Kecaman SAG-AFTRA untuk Seedance (dok. x.com/sagaftra)
SAG-AFTRA menyebut video-video hasil Seedance sebagai pelanggaran hak cipta yang terang-terangan.
"SAG-AFTRA mendukung studio-studio dalam mengutuk pelanggaran terang-terangan yang dimungkinkan oleh model video AI baru ByteDance," tulis serikat tersebut lewat unggahan resmi di X/Twitter mereka.
Masalahnya bukan pada visual saja, tetapi juga penggunaan suara dan kemiripan wajah aktor tanpa persetujuan. Presiden SAG-AFTRA, Sean Astin, bahkan termasuk salah satu yang terdampak. Dalam salah satu video AI, wajahnya ditampilkan sebagai Samwise Gamgee dari The Lord of the Rings, lengkap dengan dialog ikoniknya yang diubah.
"Ini tidak dapat diterima dan merusak kemampuan talenta manusia untuk mencari nafkah. Seedance 2.0 mengabaikan hukum, etika, standar industri, dan prinsip dasar persetujuan. Pengembangan AI yang bertanggung jawab menuntut akuntabilitas, dan itu tidak ada di sini," tegas SAG-AFTRA.
Kecaman serupa juga datang dari Asosiasi Industri Film serta Human Artistry Campaign, koalisi kelompok hak seniman yang menilai peluncuran Seedance sebagai serangan langsung terhadap kreator.
"Peluncuran Seedance 2.0 adalah serangan terhadap setiap kreator di seluruh dunia. Mencuri karya kreator manusia dalam upaya untuk menggantinya dengan sampah yang dihasilkan AI merusak budaya kita: mencuri bukanlah inovasi," ujar juru bicara kampanye tersebut.