Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
28 Years Later: The Bone Temple
28 Years Later: The Bone Temple (dok. Sony Pictures/28 Years Later: The Bone Temple)

Intinya sih...

  • 28 Years Later: The Bone Temple (2026) - Sekuel film ini berhasil menuai respons positif dengan skor 93 persen di Rotten Tomatoes, mengukuhkan posisinya dalam waralaba 28 Days Later.

  • Zombieland: Double Tap (2019) - Film ini membuktikan hype Zombieland belum padam meski hiatus 1 dekade, dengan chemistry karakter yang tetap solid dan cerita yang penuh aksi.

  • Rec 2 (2009) - Sekuel ini berhasil mendobrak pakem cerita zombi tradisional dengan visual ala video game dan unsur supranatural, menghadirkan teror yang lebih ngeri dari film pertamanya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hanya selang tujuh bulan setelah 28 Years Later (2025) “meneror” layar lebar, sekuelnya, 28 Years Later: The Bone Temple, langsung menyapa penonton tanah air pada Rabu (14/1/2026). Melanjutkan perjuangan Spike (Alfie Williams) di tengah dunia yang luluh lantak akibat wabah zombi, film ini menyoroti kengerian baru lewat kehadiran kultus sesat pimpinan psikopat bernama Sir Jimmy Crystal (Jack O’Connell).

Dengan skala cerita yang lebih masif dan atmosfer yang makin kelam, film garapan Nia DaCosta ini berhasil menuai respons positif dengan skor 93 persen di Rotten Tomatoes. Pencapaian ini gak cuma mengukuhkan The Bone Temple sebagai salah satu film tersukses dalam waralaba 28 Days Later, tapi juga sekaligus mematahkan stigma soal sekuel yang kerap dianggap cuma numpang nama besar tanpa kualitas cerita yang solid.

Nah, kalau kamu masih haus adrenalin setelah keluar dari bioskop, ada beberapa judul keren lain yang wajib masuk daftar tontonan. Berikut lima rekomendasi sekuel film zombi terbaik selain The Bone Temple yang dijamin bikin kamu merinding seharian!

1. Zombieland: Double Tap (2019)

Zombieland: Double Tap (dok. Sony Pictures/Zombieland: Double Tap)

Tujuh tahun lalu, Zombieland: Double Tap berhasil membuktikan kalau hype Zombieland (2009) belum padam meski hiatus 1 dekade. Film ini kembali menggandeng Woody Harrelson, Jesse Eisenberg, Emma Stone, dan Abigail Breslin sebagai Tallahassee, Columbus, Wichita, dan Little Rock yang ikonik. Gak sekadar kembali, chemistry mereka tetap terasa solid seperti film pertamanya. Perkembangan karakter mereka pun lebih dewasa tanpa meninggalkan humor receh yang jadi ciri khasnya.

Ceritanya bermula ketika geng ini sudah mulai jenuh tinggal di Gedung Putih setelah sepuluh tahun berlalu. Di tengah kebosanan tersebut, Little Rock (Breslin) memutuskan kabur bersama seorang pengembara dan memicu misi pencarian lintas negara yang penuh aksi. Perjalanan mereka pun makin ribet dengan kehadiran zombi jenis baru yang lebih cerdas dan tangguh bernama “T-800”. Siap-siap dibuat tegang sekaligus ngakak!

2. Rec 2 (2009)

Rec 2 (dok. Filmax/Rec 2)

​Di tengah tren film horor found-footage di era 2000-an, Rec (2007) muncul membawa teror mayat hidup ke level selanjutnya lewat teknik sinematografi yang disturbing. Atmosfer serupa kembali dihadirkan lewat sekuelnya, Rec 2, yang dirilis dua tahun kemudian. Gak kalah ngeri dari film pertamanya, film horor Spanyol garapan Jaume Balagueró dan Paco Plaza ini berhasil mendobrak pakem cerita zombi tradisional dengan visual ala video game dan unsur supranatural.

