Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Arzé
Arzé (dok. Ambient Light/Arzé)

Intinya sih...

  • Arzé menunjukkan bagaimana konflik kecil bisa membuka potret besar krisis ekonomi dan absennya negara.

  • Pencarian motor curian menjadi cara film ini membedah sektarianisme dan fragmentasi sosial di Lebanon.

  • Relasi ibu dan anak menegaskan bahwa kebijakan politik sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa sangka sebuah kasus pencurian motor bisa bikin relasi ibu dan anak laki-lakinya berubah selamanya. Ini yang digambarkan film Lebanon berjudul Arzé. Film yang sempat tayang di beberapa festival ini dirilis global pada 2024 dan jadi semacam hidden gem. Publisitasnya minim, padahal ceritanya berdampak besar.

Hanya pakai satu konflik utama, Arzé berhasil mengekspos banyak isu sosial politik Lebanon lewat beberapa subplotnya. Apa, sih, istimewanya film ini? Berikut ulasan singkatnya.

Sinopsis Arzé

Arzé bercerita tentang Arzé, seorang ibu tunggal di Beirut yang mengandalkan bisnis pai rumahan untuk menghidupi keluarganya. Ketika motor yang menjadi penopang usahanya dicuri, Arzé dan putranya, Kinan, menyusuri kota untuk mencari dan berhadapan dengan realitas sosial Lebanon yang terpecah. Dari konflik sederhana itu, film ini menyingkap dampak krisis ekonomi dan kebijakan politik terhadap relasi keluarga serta masa depan generasi muda.

Arzé
2024
4.5/5
Directed by Mira Shaib
ProducerLouay Khraish, Faissal Sam Shaib, Zeina Badran
WriterLouay Khraish, Faissal Sam Shaib
Age Rating13+
Genredrama keluarga, satire, komedi
Duration93 Minutes
Release Date22-8-2024
Themeibu tunggal, krisis ekonomi, sektarianisme, relasi keluarga, dampak kebijakan politik
Production HouseAmbient Light, Spotless Mind Films
Where to WatchKlikFilm
CastDiamand Abou AbboudBilal Al HamwiBetty Taoutel

Trailer Arzé

1. Film tentang perjuangan ibu tunggal bertahan hidup di negara korup

Arzé (dok. Ambient Light/Arzé)

Film dibuka dengan adegan Arzé (Diamand Abou Abboud), perempuan 30-an menyusuri jalanan Lebanon untuk mengantar pai pesanan pelanggan. Sepulang dari kegiatan ini, Mira Shaib sang sutradara memperkenalkan kita pada anggota keluarga Arzé, yakni kakak perempuannya, Layla (Betty Taoutel), dan putra Arzé yang masih remaja, Kinan (Bilal Al Hamwi). Arzé bisa dibilang kepala keluarga rumah itu. Lewat bisnis pai tersebut, Arzé jadi tulang punggung keluarga. Layla sesekali membantu dan Kinan yang menolak mendaftar ke perguruan tinggi akhirnya berperan sebagai pengantar pesanan.

Dari sini, lore ketiga karakter itu diulik dengan perlahan dan rapi. Arzé membesarkan Kinan tanpa suaminya yang katanya bekerja di luar negeri. Namun, melihat dirinya harus bekerja keras siang malam memasak dan mengantar pai, ada indikasi kalau ia tak dapat dukungan finansial dari sang suami. Apesnya lagi, Arzé tinggal di Lebanon yang sudah bertahun-tahun mengalami krisis ekonomi akibat kesalahan kalkulasi kebijakan dan korupsi yang membudaya. Seperti banyak negara korup lainnya, jadi pelaku usaha kecil merupakan jalan ninja seseorang untuk bertahan hidup.

2. Menguak fenomena sektarianisme di Lebanon

Arzé (dok. Ambient Light/Arzé)

Absennya dukungan pemerintah makin jelas ketika suatu hari motor skuter, yang dibeli Arzé dengan mencicil, dicuri orang. Motor itu awalnya ia beli untuk mengembangkan bisnis painya. Harapannya Kinan bisa mengantar lebih banyak pesanan dalam sehari dengan motor itu. Arzé bahkan menggunakan uang tabungannya untuk membeli mikser baru. Sayang, visinya terancam hangus begitu saja saat tragedi curanmor menimpanya.

Bersama Kinan, Arzé nekat menyusuri Kota Beirut untuk mencari keberadaan motor tersebut. Itu mereka lakukan setelah polisi tak menunjukkan keseriusan membantu mereka. Di sinilah, keragaman Lebanon yang tersegregasi diungkap. Setiap kali frasa motor curian disebut, orang akan mengarahkan mereka untuk mencoba mencarinya di wilayah pemukiman komunitas lain yang mereka anggap lebih rendah.

Secara tak langsung, Shaib sedang mengajak kita menyelami sektarianisme di Lebanon, fenomena terpecahnya masyarakat karena perbedaan aliran kepercayaan. Arzé dan Kinan bertemu lima komunitas berbeda, yakni Sunni, Shia, Maronite, Kristen Ortodoks, dan pengungsi Arab Palestina. Adegan saat ibu dan anak ini harus beradaptasi dengan komunitas yang mereka datangi dikemas kocak, tetapi juga mencerahkan.

3. Pengingat kalau hidup kita begitu lekat dengan kebijakan politik

Arzé (dok. Ambient Light/Arzé)

Dinamika hubungan ibu dan anak yang mencari motor curian uniknya membuka banyak kotak pandora lain. Selain sektarianisme dan absennya pemerintah, beberapa detail tentang ayah Kinan diungkap. Begitu pula dengan kondisi mental Layla, ia terguncang karena tewasnya sang suami saat jadi pekerja migran di luar negeri. Seperti ayahnya, Kinan bermimpi untuk pergi dari Lebanon yang menurutnya tak punya masa depan.

Detail-detail tadi seolah jadi pengingat betapa dekatnya kebijakan politik dengan hidup kita. Kinan fatherless, Layla kehilangan suaminya, dan Arzé harus kerja banting tulang karena negara gagal menyediakan lapangan kerja layak untuk warga. Menguatnya sektarianisme tak luput dari kegagalan pemerintah mengeluarkan terobosan yang inklusif. Seperti kita tahu, absennya pemerintah jadi celah untuk kelompok-kelompok komunitas mengisolasi dan mengeksklusifkan diri dengan membangun fasilitas kesehatan, keuangan, bahkan keamanan sendiri.

Unik juga terobosan Mira Shaib. Dengan satu konflik saja, kita dibikin melek tentang situasi sosial politik ekonomi di Lebanon. Meski tak bisa dijamin akurat 100 persen, Arzé berhasil membuka mata khalayak luas. Pada akhirnya, banyak isu dalam film itu yang familier dengan pengalaman penonton global, termasuk Indonesia. Sudah nonton atau tertarik membuktikannya? Coba bagikan juga pendapatmu soal film ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