Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Review Film Bidadari Surga, Komedi Religi yang Relate dengan Gen-Z.jpg
Bidadari Surga (dok. Max Pictures/Bidadari Surga)

Di awal tahun 2026, Max Pictures kembali merilis film drama-religi berbalut komedi berjudul Bidadari Surga. Dibintangi pasangan suami istri Rey Mbayang dan Dinda Hauw, film ini membawa cerita yang ringan, kekinian, dan dekat dengan realitas. Sejak menit awal, Bidadari Surga tidak datang dengan ambisi besar, melainkan menawarkan hiburan sederhana yang membuat penonton tersenyum.

Dengan narasi yang santai dan dialog yang terasa akrab, film ini berbicara tentang cinta, pencarian jati diri, dan proses hijrah yang dibungkus lewat sudut pandang anak muda masa kini. Lalu, apakah film ini wajib ditonton? Simak ulasan lengkapnya di bawah!

Sinopsis Bidadari Surga (2026)

Bidadari Surga mengisahkan Taufan (Rey Mbayang), seorang YouTuber sukses yang dikenal lewat konten prank dan kontroversial. Hidupnya yang serba instan berubah ketika ia bertemu Nadia Suciningrum (Dinda Hauw), putri seorang kiai terpandang, Kiai Sahid (Indro Warkop), yang taat dan memegang prinsip kuat.

Konflik bermula saat Taufan meminta Nadia melepas hijab demi konten video. Alih-alih luluh, Nadia menolak keras. Sikap tegas inilah yang justru membuat Taufan tertarik dan mendorongnya untuk serius mengejar Nadia, meski latar belakang mereka bertolak belakang. Demi mendapatkan cinta Nadia sekaligus restu sang kiai, Taufan harus menjalani perjalanan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Mampukah ia melakukannya?

Bidadari Surga
2025
3/5
Directed by Indra Gunawan
ProducerAgung Haryanto, Mala Shinta
WriterAlii Farighi
Age RatingR13
GenreRomance, drama, comedy
Duration80 Minutes
Release Date15 Januari
ThemeReligious Comedy
Production HouseMax Pictures
Where to WatchBioskop
CastRey Mbayang, Dinda Hauw, Indro Warkop, Tomy Babap, Ibnu Wardani

Trailer Bidadari Surga (2026)

1. Plot simpel dan relate dengan generasi muda

Daya tarik utama Bidadari Surga ada pada kesederhanaan ceritanya. Film ini membahas tema yang sangat lekat dengan Gen-Z, seperti jatuh cinta pada orang dengan latar belakang berbeda, perjuangan meminta restu orang tua, serta pencarian figur imam yang baik.

Transformasi Rey Mbayang sebagai Taufan cukup terasa. Ia mewakili banyak anak muda hari ini yang sukses secara materi, tapi kosong secara spiritual. Relasi mereka juga jadi pintu masuk ke isu yang lebih dalam, termasuk bagaimana hubungan baik anak perempuan dengan ayahnya (Nadia dan ayahnya) dan absent parents (Taufan dan orang tuanya) membentuk kehidupan masing-masing. Semuanya disentuh secara ringan, tapi cukup mengena.

2. Eksekusi kurang matang, durasi terlalu singkat

Meski temanya menarik, eksekusi film ini terasa terburu-buru. Dengan durasi 80 menit, alur cerita berjalan sangat cepat dan cenderung instan. Banyak konflik yang seharusnya bisa digali lebih dalam justru dilewati begitu saja. Akibatnya, dinamika emosi jadi datar dan kurang intens.

Secara gaya, film ini juga terkesan seperti sinetron TV. Format, ritme, hingga beberapa dialog mengingatkan kita pada drama harian yang tayang setiap pagi menjelang siang. Screenplay-nya tidak bisa dibilang buruk, tetapi kurang solid. Contohnya, syarat yang diberikan Kiai Sahid kepada Taufan terasa tidak konsisten dan kurang logis jika ditelaah lebih jauh. Plot twist yang disiapkan cukup rapi, tapi mudah ditebak sehingga tidak memberi kesan "wah."

3. Apakah Bidarari Surga recommended buat ditonton?

Terlepas dari kekurangannya, Bidadari Surga tetap berhasil menjadi tontonan yang menghibur. Humor-humor ringan khas Gen-Z terasa masuk dan cukup segar. Hubungan Nadia dengan ayahnya menjadi salah satu elemen krusial dalam film ini, diperkuat oleh penampilan Indro Warkop yang tampil bijak dan karismatik sebagai Kiai Sahid.

Pesan-pesan kehidupan tentang memilih calon suami/istri, arti keseriusan dalam hubungan, dan makna hijrah disampaikan dengan bahasa yang sederhana. Film ini cocok ditonton bersama keluarga atau pasangan karena tidak rumit dan mudah diikuti. Warna visualnya pun cukup cantik, dengan pengambilan gambar yang pas.

Jika kamu mencari tontonan yang santai, heartwarming, dan mudah dicerna, film ini layak ditonton. Namun, bagi yang mengharapkan drama dengan build emosi kuat dan konflik yang dalam, film ini mungkin terasa biasa saja. Meski begitu, sebagai hiburan awal tahun, Bidadari Surga cukup berhasil menjalankan fungsinya. Bidadari Surga tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026.

Editorial Team