Membuat film keluarga yang efektif itu memang tricky. Salah sedikit bisa membuat film terperosok ke romansa yang klise atau cheesy. Untungnya, Kangaroo (2025) berhasil menemukan takaran yang pas. Film pembuka Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026 ini memang tidak menawarkan konflik besar yang mengguncang dunia, tetapi justru mengandalkan ketulusan cerita dan hubungan antarkarakternya untuk menyentuh penonton.
Dalam acara pembukaan FSAI 2026 di CGV Pasific Place, Senayan, Kamis (7/5/2026), IDN Times mendapatkan kesempatan untuk menontonnya terlebih dahulu. Kangaroo terasa seperti surat cinta untuk alam liar Australia sekaligus pengingat kecil tentang pentingnya empati. Film ini mungkin berjalan dengan formula yang familiar, namun mampu membungkusnya dengan nuansa hangat. Seperti apa kelebihan dan kekurangannya? Simak di bawah ini!
