Still cut serial Luka, Makan, Cinta (dok. Netflix/Luka, Makan, Cinta)
Ketika ditanya lebih jauh soal Luka, Makan, Cinta, Teddy menjelaskan bahwa sebenarnya skrip serial ini dibuat untuk menjadi sebuah film. Namun, hal itu berubah setelah Teddy menonton serial Emily in Paris dan tertarik mengembangkan ceritanya menjadi serial.
"Sebenarnya, Luka, Makan, Cinta awalnya saya nulis sebagai sebuah film, sebagai feature script. Cuma ketika pandemi kan semuanya stop. Saat pandemi tuh saya sempat nonton Emily in Paris. Saya melihat, story long form seperti ini kayaknya menarik gitu, ya," ungkapnya kepada IDN Times, saat sesi roundtable usai press conference "Next on Netflix Indonesia 2026" di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Setelah formatnya diubah menjadi serial, Teddy menilai kalau cerita Luka, Makan, Cinta menjadi jauh lebih menarik daripada versi aslinya. Terlebih lagi, ia juga bisa semakin mendalami cerita dalam skrip tersebut.
"Ketika saya stretch menjadi 8 episode, ceritanya jauh lebih menarik, jauh lebih bisa diperdalam per episodenya. Setelah saya bedah seperti itu, lebih menarik dibanding ketika itu skrip film," tambahnya.