Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PENTING! Cara Menyelamatkan Diri Dari Serangan 8 Binatang Buas
National Geographic Kids

Di alam liar seperti hutan dan perairan merupakan tempat asli berbagai spesies binatang liar yang hidup secara berdampingan. Kebanyakan dari mereka hidup berkelompok menurut jenis dan wilayah tertentu atau lebih dikenal dengan istilah habitat.

Terkadang, kehadiran manusia yang masuk ke dalam habitatnya membuat mereka merasa terusik. Banyak dari binatang-binatang tersebut memilih untuk menjauh ketika melihat kehadiran manusia. Namun ada juga yang memilih menyerang karena dirinya merasa terancam.

Dua orang penjelajah berpengalaman, di antaranya Levison wood yang telah mengekspedisi lebih dari 100 negara di berbagai benua berbahaya seperti Sungai Nil dan Himalaya, mengatakan bahwa ada delapan jenis binatang yang sering menyerang manusia.

Dari kedelapan binatang itu, ada beberapa trik agar lolos dari serangan binatang buas tersebut. Berikut ini adalah paparannya Levison Wood dan Jana Chan.

8. Buaya.

National Geographic Kids

Hewan yang bisa hidup di dua alam ini memang terdengar sering menyerang manusia di banyak negara. Namun dari sekian banyak jenisnya, buaya Sungai Nil yang paling mematikan dan ditakuti. Buaya Sungai Nil tercatat telah menewaskan lebih dari ratusan orang setiap tahunnya.

Wood mengatakan suatu kali ia pernah dikepung oleh banyak buaya. Ia pun kemudian berjalan lurus dengan berteriak sekeras-kerasnya sehingga membuat buaya-buaya itu ketakutan dan lari ke dalam air.

7. Kuda Nil.

Mirror

Mungkin kamu tidak tahu bahwa primata asli Sungai Nil ini beringas. Kuda Nil, dijelaskan oleh Wood, merupakan hewan paling mematikan kedua di Sungai Nil. Oleh karena itu, berhati-hatilah jika kamu masuk ke dalam Sungai Nil. Karena jika di dalam sungai tersebut ada bayi atau anak mereka, induknya yang berukuran raksasa akan siap mengejar dan membunuhmu.

Levison juga menambahkan bahwa larinya Kuda Nil sangatlah cepat seperti kuda biasa. Jika hal itu terjadi, segeralah menyelamatkan diri dengan memanjat pohon. Di habitat aslinya, Kuda Nil sering terlihat bertarung dengan Buaya Nil. Kebanyakan hasilnya dimenangkan oleh Kuda Nil.

6. Badak.

Rhinos.org

Binatang ini akan menyerang manusia dengan cara menyerudukkan tanduknya yang tajam. Untuk menghindari amukan dari badak, Jana Chan menyarankan supaya bersembunyi di balik pohon atau semak belukar karena binatang ini memiliki penglihatan yang sangat buruk.

5. Gorila.

The New York Times

Gorila memiliki kekuatan yang sangat kuat dan dapat meremas-remas tubuh manusia. Wood pernah bertatapan langsung dengan sekelompok Gorila ketika mendaki gunung. Namun ia memutuskan untuk tidak melarikan diri. Karena ia tahu walaupun lari, Gorila tersebut pasti dapat menangkapnya dengan mudah. Karena berlari Gorila cepat.

Yang pertama ia lakukan adalah Wood memperhatikan gaya bicara Gorila tersebut yang memukul-mukul dadanya, kemudian Wood pun menirukan gaya tersebut hingga akhirnya Gorila-Gorila itu berlalu.

4. Hiu.

YouTube/ HowToBasic

Hiu merupakan hewan predator yang paling mematikan di lautan. Para ahli mengatakan jika seseorang berhadapan dengan Hiu, sebaiknya jangan panik. Cobalah sedikit mundur secara perlahan-lahan dengan menjangkau apapun jenis benda atau senjata. Namun, jika Hiu tersebut menyerang cobalah untuk meninju bagian hidung Hiu atau mencakar wajahnya.

3. Singa.

National Geographic Kids

Singa merupakan binatang yang paling malas dan dapat menghabiskan waktunya hingga 20 jam sehari untuk tidur. Tapi ketika mereka merasa lapar, Singa merupakan pemburu ulung yang dapat berlari cepat saat mengejar mangsanya. Tercatat lebih dari 250 orang meninggal dalam setahun akibat diserang Singa, ungkap Wood.

Wood mengatakan jika seekor singa mengejarmu, maka janganlah lari karena hal itu akan sia-sia. Caranya adalah tetaplah tenang dan buatlah keributan dengan mengeluarkan suara-suara, serta buat diri kamu terlihat besar dan kuat di hadapan singa itu.

2. Kalajengking.

National Geographic Kids

Ada lebih dari 2000 macam jenis kalajengking di dunia dan semuanya itu beracun. Namun tingkat dari racun tiap-tiap jenis kalajengking tentulah berbeda. Jana Chan pernah mengalami peristiwa disengat oleh seekor kalajengking ketika berada di taman safari Nambia.

Saat itu Jana Chan merasakan sengatan yang sangat perih. Ia yakin sengatan itu bukan berasal dari seekor nyamuk. Lalu teman-temannya mengatakan itu adalah sengatan kalajengking. Lalu mereka berusaha untuk mencari kalajengking yang menyengat Jana tersebut untuk mengetahui tingkat racunnya.

Jika kalajengking yang menyengat Jana Chan berwarna kuning, maka racunnya tidak terlalu berbahaya. Namun jika berwarna hitam, maka efeknya racunnya sangat mematikan dan mereka pun menemukan kalajengking yang menyengat Jana adalah berwarna kuning.

Tidak ada cara khusus untuk menghindari serangan kalajengking. Karena binatang tersebut kecil dan sulit diketahui keberadaannya. Jana Chan memperingatkan agar lebih waspada jika bepergian ke daerah yang banyak terdapat kalajengking. Biasanya kalajengking sering bersembunyi di tempat-tempat bebatuan serta tumpukan kayu.

8. Ular.

National Geographic Kids

Sama halnya dengan kalajengking, keberadaan dari ular sulit dideteksi. Terkadang kamu baru menyadari ada seekor ular jika sudah menggigitmu. Wood menyarankan agar membuat suara-suara jika memasuki hutan belantar. Karena ular sangat tidak suka kebisingan sehingga mereka bisa menjauh.

Wood juga sangat menganjurkan untuk memakai celana panjang jika memasuki area yang terdapat banyak ular. Karena pengalamannya yang pernah digigit oleh ular, memperlihatkan kain dari celananya membuat ular sulit menyuntikkan bisa ke dalam kulit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article