Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Hal yang Mungkin Terjadi jika Upin dan Ipin Pindah ke Indonesia
karakter serial Upin & Ipin (dok. Les' Copaque Production)
  • Artikel membayangkan skenario lucu jika karakter Upin dan Ipin pindah menetap ke Indonesia, mulai dari perbedaan bahasa hingga adaptasi budaya lokal.
  • Mail diprediksi sukses jadi juragan UMKM dengan menjual berbagai makanan khas Indonesia, sementara Susanti berperan sebagai pemandu wisata bagi teman-temannya.
  • Jarjit cocok tampil di acara TV Indonesia, Upin-Ipin menyesuaikan diri di sekolah baru, dan mitos Nenek Kebayan berganti dengan kisah horor lokal seperti Wewe Gombel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serial Upin dan Ipin sudah menemani kita dari zaman TV tabung sampai streaming di HP. Saking seringnya tayang, kita jadi hafal banget sama jalanan Kampung Durian Runtuh, menu di kedai Uncle Muthu sampai cerita-cerita warga di sana. Namun, pernah kepikiran, gak, gimana jadinya jika semua karakter Upin dan Ipin pindah ke Indonesia?

Bukan sekadar liburan, tapi benar-benar menetap di Indonesia. Wah, pasti bakal banyak potensi skenario lucu antara kepribadian berbagai karakter Upin dan Ipin dengan kondisi di Indonesia yang asing buat mereka. Berikut enam hal yang mungkin terjadi.

1. Gegar budaya bahasa

potret teman Upin dan Ipin bermain (dok. Les’ Copaque Production)

Hal pertama yang bakal bikin Upin Ipin pening bukan pelajaran sekolah, tapi bahasa sehari-hari. Meski serumpun, bedanya jauh banget. Apalagi kalau mereka pindah ke perkampungan sekitar Jakarta. Bayangkan Upin bilang, "Upin nak naik kereta!" pasti diajak ke stasiun, padahal maksud dia mau naik mobil. Terus pas Ipin bilang "pusing", alias berputar saat main gasing, anak-anak di sini bakal menyodorkan obat sakit kepala karena dikira dia lagi migrain. Belum lagi tantangan bahasa gaul. Mereka harus beradaptasi dari logat Melayu yang baku ke bahasa tongkrongan yang penuh singkatan kayak mager, gercep atau bahasa anak Jaksel yang campur aduk which is, literally, jujurly.

2. Mail jadi juragan UMKM

potret Mail (dok. Les’ Copaque Production)

Indonesia adalah surganya produk UMKM, gak terkecuali makanan. Hal ini pasti bakal dilihat Mail untuk ladang cuan pas pindah ke Indonesia. Mail bisa mengeksplor jauh lebih banyak menu jualan dibandingkan dengan di Kampung Durian Runtuh.

Gak cuma ayam bakar doang, Mail kini bakal jualan ayam geprek berbagai level, ayam gembus sampai ayam penyet. Dia juga kemungkinan akan membuka gerai seblak prasmanan yang laku di mana-mana. Es teh jumbo juga gak mungkin ketinggalan.

Buat camilan, Mail pasti melirik serba-serbi berbahan aci, mulai dari bakso aci, cilok, cilor, cimol dan masih banyak lagi. Satu bahan doang, tapi bisa bikin cuan seabrek. Makanan pedas kayak makaroni ngehek sampai mi lidi kemungkinan dijual juga sama Mail.

3. Susanti bakal jadi pemandu wisata dan budaya

potret Susanti (dok. Les’ Copaque Production)

Di Kampung Durian runtuh, Susanti jadi pendatang yang sering bingung. Namun, pernah kepikiran, gak, kalau teman Upin dan Ipin pindah ke Indonesia, semuanya terbalik. Kini, Susanti yang bakal diandalkan sama teman-temannya. Upin dan Ipin pasti bakal minta Susanti buat jadi pemandu wisata ke berbagai tempat. Susanti juga bakal mengajari Upin dan Ipin berbagai acara seru kayak perayaan 17 Agustus yang penuh lomba. Hayo, siapa kira-kira di antara karakter Upin dan Ipin yang bakal juara lomba balap karung, makan kerupuk sampai memasukkan paku ke botol?

4. Jarjit Singh bakal mengisi acara TV

potret Jarjit (dok. Les’ Copaque Production)

Di Indonesia, kalau ada orang kocak dan unik, pasti gampang viral. Apalagi kalau jago pantun kayak Jarjit Singh. Dia pasti bakal digandeng stasiun TV buat bantu ramaikan acara kuis sampai talk show. Reaksi berlebihan Jarjit pas ketawa cocok dengan gimik lawakan TV di Indonesia. Belum lagi karakternya yang kocak, tapi agak polos. Pokoknya, kepribadian Jarjit benar-benar standar acara TV Indonesia.

5. Dari Tadika Mesra ke PAUD atau TK

potret Tadika Mesra (dok. Les’ Copaque Production)

Saat pindah ke Indonesia, Upin dan Ipin pasti cari sekolah baru. Opah dan Kak Ros bakal pusing sama sistem Penerimaan Peserta Didik Baru jalur zonasi di TK atau PAUD terdekat. Begitu juga teman-temannya yang lain. Upin dan Ipin bakal mengganti seragam Tadika Mesra berwarna merah muda dengan seragam biru. Selain itu, mereka kemungkinan harus membeli batik dan seragam Pramuka juga. Budaya jajan di depan gerbang sekolah mungkin bakal dirasakan juga sama Upin dan Ipin. Kebayang, gak, mereka makan telur gulung sampai cilok kayak kita dulu?

6. Mitos Nenek Kebayan berganti jadi Wewe Gombel

potret Nenek Kebayan (dok. Les’ Copaque Production)

Nenek Kebayan menjadi salah satu mitos di Kampung Durian Runtuh yang ikonik. Biasanya cerita horor dijadikan cara untuk mendisiplinkan anak-anak. Nah, kalau Upin dan Ipin pindah ke Indonesia, cerita horornya bakal beda. Opah mungkin bakal curi-curi dengar dari tetangga soal Wewe Gombel yang suka menculik anak kecil kalau main terus sampai sore. Belum lagi dengan berbagai pamali yang gak boleh dilawan pantangannya. Mitos-mitos mencekam ini bakal jadi cerita seru di Upin dan Ipin kalau digarap kayak cerita Nenek Kebayan.

Kira-kira, begitulah enam skenario yang mungkin terjadi kalau karakter Upin dan Ipin pindah ke Indonesia. Kebayang, kan, cerita mereka pasti bakal lebih lucu lagi. Menurut kamu, selain tujuh hal di atas, skenario apalagi yang mungkin terjadi jika Upin dan Ipin pindah ke Indonesia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team