Balik lagi soal komedi, sebenarnya elemen lucu yang tercipta dalam film ini lebih banyak berasal dari interaksi dan celetukan antara Oki Rengga-Lolox. Keduanya tampak mampu menampilkan peran petugas hotel yang memiliki tingkah kocak. Lantaran sudah berteman sejak lama di dunia nyata, chemistry Oki-Lolox pada film terlihat natural dan menjadikan cerita Tiba-Tiba Setan tampak hidup.
Sayangnya, sebagai sebuah film bergenre komedi-horor, sisi komedi dari karakter pendukung lainnya terasa kurang dieksplorasi lebih dalam. Hasilnya, karakter Rambo dan Bonar yang diperankan Oki-Lolox seperti menjadi tulang punggung yang menopang film ini agar terlihat lucu di mata penonton. Tanpa mereka mungkin saja film Tiba-Tiba Setan agak kurang menarik bagi penonton, walaupun sebenarnya ada pula beberapa komika lain yang muncul pada cerita.
Terlepas dari itu, saya tetap mengacungkan jempol sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha para aktor dan aktris yang sudah terlibat dalam film ini, seperti Tanta Ginting, Ratu Felisha, Poppy Sovia, Reza Nangin, Amara Angelica, Shahabi Sakri, dan Naura Hakim yang sudah cukup baik dalam menampilkan peran mereka masing-masing. Tak lupa, kemunculan singkat Joe P Project dan Revaldo dalam beberapa adegan turut menambah kedalaman pada ceritanya.