Hoppers terbilang cukup panjang untuk ukuran film animasi dengan durasi 105 menit. Namun, berkat energi yang konsisten, tempo cerita yang cepat, serta plot twist yang mengejutkan, film ini tetap terasa ringan dan tidak membosankan.
Pada babak awal, saya benar-benar menikmati film ini layaknya kisah petualangan pada umumnya, dengan premis sederhana seorang mahasiswi pencinta hewan dan hubungannya dengan sang nenek. Akan tetapi, seiring cerita bergulir, saya mulai menyadari bahwa film ini tidak sesederhana yang terlihat. Ada isu keseimbangan lingkungan yang menjadi sorotan utama, bahkan terselip pula nuansa politik yang memperkuat konflik dan urgensi ceritanya.
Di balik kemasannya yang hangat dan penuh warna, film ini juga menyimpan pesan moral yang cukup besar, yang mengingatkan tentang betapa besar ketergantungan manusia pada alam sekaligus betapa rapuhnya keseimbangan tersebut.
Konsep rantai makanan di film ini digambarkan secara apa adanya. Kita semua tahu bahwa rantai makanan adalah sistem alami yang tak terelakkan dan konsep ini pun diajarkan saat di sekolah. Namun siapa sangka, ketika divisualisasikan lewat Hoppers, konsep rantai makanan tersebut justru terasa begitu ironis.
Hewan-hewan digambarkan begitu pasrah untuk dimakan sebagai bagian dari siklus tersebut. Ironisnya lagi, mereka juga digambarkan sebagai karakter yang polos karena tidak menyadari bahwa ancaman terbesar terhadap keseimbangan alam bukanlah sesama makhluk hidup, melainkan manusia dengan sikap egois dan serakahnya.
Kontras inilah yang menurut saya membuat cerita film Hoppers ini terasa begitu emosional. Bagi saya pribadi, adegan-adegan tersebut terasa sangat menyentuh, bahkan sempat membuat air mata saya jatuh.
Mengingat cukup kompleksnya isu yang diangkat, gak heran jika pada akhirnya film ini mendapatkan rating BO-SU (Bimbingan Orang Tua – Semua Umur). Tapi jangan khawatir! Meski begitu, secara keseluruhan, Hoppers tetap menjadi tontonan keluarga yang menarik, menghibur, menyentuh, sekaligus menyampaikan refleksi yang relevan tentang hubungan manusia, alam, dan hewan.