Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Respons Kocak Nadhif Basalamah soal Lirik Lagu Penjaga Hati yang Viral
potret Nadhif Basalamah di kantor Trinity Optima Production, Kamis (9/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Nadhif Basalamah menanggapi santai tren meme lirik 'Penjaga Hati' di TikTok dan menganggapnya lucu, meski liriknya dinilai hiperbola oleh netizen.
  • Ia menjelaskan bahwa lagu 'Penjaga Hati' dibuat sebagai medium untuk mengekspresikan perasaan cinta, bukan untuk dimaknai secara harfiah.
  • Nadhif mengungkapkan inspirasi penulisan lagunya berasal dari John Mayer, Dewa 19, serta karya-karya Jalaluddin Rumi yang bernuansa sufisme.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kesuksesan lagu “Penjaga Hati” tak hanya membuat nama Nadhif Basalamah semakin dikenal luas, tetapi juga melahirkan berbagai tren di media sosial, terutama TikTok.

Salah satu yang paling ikonik adalah potongan lirik lagu tersebut yakni, “Kan ku arungi tujuh laut samudra, kan ku daki Pegunungan Himalaya” sempat ramai dijadikan sebagai bahan meme dan konten receh netizen karena dianggap terlalu dramatis dalam menggambarkan besarnya perjuangan seseorang saat jatuh cinta.

Nah ternyata, Nadhif juga aware dengan tren tersebut. Menariknya, bukannya merasa terganggu, ia justru menanggapinya dengan santai, bahkan memberikan reaksi kocak, lho. Lantas, apa kata Nadhif?

1. Respons kocak Nadhif Basalamah soal meme lirik Penjaga Hati: “Aku jemput mantan ke Bintaro juga males”

potret Nadhif Basalamah di kantor Trinity Optima Production, Kamis (9/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam sesi press conference yang berlangsung di kantor Trinity Optima Production, Jakarta, Nadhif Basalamah mengaku mengetahui tren meme yang menggunakan penggalan lirik lagu “Penjaga Hati”. Menurutnya, berbagai konten receh hingga parodi yang memuat lirik “Kan ku arungi tujuh laut samudra” dan “Kan ku daki Pegunungan Himalaya” memang kerap muncul di FYP TikTok-nya.

Terkait hal itu, Nadhif pun memberikan respons santai. Ia memandang fenomena tersebut sebagai sesuatu yang lucu.

“Menurutku itu sesuatu yang lucu lah. Memang kan karena lagunya viral di TikTok. Kontennya muncul sendiri, kan? Konten-konten yang kayak naik Himalaya, ntar gunungnya jawab, ‘Apa lu,’” kata Nadhif sambil tertawa.

Nadhif pun tak menampik bahwa lagu tersebut memang menggunakan diksi yang cukup dramatis dan hiperbola. Padahal, boro-boro mengarungi tujuh laut samudra ataupun mendaki Pegunungan Himalaya, untuk menjemput mantan ke Bintaro pun ia merasa malas. Hihihi~

Meski begitu, Nadhif tetap merasa bersyukur karena gaya bahasa hiperbola dalam lagu tersebut justru membuat “Penjaga Hati” semakin viral dan dikenal lebih banyak orang.

“Untung lagu itu, orang kenal juga. Tapi sebenarnya untukku sendiri ya lucu. Karena ya gitu, aku jemput mantan ke Bintaro juga males. Jadi emang segitunya,” lanjut Nadhif memancing gelak tawa.

2. Nadhif berharap lagu “Penjaga Hati” bisa menjadi medium untuk menyampaikan perasaan

potret Nadhif Basalamah di kantor Trinity Optima Production, Kamis (9/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Di balik penggalan liriknya yang viral di media sosial, Nadhif mengungkapkan bahwa lagu “Penjaga Hati” sebenarnya dibuat sebagai medium bagi para pendengarnya untuk menyampaikan perasaan mereka. Menurutnya, setiap orang memiliki cara masing-masing dalam mengekspresikan rasa cinta, dan lagu tersebut pun hadir untuk mewakili perasaan yang terkadang sulit diungkapkan lewat kata-kata.

“Sebenarnya emang seringan itu, maksudnya gak seserius itu. Tulisan-tulisanku juga cuma jadi medium untuk orang deliver perasaannya. Bahwasanya kalau lo lagi jatuh cinta sama orang, lo akan bikin apa aja buat dia,” lanjutnya.

Jadi menurut Nadhif, lirik mengarungi tujuh laut samudra hingga mendaki Pegunungan Himalaya bukanlah sesuatu yang perlu dimaknai secara harfiah. Melainkan, penggambaran tentang besarnya usaha dan perasaan seseorang ketika sedang jatuh cinta.

3. Ungkap referensi diksi dalam penulisan lagu

potret Nadhif Basalamah di kantor Trinity Optima Production, Kamis (9/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Tidak hanya membahas soal fenomena lirik “Penjaga Hati”, penyanyi berusia 26 tahun tersebut juga antusias mengungkap sejumlah sosok yang menjadi inspirasinya dalam menulis lagu. Nadhif mengaku banyak belajar dari musisi yang memiliki cara kuat dalam menyampaikan pesan lewat lirik.

Nah, untuk referensi musisi internasional, Nadhif menyebut John Mayer sebagai salah satu sosok yang ia kagumi. Menurutnya, John Mayer memiliki gaya penulisan yang lugas karena mampu menyampaikan apa yang ingin ia ceritakan melalui lirik.

Sementara dari musisi lokal, Nadhif mengaku mengagumi pilihan diksi dalam karya-karya Dewa 19. Ia juga menyebut sempat mempelajari tulisan-tulisan Jalaluddin Rumi yang menurutnya memiliki nuansa sufisme.

“Kalau di lokal sih yang diksinya tuh keren, kita gak bisa pungkiri, Dewa ya. Gua sedikit-banyaknya juga belajar baca tulisan-tulisannya Rumi. Jadi agak sedikit sufism gitu. Tapi yang beda lah, maksudnya yang aku tahu gak semuanya, tapi aku suka bacaan-bacaan kayak gitu.”

Curated For You

Editorial Team

Related Article