Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
adegan dalam serial Agatha Christie's Seven Dials
adegan dalam serial Agatha Christie's Seven Dials (dok. Netflix/Agatha Christie's Seven Dials)

Intinya sih...

  • Serial Inggris Agatha Christie’s Seven Dials tayang di Netflix, memikat penonton dengan plot brilian yang relevan.

  • Sherlock, Vera, dan Father Brown adalah serial whodunit Inggris lainnya yang wajib ditonton bagi penggemar cerita misteri.

  • Ludwig dan Nine Bodies in a Mexican Morgue juga menawarkan teka-teki seru ala Agatha Christie yang patut untuk disaksikan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Genre whodunit selalu punya tempat spesial di hati para pencinta cerita misteri. Sensasi ikut menebak siapa pelaku sebenarnya, memeriksa satu per satu alibi, sampai dikejutkan oleh twist di akhir adalah daya tarik yang sulit ditolak. Dalam urusan ini, nama Agatha Christie masih berdiri kokoh sebagai ratu whodunit yang karyanya terus jadi tolok ukur hingga hari ini.

Buktinya bisa dilihat dari serial Agatha Christie’s Seven Dials yang tayang di Netflix sejak Kamis (15/1/2026). Berkisah tentang upaya Lady Eileen “Bundle” Brent (Mia McKenna-Bruce) dalam menguak kematian misterius di pesta rumahnya, serial Inggris ini langsung ramai dibicarakan berkat plotnya yang brilian. Dari sini terasa jelas bahwa, walau puluhan tahun berlalu, formula misteri racikan Christie masih relevan dan tetap dicintai.

Namun, keseruan menikmati teka-teki ala Agatha Christie sebenarnya gak cuma bisa kamu temukan dari adaptasi karya-karyanya saja. Inggris masih punya banyak serial whodunit lain dengan vibes serupa yang gak kalah seru dan cerdas. Berikut ini lima rekomendasi serial Inggris yang wajib kamu tonton kalau ngaku penggemar berat Christie!

1. Sherlock (2010–2017)

poster serial Sherlock (dok. BBC One/Sherlock)

Membahas serial whodunit Inggris selain adaptasi karya Agatha Christie tentu gak lengkap tanpa memasukkan Sherlock. Dibintangi Benedict Cumberbatch dan Martin Freeman, serial saduran cerita karya pendahulu Christie, Sir Arthur Conan Doyle ini mengikuti petualangan Sherlock Holmes (Cumberbatch) dan rekan setianya, Dr. John Watson (Freeman), dalam memecahkan berbagai kasus rumit. Sherlock sendiri tayang selama empat musim, dengan tiga episode di setiap musimnya dan satu episode spesial.

​Salah satu musim terbaiknya datang dari musim kedua yang rilis pada 2012. Di sini, Sherlock harus berhadapan dengan musuh bebuyutannya, Jim Moriarty (Andrew Scott), yang berusaha menghancurkan reputasi sang detektif lewat permainan psikologis yang gila. Musim ini juga ditutup dengan episode legendaris bertajuk "The Reichenbach Fall" yang dijamin bikin kamu jantungan sekaligus terkagum-kagum!

2. Vera (2011–2025)

adegan dalam serial Vera (dok. ITV/Vera)

Selanjutnya ada Vera, yang baru saja mengakhiri "masa tugas" 14 tahunnya di layar kaca pada 2025 lalu. Serial yang terinspirasi dari novel karya Ann Cleeves ini mengikuti perjalanan inspektur kepala detektif bernama Vera Stanhope (Brenda Blethyn) dalam membongkar berbagai kasus pembunuhan yang penuh intrik dan rahasia kelam. Beberapa kasus mind-blowing-nya dapat kamu simak dalam episode "Dark Road", "The Dark Wives", "The Seagull", dan "The Ghost Position".

