Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Subgenre Film Western, Sinefil Wajib Tahu
The Power of the Dog (dok. BBC Film/The Power of the Dog)
  • Genre Western lahir sejak awal sinema dengan The Great Train Robbery (1903) dan menjadi fondasi penting bagi perkembangan industri film Hollywood.
  • Seiring waktu, Western berevolusi menjadi tujuh subgenre seperti Classic, Revisionist, Spaghetti, Acid, Sci-Fi, Comedy, dan Horror Western yang menampilkan gaya serta tema berbeda.
  • Masing-masing subgenre menghadirkan ciri khas unik, mulai dari koboi heroik hingga kisah surealis atau horor supranatural di padang pasir yang sunyi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Genre Western telah ada sejak kelahiran sinema itu sendiri. Film Western pertama, The Great Train Robbery, dirilis pada tahun 1903 dan menjadikannya sebagai salah satu film tertua di dunia. Popularitasnya di awal abad ke-20 secara tidak langsung menjadi salah satu pilar utama dari megahnya industri Hollywood saat ini. 

Sama seperti genre film lainnya, Western telah berevolusi mengikuti perkembangan zaman dan terpecah ke dalam sejumlah subgenre berikut ini.


1. Classic Western

Red River (dok. Monterey Productions/Red River)

Film Western menjadi primadona selama era film bisu sebelum munculnya teknologi untuk merekam suara pada tahun 1920-an. Sempat hilang pamor, popularitasnya kembali naik di tahun 1940-an dan 1950-an yang mana menjadi masa kejayaannya. 

Film Western klasik umumnya berkutat pada seorang koboi yang mengembara di wilayah Barat yang liar. Sang koboi akan menjelma sebagai sosok penyelamat dengan melawan musuh yang telah menjadi sumber masalah di suatu wilayah atau komunitas seperti yang ditampilkan dalam Red River (1948) dan High Noon (1952).


2. Revisionist Western

The Wild Bunch (dok. Warner Bros.-Seven Arts/The Wild Bunch)

Di tahun 1960-an, para sineas mendekonstruksi ulang genre Western dengan mengedepankan fakta dari berbagai segi elemen. Tujuannya tentu untuk mempresentasikannya seakurat mungkin secara sejarah sekaligus memperbaiki citra suku asli Amerika yang kadung dicap sebagai orang biadab. 

Revisionist Western turut mengkonfrontasi penontonnya untuk mempertanyakan moralitas yang berada di wilayah yang ambigu. Unforgiven (1992) dan The Wild Bunch (1969) menjadi contoh sempurna untuk subgenre ini.


3. Spaghetti Western

cuplikan film The Good, the Bad, the Weird (dok. Dark Circle Pictures/The Good, the Bad, the Weird)

Sutradara Sergio Leone menjadi pelopor Spaghetti Western. Populer pada tahun 1960-an hingga 1970-an, subgenre ini dibuat oleh para sineas Italia dan uniknya tetap dibintangi oleh aktor asal Amerika. 

Extreme close-up dan membuat protagonis sebagai sosok antihero menjadi ciri khas Spaghetti Western. Scoring yang megah dan menggelegar turut mengiringi adegan kekerasan yang cukup eksplisit seperti yang dipresentasikan dengan apik dalam The Good, the Bad and the Ugly (1966) dan A Fistful of Dollars (1964). 


4. Acid Western

El Topo (dok. Producciones Panicas/El Topo)

Acid Western pertama kali dicetuskan oleh kritikus film Pauline Kael dalam ulasan El Topo (1970) karya Alejandro Jodowsky. Istilah tersebut merujuk pada spektrum film Western yang menyentuh unsur surealisme dan sarat akan simbolisme. 

Acid Western menggunakan hal-hal tabu dan kontroversial sebagai premis utamanya. Narasinya yang provokatif berpadu apik dengan visual halusinatif seperti yang ditampilkan dalam Dead Man (1995).


5. Sci-Fi Western

Westworld (dok. Metro-Goldwyn-Mayer/Westworld)

Konsepnya serupa dengan film Western klasik. Hanya saja invasi alien menjadi musuh utamanya di sini. Bertahan hidup di wilayah tanpa hukum pasca kiamat dengan kemajuan teknologi super canggih juga masuk sebagai kategori Sci-Fi Western. 

Westworld (1973) merupakan salah satu film Sci-Fi Western terbaik. Sementara Mad Max (1979) memadukannya dengan elemen dystopia yang menjadikan masa depan terlihat begitu mencekam.


6. Comedy Western

Blazing Saddles (dok. Warner Bros. Pictures/Blazing Saddles)

Siapa sangka subgenre yang kedengarannya lucu dan tidak serius justru paling menantang untuk dibuat. Sudah eksis sejak tahun 1940-an, Comedy Western menjadi wadah sempurna untuk komedi satir yang sarat akan sindiran pedas.

Blazing Saddles (1974) dan Rango (2011) merupakan contoh Comedy Western yang sukses membuat penontonnya terhibur sekaligus menyentil sejumlah isu lewat lelucon segar.


7. Horror Western

Bone Tomahawk (dok. The Fyzz/Bone Tomahawk)

Persis seperti namanya, subgenre ini menggabungkan elemen tak kasat mata dengan padang pasir yang terisolasi. Terornya pun menjadi berkali-kali lipat lebih mencekam mengingat datang tidak hanya dari manusia dengan senjata melainkan sosok supranatural seperti hantu dan monster.

Horror Western sudah ada sejak awal tahun 1960-an yang ditandai dengan Curse of the Undead (1959) dan Billy the Kid. vs Dracula (1966). Sementara untuk versi modernnya ada Bone Tomahawk (2015) dan The Wind (2018).

Sekarang kita sudah tahu kalau film Western bukan sekedar duel maut antara koboi dan suku asli Amerika yang liar. Dari subgenre di atas, kamu mau icip yang mana dulu nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team