Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
The Beatles
The Beatles (facebook.com/The Beatles)

Intinya sih...

  • 'Johnny B. Goode' – Chuck BerryRiff pembuka lagu ini dianggap menjiplak 'Ain’t That Just Like A Woman' milik Louis Jordan.

  • 'Revolution' – The BeatlesStruktur riff dan ritme drumnya mirip dengan lagu blues 'Do Unto Others' milik Pee Wee Crayton.

  • 'Come As You Are' – NirvanaRiff-nya mirip dengan lagu 'Eighties' milik Killing Joke, meski kemiripan ini dianggap sebagai inspirasi yang kebablasan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam musik rock, riff gitar sering dianggap sebagai identitas utama sebuah lagu. Begitu beberapa nada pertama dimainkan, pendengar langsung tahu lagu apa yang sedang diputar. Riff yang kuat bisa mengangkat sebuah lagu menjadi abadi dan membuat musisinya dikenang lintas generasi.

Namun di balik status legendaris itu, tidak sedikit riff gitar terkenal yang memicu perdebatan panjang. Apakah semuanya benar-benar orisinal, atau ada yang terinspirasi terlalu jauh dari karya musisi lain? Berikut ini lima riff gitar ikonik yang hingga sekarang masih dianggap menjiplak karena kemiripannya dengan lagu-lagu yang lebih dulu dirilis.

1. 'Johnny B. Goode' – Chuck Berry

Sulit membicarakan sejarah rock ‘n’ roll tanpa menyebut 'Johnny B. Goode'. Riff pembuka lagu ini bisa dibilang sebagai fondasi musik rock modern yang dipelajari oleh hampir semua gitaris pemula dan sering dijadikan acuan gaya bermain gitar rock klasik. Ritmenya yang eksplosif membuat lagu ini langsung membakar semangat sejak detik pertama.

Namun, riff ikonik tersebut ternyata bukan tanpa kontroversi. Banyak pengamat musik menyebut kemiripannya dengan lagu 'Ain’t That Just Like A Woman' milik Louis Jordan yang dirilis hampir satu dekade sebelumnya. Jika diperhatikan, pola nadanya nyaris sama, hanya dibedakan tempo, kunci, dan sentuhan distorsi gitar.

2. 'Revolution' – The Beatles

The Beatles dikenal sebagai salah satu band paling inovatif sepanjang masa. Namun, produktivitas mereka yang luar biasa, juga membuat band ini tak luput dari tudingan meminjam ide. 'Revolution' adalah contoh lagu yang sering dibicarakan dalam konteks tersebut, terutama karena riff gitarnya yang agresif.

Jika didengarkan dengan saksama, struktur riff dan ritme drum di 'Revolution' memiliki kemiripan kuat dengan lagu blues 'Do Unto Others' milik Pee Wee Crayton yang dirilis belasan tahun sebelumnya. Dari penempatan snare hingga alur not gitar, kesamaannya cukup mencolok. Meski The Beatles berhasil mengubahnya menjadi lagu rock dengan karakter sendiri, jejak blues klasik di dalamnya terasa sangat jelas.

3. 'Come As You Are' – Nirvana

Bagi banyak gitaris pemula era 90-an, 'Come As You Are' adalah ritual wajib. Riff-nya sederhana, gelap, dan penuh atmosfer, mencerminkan identitas grunge yang lekat dengan Nirvana. Lagu ini juga menjadi salah satu karya paling dikenal dari Kurt Cobain dan kawan-kawan.

Masalah muncul ketika riff tersebut dimainkan dengan tempo lebih cepat. Dalam versi seperti itu, kemiripannya dengan lagu 'Eighties' milik Killing Joke menjadi sulit diabaikan. Bahkan, perdebatan ini sempat hampir berujung ke jalur hukum, meski akhirnya tidak berlanjut. Menariknya, Kurt Cobain sendiri diketahui mengagumi Killing Joke, sehingga banyak yang menganggap kemiripan ini sebagai inspirasi yang kebablasan, bukan penjiplakan sengaja.

4. 'I Feel Fine' – The Beatles

The Beatles kembali muncul dalam daftar ini, kali ini lewat lagu 'I Feel Fine'. Riff gitar pada lagu ini terdengar ringan, catchy, dan sangat khas era awal band tersebut. Lagu ini juga dikenal sebagai salah satu contoh awal penggunaan feedback gitar dalam musik pop mainstream.

Namun, jika dibandingkan dengan lagu 'Watch Your Step' karya Bobby Parker, kemiripannya sulit disangkal. Pola not gitar pembuka nyaris identik, seolah menjadi cetakan yang sama. Meski arah musikal kedua lagu kemudian berkembang berbeda, titik awal riff-nya benar-benar serupa.

5. 'Smoke on the Water' – Deep Purple

Riff 'Smoke on the Water' sering disebut sebagai riff gitar paling terkenal sepanjang masa. Sederhana dan mudah dimainkan, riff ini menjadi gerbang masuk bagi jutaan gitaris pemula di seluruh dunia. Ritchie Blackmore bahkan pernah mengatakan bahwa riff tersebut terinspirasi dari Beethoven yang dimainkan terbalik.

Namun, teori Beethoven ini sering dianggap kurang meyakinkan. Banyak pendengar justru menemukan kemiripan yang jauh lebih kuat dengan lagu 'Maria Moita' karya Carlos Lyra. Pola nadanya terdengar sangat dekat, bahkan tanpa perlu banyak penyesuaian. Jika benar demikian, maka riff legendaris ini mungkin bukan sekadar hasil inspirasi klasik, melainkan adaptasi dari musik Brasil yang kurang dikenal publik rock Barat.

Musik selalu berkembang dari musik sebelumnya, dan hampir semua musisi besar adalah pendengar yang baik sebelum menjadi pencipta. Dengan semua kontroversi ini, apakah riff-riff tersebut tetap layak disebut legendaris karena dampaknya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team