​Dalam Rec 2, kamu bakal langsung diajak kembali ke gedung apartemen terkutuk di Barcelona hanya berselang 15 menit setelah kejadian di film pertama berakhir. Cerita berpusat pada tim SWAT bersama seorang dokter misterius yang ditugaskan untuk mengambil sampel darah pasien nol. Alih-alih misi medis biasa, mereka justru terjebak dalam pusaran teror lain karena "infeksi" ini ternyata berkaitan erat dengan kasus kerasukan iblis.

3. Peninsula (2020)

Peninsula (dok. Next Entertainment World/Peninsula)

Dari gerbong kereta yang berdarah-darah akibat serangan zombi, sutradara Train to Busan (2016), Yeon Sang Ho, menampilkan kengerian yang berbeda dalam sekuelnya ini. Peninsula lebih berfokus pada nuansa blockbuster ketimbang horor klaustrofobik di ruang sempit. Ceritanya sendiri berkutat pada Jung Seok (Gang Dong Won), mantan tentara yang harus kembali ke Korea Selatan demi misi "bunuh diri" mengambil uang puluhan juta dolar di tengah kepungan mayat hidup.

Meski banyak fans mengaku kecewa pada pergeseran genrenya ini, harus diakui kalau Peninsula tetaplah sebuah sajian horor kelas satu. Yeon Sang Ho secara berani bereksperimen menggunakan CGI yang masif untuk membangun visual dunia yang sudah hancur lebur. Walaupun berbeda rasa dengan film pertamanya, sajian aksi yang serba cepat dan intens tetap membuat film ini layak masuk daftar sekuel film zombi terbaik!

4. Land of the Dead (2005)

Land of the Dead (dok. Universal Pictures/Land of the Dead)

Meski semua sekuel dalam seri Night of the Living Dead milik George A. Romero dapat dikatakan legendaris, Land of the Dead tetap punya tempat spesial di hati para penggemar horor. Film keempat dalam waralabanya ini mengikuti sisa-sisa peradaban manusia yang kini mengungsi ke sebuah kota berbenteng untuk bertahan hidup. Ironisnya, para elite kaya raya hidup foya-foya di gedung mewah, sementara warga miskin harus rela menderita di permukiman kumuh.

Hal yang membuat Land of the Dead terasa istimewa adalah kepiawaian Romero dalam menyisipkan pesan bernada satire yang mengena. Lewat film ini, sineas yang dijuluki "father of the zombie film" itu mengkritik keras keserakahan korporasi dan politik kelas yang rasanya masih sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Menariknya lagi, Land of the Dead juga menghadirkan zombi yang mulai berevolusi, belajar menggunakan alat, berkomunikasi, dan bahkan memimpin pemberontakan.

5. Dead Snow 2: Red Vs. Dead (2014)

Dead Snow 2: Red vs. Dead (dok. XYZ Films/Dead Snow 2: Red vs. Dead)

Sekuel film zombi terbaik selanjutnya datang dari Dead Snow 2: Red Vs. Dead yang merupakan lanjutan dari Dead Snow (2009). Film pertama horor asal Norwegia ini sendiri sukses mencuri perhatian berkat premis zombi Nazi dan latar pegunungan salju yang diusungnya. Film keduanya mencoba mendobrak batasan dengan skala peperangan yang jauh lebih masif, dan hasilnya adalah sebuah mahakarya splatter-comedy yang luar biasa "gila"!

Red vs. Dead melanjutkan kisah Martin (Vegar Hoel) yang selamat dari serangan batalion mayat hidup di film pertama. Terbangun di rumah sakit, ia mendapati dokter telah menyambung lengan milik Kolonel Herzog yang terputus ke bahunya. Lengan zombi ini ternyata memiliki kekuatan supranatural yang mampu membangkitkan mayat untuk menjadi pasukan tempurnya sendiri. Kebayang, kan, gimana seram dan serunya?

Kelima film di atas membuktikan kalau sekuel zombi gak melulu soal gore, tapi juga ajang eksplorasi ide yang lebih liar, lebih gelap, atau justru lebih fun. Jadi, kalau The Bone Temple masih belum cukup menghilangkan dahaga horormu, lima judul ini siap menemani malam panjangmu. Namun awas, nontonnya jangan sendirian, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team