Avril Lavigne (instagram.com/avrillavigne)
Teori konspirasi tentang Avril Lavigne berawal pada 2011 saat seseorang dari Brasil mengunggah blog berjudul “Avril Está Morta," atau “Avril Is Dead." Halaman blog yang didedikasikan untuk penyanyi pop punk itu menyebut bahwa Avril Lavigne meninggal dunia pada 2003 dan digantikan oleh seorang doppelganger bernama Melissa Vandella.
Teori tersebut mengungkapkan bahwa Avril mengalami tekanan karena ketenarannya, ditambah dengan kematian sang kakek yang membuatnya depresi berat hingga bunuh diri. Hal itu dipercaya terjadi setelah ia merilis album debutnya pada 2002.
Setelah itu, seseorang bernama Melissa yang mirip dengan Avril kemudian disewa untuk mengalihkan perhatian paparazzi dari kematian Avril yang asli. Diduga bahwa Avril dan Melissa sempat berteman. Sebelum penyanyi pop punk itu meninggal, Melissa sempat diajari cara bernyanyi dan tampil seperti musisi. Setelah kematian Avril, label rekamannya berusaha menutupi berita tersebut dan menggantikan sosok Avril Lavigne yang asli dengan Melissa Vandella.
Banyak bukti yang mendukung teori tersebut, mulai dari hilangnya tahi lalat dan noda kulit lainnya di gambar Avril Lavigne dari waktu ke waktu, hingga pemotretan promosi di mana ia memiliki nama "Melissa" yang tertulis di tangannya. Namun, teori konspirasi legendaris itu dibantah langsung oleh Avril Lavigne pada November 2017 dalam sebuah Q&A melalui live streaming Facebook.
Pelantun “Sk8er Boi” itu menyatakan bahwa ia tidak meninggal dan masih ada di dunia ini. Ia melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan bahwa teori tersebut muncul karena orang-orang hanya bosan dan butuh sesuatu untuk dibicarakan.