Stanhope sendiri adalah sosok detektif unik yang jauh dari kesan glamor dengan topi hijau zaitun dan mantel tebal ikonisnya. Meskipun sering dianggap remeh karena penampilannya yang berantakan, ia memiliki ketajaman insting dan kecerdasan luar biasa dalam membedah psikologi manusia. Bagi kamu penggemar berat Agatha Christie, sosok Vera pasti akan mengingatkanmu pada gaya investigasi Miss Marple yang legendaris.

3. Father Brown (2013–sekarang)

adegan dalam serial Father Brown (dok. BBC One/Father Brown)

Sosok detektif yang gak kalah eksentrik juga dihadirkan dalam serial whodunit asal Inggris yang diangkat dari cerpen karya G.K. Chesterton ini. Father Brown menampilkan pastor bernama Brown (Mark Williams) yang gemar memecahkan berbagai misteri di desa fiktif bernama Kembleford pada era 1950-an. Walaupun terlihat kalem, ia punya intuisi tajam dan pemahaman mendalam soal sisi gelap manusia yang sering kali mengecoh para polisi setempat.

Menariknya lagi, Pastor Brown gak hanya fokus mencari siapa pelakunya, tapi juga menyelami motif psikologis alias whydunit di balik sebuah kejahatan. Bilik pengakuan dosa kerap dijadikannya ruang untuk memahami nurani sekaligus menggiring pelaku menuju pertobatan yang tulus. Kesediaannya merangkul tema-tema penebusan dosa dan moralitas inilah yang membedakan Father Brown dari serial whodunit lainnya.

4. Ludwig (2024–sekarang)

adegan dalam serial Ludwig (dok. BBC One/Ludwig)

Kalau kamu lagi mencari serial whodunit mirip Agatha Christie dengan nuansa komedi yang kental, Ludwig bisa jadi tontonan yang pas. Serial ini mengikuti John "Ludwig" Taylor (David Mitchell), pembuat teka-teki silang yang nekat menyusup ke kepolisian sebagai saudara kembarnya yang hilang, Detektif James. Sambil mencari keberadaan James, John membantu polisi memecahkan berbagai macam kasus dengan mengandalkan kemampuannya memecahkan puzzle.

​Kesuksesan Ludwig terbukti dari skor fantastis sebesar 97 persen yang diraihnya di Rotten Tomatoes. Penonton sangat menyukai bagaimana serial ini menyajikan formula "kasus mingguan" yang cerdas tanpa perlu banyak adegan kekerasan yang berdarah-darah. Kabar baiknya, petualangan detektif gadungan yang hobi mendengarkan aransemen musik Beethoven ini sudah resmi dikonfirmasi akan berlanjut ke musim kedua!

5. Nine Bodies in a Mexican Morgue (2025)

adegan dalam serial Nine Bodies in a Mexican Morgue (dok. MGM+/Nine Bodies in a Mexican Morgue)

​Terakhir, tapi gak kalah direkomendasikan, ada Nine Bodies in a Mexican Morgue kreasi Anthony Horowitz. Tahun lalu, serial whodunit asal Inggris ini terlewatkan dari radar pencinta misteri karena kalah pamor dari judul-judul segenre lain yang tayang di layanan streaming populer. Padahal, Nine Bodies in a Mexican Morgue menyuguhkan formula locked-circle mystery yang sangat Agatha Christie-ish, seperti yang ditampilkan dalam novel Christie bertajuk And Then There Were None.

​Ceritanya sendiri berpusat pada sepuluh orang asing yang terjebak di tengah hutan Meksiko setelah pesawat kecil mereka mengalami kecelakaan fatal. Alih-alih saling bantu untuk bertahan hidup, nyawa para penyintas ini justru terancam oleh sosok pembunuh misterius yang "bersembunyi" di antara mereka. Misteri makin rumit karena sejak awal, kamu bakal disuguhi teka-teki soal penemuan sembilan mayat di mana satu lainnya hilang secara misterius. Tertantang memecahkannya?

Lewat deretan judul di atas, hasratmu untuk ikut menebak pelaku, mengumpulkan bukti, dan terpukau oleh twist mengejutkan ala Agatha Christie dijamin bakal terpuaskan. Yuk, langsung pilih satu yang paling menggoda dulu buat langsung ditonton!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team