potret Reza Rahadian di ArtJog 2025 (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Ketertarikan Reza Rahadian pada dunia syuting ternyata sudah tumbuh sejak kecil. Saat tinggal di kawasan Cinere, Jakarta Selatan, ia sering melihat proses syuting berbagai sinetron populer di sekitar rumahnya maupun pusat perbelanjaan setempat. Reza kecil bahkan rela bersepeda hanya untuk menyaksikan dari jauh suasana pengambilan gambar yang sebelumnya hanya ia lihat di layar kaca.
Ia merasa bahwa momen tersebut yang kemudian menguatkan langkahnya untuk menapaki karier di industri hiburan. Reza kemudian mengenang momen pertamanya ketika berada di lokasi syuting sebagai pengalaman yang tak terlupakan sekaligus menjadi titik awal ia belajar disiplin dan memahami proses produksi di dunia akting.
“Saya pertama kali berada di set itu 2005, tanggal 15 April. Itu satu pengalaman yang gak akan pernah bisa saya lupa dan saya ingat memori itu dengan sangat tajam bahwa melihat kamera ditaruh, melihat lighting, melihat pemain berkumpul itu buat saya pengalaman yang luar biasa,” lanjutnya.
Gak langsung jadi pemeran utama, Reza Rahadian ternyata mengawali kariernya dari bawah dengan tampil sebagai figuran berhonor Rp50 ribu. Bahkan dari jumlah tersebut, ia hanya menerima sekitar Rp30 ribu setelah dipotong agensi.
“Honor pertama saya kalau sebagai ekstras itu Rp50.000, itu dipotong agensi. Jadi saya dapat sekitar, mungkin Rp30.000. Waktu itu, awal-awal banget saya pernah menjadi ekstras. Lalu dapat pemeran supporting, pemeran pendukung di sebuah sinetron untuk pertama kalinya, itu honor saya terima yang ke saya itu sekitar Rp750.000.”
Sambil tersenyum, Reza menceritakan bahwa honor pertamanya tersebut, ia gunakan untuk menyalurkan hobinya memelihara ikan hias dan memberi hadiah kecil untuk orangtuanya.