potret Reza Rahadian (youtube.com/IDN Times)
Dalam kesempatan yang sama, Reza Rahadian juga mengenang momen perdananya menginjakkan kaki di lokasi syuting pada 15 April 2005. Reza mengaku saat itu ia merasa terkesan bisa melihat langsung angle-angle kamera, lighting, hingga para pemain yang berkumpul. Bagi Reza, momen tersebut sekaligus menjadi pengalaman yang memberinya banyak pelajaran tentang produksi syuting.
“Di situlah saya belajar mengenai, ‘Oh, ada kamera akan diletakkan di angle-angle yang berbeda, mengambil gambar dari sudut-sudut yang berbeda.’ Kemudian saya mengenal istilah blocking, ruang yang saya gak boleh crossing dan yang saya bisa crossing, dan lain-lain.”
Reza menceritakan bahwa awal kariernya juga bukan tanpa perjuangan. Ia pun tak menampik bahwa saat syuting sinetron pertamanya ia sempat merasa capek fisik karena harus syuting di Sunda Kelapa, Jakarta Utara, sementara rumahnya berada di Jakarta Selatan. Namun, karena semangat muda yang membara, ia pun tetap gigih.
“Sinetron pertama saya itu syuting di daerah Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Rumah saya di Jakarta Selatan. Jadi jauh sekali jaraknya, jadinya kalau masalah fisik capek pasti, tapi sebagai spirit anak muda masa itu, hajar sikat, yang penting semangat kerja walaupun jarak jauh dan segala macam.”
Selain sering pulang jam setengah tiga pagi, ia pun terkadang menginap di lokasi syuting yang berada di salah satu kampus hingga mandi di toilet umum karena waktu yang mepet.