Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Terlalu Frontal, Adegan Jilat Leher Dipotong dari Film The Bride!
The Bride! (dok. Warner Bros. Pictures/The Bride!)

Film gothic sci-fi terbaru garapan Maggie Gyllenhaal, The Bride! (2026), sedang ramai diperbincangkan di Hollywood. Sorotannya bukan menuju ke arah deretan aktor papan atas seperti Christian Bale dan Jessie Buckley, melainkan karena hasil test screening yang mengejutkan.

Sutradara yang sebelumnya sukses lewat debut film The Lost Daughter (2021) ini memang ingin menghadirkan reinterpretasi kisah klasik Frankenstein dengan nuansa lebih gelap, brutal, dan penuh ketegangan. Sayangnya, beberapa adegan di film ini justru dianggap terlalu vulgar hingga membuat pihak studio, Warner Bros., ikut turun tangan.

1. Maggie Gyllenhaal sempat gelar screening test untuk film The Bride!

The Bride! (dok. Warner Bros. Pictures/The Bride!)

Menurut laporan dari pemutaran uji coba rahasia, suasana di dalam bioskop terasa cukup tegang. Salah satu hal yang memicu reaksi keras dari penonton adalah penggambaran kekerasan seksual yang dinilai terlalu eksplisit. Gyllenhaal mengakui bahwa filmnya telah melalui beberapa tahap test screening.

"Ada kekerasan seksual. Ada kekerasan. Karena ini film studio besar, kami mengujinya berulang kali," ujarnya dalam The Interview, A Podcast From The New York Times, seperti dikutip Variety pada Selasa (3/3/2026).

Banyak penonton menganggap beberapa adegan terlalu frontal dan sulit ditonton. Gyllenhaal sendiri mengakui bahwa reaksi awal penonton memang cukup keras.

"Kami mengadakan pemutaran besar-besaran di mal, di mana orang-orang datang untuk menontonnya, yang belum pernah saya alami sebelumnya sebagai aktris atau sutradara. Sangat menarik," tambahnya.

2. Akui dapat banyak feedback, beberapa tentang kekerasan seksual

The Bride! (dok. Warner Bros. Pictures/The Bride!)

Tak ayal, kakak dari Jake Gyllenhaal ini menerima banyak masukan dari penonton, terutama terkait adegan kekerasan dalam filmnya. Menurutnya, salah satu pertanyaan yang muncul dari penonton adalah apakah kekerasan yang ditampilkan dalam film tersebut terlalu brutal.

"Saya membicarakannya dengan teman perempuan saya, yang berkata, dan dia tidak bermaksud meremehkan, 'Saya bertanya-tanya jika kamu adalah pria yang membuat film ini, apakah kamu akan memiliki respons yang sama?'," jelasnya.

Dalam beberapa pemutaran uji coba, ada pula penonton perempuan yang menyatakan tidak ingin melihat adegan pemerkosaan di layar.

"Saya (juga) ingin berbicara tentang kekerasan seksual, karena itu adalah hal lain yang dikritik dari saya... dalam pemutaran uji coba. Ada beberapa perempuan yang mengatakan, 'Saya tidak ingin melihat seorang perempuan diperkosa.' Dan saya pikir, saya juga tidak ingin melihat itu," aku Maggie.

Gyllenhaal memahami reaksi tersebut. Meski begitu, ia menjelaskan bahwa tujuan adegan tersebut adalah untuk menunjukkan realitas yang sering terjadi terhadap perempuan.

"Bahkan saat saya mengedit film ini, ada begitu banyak kebrutalan mengerikan terhadap perempuan. Jadi jika kita mau melihatnya, kita harus melihatnya dengan cara yang sangat sulit untuk ditonton, karena itu sangat mengerikan," imbuhnya.

3. Saking vulgarnya, Warner Bros. memutuskan untuk 'memotong' The Bride!

The Bride! (dok. Warner Bros. Pictures/The Bride!)

Pada akhirnya, Warner Bros. meminta Gyllenhaal mengurangi beberapa adegan yang dianggap terlalu berlebihan selama proses uji coba. Gyllenhaal sendiri mengatakan bahwa ia bekerja cukup dekat dengan eksekutif studio seperti Pam Abdy dan Mike De Luca untuk menyempurnakan film tersebut.

"Ada kalanya dia (Pam) berkata: 'Maggie, kamu tidak bisa memasukkan adegan Frankenstein menjilat muntahan dari leher Sang Pengantin. Itu terlalu berlebihan. Kamu tidak bisa memasukkannya.' Tapi dia mengerti mengapa saya menginginkan adegan tersebut (dalam The Bride!)," ungkapnya.

Film The Bride! sendiri mengambil latar Chicago tahun 1930-an. Ceritanya mengikuti monster Frankenstein yang meminta Dr. Euphronius menciptakan pasangan untuknya. Dari eksperimen itu lahirlah seorang perempuan yang kemudian dikenal sebagai "Sang Pengantin," tetapi keberadaannya justru memicu kekacauan besar.

Selain Buckley dan Bale, film ini juga dibintangi Peter Sarsgaard, Annette Bening, Jake Gyllenhaal, dan Penélope Cruz. The Bride! dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Maret 2026.

Editorial Team