Arzé (dok. Ambient Light/Arzé)
Absennya dukungan pemerintah makin jelas ketika suatu hari motor skuter, yang dibeli Arzé dengan mencicil, dicuri orang. Motor itu awalnya ia beli untuk mengembangkan bisnis painya. Harapannya Kinan bisa mengantar lebih banyak pesanan dalam sehari dengan motor itu. Arzé bahkan menggunakan uang tabungannya untuk membeli mikser baru. Sayang, visinya terancam hangus begitu saja saat tragedi curanmor menimpanya.
Bersama Kinan, Arzé nekat menyusuri Kota Beirut untuk mencari keberadaan motor tersebut. Itu mereka lakukan setelah polisi tak menunjukkan keseriusan membantu mereka. Di sinilah, keragaman Lebanon yang tersegregasi diungkap. Setiap kali frasa motor curian disebut, orang akan mengarahkan mereka untuk mencoba mencarinya di wilayah pemukiman komunitas lain yang mereka anggap lebih rendah.
Secara tak langsung, Shaib sedang mengajak kita menyelami sektarianisme di Lebanon, fenomena terpecahnya masyarakat karena perbedaan aliran kepercayaan. Arzé dan Kinan bertemu lima komunitas berbeda, yakni Sunni, Shia, Maronite, Kristen Ortodoks, dan pengungsi Arab Palestina. Adegan saat ibu dan anak ini harus beradaptasi dengan komunitas yang mereka datangi dikemas kocak, tetapi juga mencerahkan.