingat sejarah kelam dan refleksi terhadap kebencian yang pernah dialami etnis Tionghoa di Indonesia.

5. Cek Toko Sebelah (2016)

Lanjut ke film komedi Cek Toko Sebelah, film keluarga karya Ernest Prakasa ini menyoroti kehidupan keluarga Tionghoa yang memiliki usaha toko kelontong. Cek Toko Sebelah menceritakan kisah Erwin (Ernest Prakasa), seorang sarjana pintar yang pulang kampung karena ayahnya ingin mewariskan toko sembako keluarga.

Konfliknya mulai muncul saat kakaknya merasa sebagai anak sulung dan berhak mewarisi toko tersebut. Dipenuhi adegan lucu dan emosional, Cek Toko Sebelah berhasil memperlihatkan dinamika kekeluargaan dan nilai tradisi Tionghoa.

6. The Last Barongsai (2017)

Rekomendasi film Imlek Indonesia selanjutnya adalah The Last Barongsai yang mengangkat tema pelestarian budaya barongsai. Film drama karya Ario Rubbik ini menceritakan kisah Aghuan, pemuda keturunan Tionghoa yang dihadapkan pada pilihan sulit antara melanjutkan sekolah ke luar negeri atau mempertahankan tradisi barongsai keluarganya.

Dibintangi oleh Tio Pakusadewo dan Dion Wiyoko, The Last Barongsai akan pas untuk ditonton saat Imlek karena menekankan pentingnya menjaga warisan budaya China di Indonesia. Sudah pernah nonton filmnya, belum?

7. Dimsum Martabak (2018)

Bagi penggemar film romance comedy, Dimsum Martabak tentu akan sangat cocok masuk watchlist-mu. Film Dimsum Martabak menceritakan tentang Mona (Ayu Ting Ting), tulang punggung keluarga yang bekerja di restoran Tionghoa milik Koh Ah Yong (Chew Kin Wah) dengan menu andalan dimsum.

Setelah dipecat karena kesalahpahaman, Mona bergabung dengan bisnis food truck martabak yang dijalankan Soga Soga (Boy William) dan Dudi (Acho Muhadkly). Perpaduan budaya Tionghoa melalui restoran dimsum dan kisah cinta yang romantis membuat film ini cocok ditonton sebagai hiburan saat Imlek bersama keluarga.

8. Susi Susanti: Love All (2019)

Selanjutnya, ada film biografi inspiratif Susi Susanti: Love All. Film ini mengisahkan perjalanan legenda bulu tangkis Indonesia berdarah Tionghoa yang diperankan oleh Laura Basuki. Susi Susanti: Love All menceritakan tentang perjuangan Susi Susanti meraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 sekaligus tantangan identitas kewarganegaraan yang dihadapinya di masa Orde Baru.

Selain menyuguhkan kisah olahraga yang seru, film ini sarat nilai patriotisme dan cocok ditonton saat Imlek karena memunculkan rasa bangga terhadap atlet keturunan Tionghoa yang berprestasi untuk Indonesia.

9. Teka Teki Tika (2021)

Teka Teki Tika merupakan salah satu film drama misteri karya Ernest Prakasa yang menyajikan konflik dalam sebuah keluarga besar. Kisahnya bermula ketika Budiman (Ferry Salim) dikejutkan oleh kehadiran seorang perempuan muda bernama Tika yang mengaku sebagai anak kandungnya.

Kehadiran Tika (Sheila Dara) justru memicu terbongkarnya rahasia lama dan konflik internal dalam keluarga. Meski tidak berlatar Imlek, film ini masuk dalam rekomendasi film Imlek Indonesia karena menampilkan dinamika keluarga Tionghoa-Indonesia serta nilai kejujuran dan penerimaan dalam keluarga.

10. Vania on Lima Street (2022)

Rekomendasi terakhir adalah film pendek Vania on Lima Street karya Bayu Prihantoro Filemon. Dirilis pada 2022, film ini bercerita tentang Vania, gadis kecil berusia 7 tahun yang dengan berani menyelamatkan seorang pencuri motor dari amukan massa.

Dengan latar tempat di Yogyakarta, film ini menonjolkan keberanian, empati, dan kepedulian sesama manusia. Kisahnya sederhana tapi menyentuh dan penuh pesan kebaikan, cocok jadi tontonan saat Imlek!

Itulah deretan rekomendasi film Imlek Indonesia yang bisa menemani perayaan Imlek tahun ini. Ada yang mengangkat tentang budaya, sejarah, hingga nilai kehidupan etnis Tionghoa di Indonesia. Jadi, sudahkah kamu menentukan watchlist film untuk ditonton bersama keluarga di Imlek kali ini?

FAQ seputar film Imlek Indonesia

Apa itu film Imlek Indonesia?

Film Imlek Indonesia adalah film lokal yang mengangkat tokoh, budaya, atau kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Apakah film Imlek Indonesia selalu berlatar perayaan Imlek?

Tidak selalu. Banyak film yang menampilkan nilai budaya Tionghoa tanpa menampilkan perayaan Imlek secara eksplisit.

Apakah film-film ini cocok ditonton bersama keluarga?

Sebagian besar film dalam daftar ini cocok ditonton bersama keluarga karena mengangkat tema kebersamaan, perjuangan, dan nilai kehidupan.

Editorial Team