Salah satu hal yang patut dipuji adalah properti dan penataan visual. Set panti asuhan tua digarap dengan detail yang rapi dan terasa hidup. Mobil-mobil lawas, gaya pakaian jadul, hingga lagu-lagu yang bikin nostalgia.
Hal-hal kecil seperti pilihan warna pakaian Kefas yang dibuat lebih kuning dibandingkan anak-anak lain di sekolah juga menjadi simbol visual yang menyiratkan kehidupannya yang berat. Detail-detail semacam ini menunjukkan keseriusan tim produksi dalam membangun suasana dan karakter.
Pada akhirnya, Surat untuk Masa Mudaku mungkin bukan film yang sempurna, tetapi tetap berhasil meninggalkan rasa hangat setelah selesai ditonton. Jadi, kalau kamu cari film yang bisa bikin mata berkaca-kaca hingga menangis, kamu bisa menjadikan Surat untuk Masa Mudaku sebagai pilihan. Siapkan tisu, siapa tahu kamu butuh!