Sean Penn, Pendiri J/P Haitian Relief Organization, menyampaikan pidato utama pada Hari Aksi LPAA (commons.wikimedia.org/UNclimatechange)
Artikel Sean Penn di Rolling Stone tentang gembong narkoba Meksiko yang terkenal kejam, Joaquín Archivaldo Guzmán Loera (alias El Chapo), digambarkan oleh majalah tersebut sebagai jurnalisme yang gemilang, tetapi Penn menghadapi tuntutan atas pertemuannya dengan gembong buronan tersebut. Sebuah laporan Fox News menunjukkan bahwa Penn ingin memerankan El Chapo dalam sebuah film dan bertemu dengannya untuk menguasai peran tersebut, dengan kedok sebuah artikel untuk majalah. Jika Penn menemuinya untuk mendapat berita, hal itu sah-sah saja menurut kebebasan pers. Namun, jika ada motif lain yang muncul, Penn bisa berada dalam masalah besar.
"Sean Penn tampaknya berusaha keras untuk mengatakan bahwa itu murni jurnalistik, tetapi informasi yang kami terima tentang perjalanan itu tidak pernah ada referensi tentang wawancara untuk artikel Rolling Stone sampai dia bertemu dengan El Chapo," kata seorang sumber pemerintah kepada Fox News. "Saya pikir ini adalah langkah yang sangat terencana dari Sean Penn berdasarkan nasihat hukum untuk mencoba bersembunyi di balik kebebasan pers dan Amandemen Pertama untuk menghindari penuntutan."
Sean Penn terkenal dengan berbagai skandalnya. Meskipun begitu, aktor legendaris ini patut diacungi jempol berkat aktingnya yang luar biasa. Apalagi memenangkan Oscar ketiganya sebagai Aktor Pendukung Terbaik di Academy Awards ke-98 atas perannya dalam film One Battle After Another (2025). Meskipun begitu, Penn gak datang ke acara Oscar karena berada di Ukraina untuk mendukung negara yang sedang berkonflik tersebut.