Amanda Puspita (instagram.com/jkt48.amanda.s)
Di awal masa trainee, Amanda mengaku sulit bersosialisasi, tidak bisa membuka diri dan membaur karena tidak pandai memulai obrolan. Ia tidak bisa beradaptasi dan merasa tidak cocok di JKT48. Akhirnya, Amanda memberanikan diri untuk terbuka dengan generasi 10 dan akhirnya timbul perasaan semangat untuk datang ke teater karena bisa bertemu dengan teman-teman maupun senior.
Lyn banyak membantu Amanda meningkatkan rasa percaya diri hingga tak lagi merasa insecure, lalu ada Lia yang selalu mengapresiasi setiap pencapaian kecil Amanda. Sosok Ella membuat Amanda belajar bersyukur dan melihat dunia dengan pandangan positif meski terkadang terasa tak adil. Si bungsu Raisha selalu menjadi pendengar setia Amanda saat butuh menumpahkan segala perasaan.
Amanda berterima kasih kepada Daisy dan Danella yang telah menemaninya di JKT48, kehadiran keduanya membuat Amanda merasa lebih hangat karena ada saudara satu kota yang berjuang bersama di perantauan. Amanda menaruh harapan besar kepada member kembar tersebut untuk bersinar terang di waktu yang tepat. Terakhir, Amanda juga mengucapkan terima kasih kepada Tana Nona, member generasi 1 JKT48 Virtual dan meminta fans memberikan cinta yang sama kepada sahabat virtualnya tersebut.