Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Justin Bieber dan Zara Larsson
Justin Bieber (instagram.com/lilbieber) | Zara Larsson (intagram.com/zaralarsson)

Intinya sih...

  • 'Closer' – The Chainsmokers feat. Halsey: Lagu ini kembali relevan di 2026 sebagai soundtrack refleksi generasi yang sudah melewati banyak fase hidup.

  • 'Love on the Brain' – Rihanna: Di tengah tren musik yang semakin terbuka soal luka batin dan kesehatan mental, lagu ini terdengar sangat selaras.

  • 'One Dance' – Drake feat. Wizkid & Kyla: Lagu ini kembali populer di 2026 sebagai pelarian dari rutinitas yang melelahkan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Begitu 2025 berakhir, ada pergeseran suasana yang terasa hampir instan. Tiba-tiba, ingatan kembali ke tahun 2016 yang penuh era dance challenge sederhana, pop yang catchy, dan masa ketika hidup terasa sedikit lebih ringan. Nostalgia ini bukan sekadar tren visual, tapi juga terdengar jelas lewat musik.

Lagu-lagu pop dari 2016 kembali bermunculan di timeline. Generasi yang dulu remaja kini sudah dewasa, sementara generasi baru menemukan lagu-lagu ini untuk pertama kalinya. Menariknya, banyak dari lagu tersebut justru terasa lebih kena di 2026. Berikut tujuh lagu tahun 2016 yang viral lagi di 2026, membuktikan bahwa musik punya cara unik untuk hidup kembali.

1. 'Closer' – The Chainsmokers feat. Halsey

Di tahun 2016, 'Closer' adalah lagu yang nyaris mustahil dihindari. Lagu ini diputar di mana-mana, dari pesta rumah sampai radio mobil, dan menjadi simbol hubungan yang rumit tapi relatable. Sepuluh tahun kemudian, liriknya tentang mantan, penyesalan, dan nostalgia yang justru terasa lebih dewasa bagi pendengarnya.

Di 2026, 'Closer' sering disebut sebagai soundtrack refleksi generasi yang sudah melewati banyak fase hidup. Bukan lagi soal cinta pertama, tapi tentang hubungan yang gagal tapi membentuk siapa mereka sekarang. Itulah yang membuat lagu ini kembali relevan karena emosinya tumbuh bersama pendengarnya.

2. 'Love on the Brain' – Rihanna

Lagu Love on the Brain (https://open.spotify.com/artist/5pKCCKE2ajJHZ9KAiaK11H)

Berbeda dari pop ceria lainnya di era itu, 'Love on the Brain' selalu terasa emosional. Lagu ini menunjukkan sisi Rihanna yang rapuh, penuh cinta yang menyakitkan tapi jujur. Tak heran jika di 2026, lagu ini kembali masuk chart global.

Pendengar masa kini tampaknya lebih siap menerima emosi seberat ini. Di tengah tren musik yang semakin terbuka soal luka batin dan kesehatan mental, 'Love on the Brain' terdengar sangat selaras. Lagu ini bukan sekadar nostalgia, tapi pengingat bahwa cinta memang tak selalu indah.

3. 'One Dance' – Drake feat. Wizkid & Kyla

'One Dance' dulu adalah anthem musim panas yang tak tergantikan. Beat-nya simpel, ritmenya adiktif, dan langsung mengajak siapa pun untuk bergerak. Di 2026, lagu ini kembali populer sebagai pelarian dari rutinitas yang melelahkan.

Yang membuat 'One Dance' bertahan adalah kemampuannya menembus waktu dan suasana. Lagu ini cocok diputar di pesta kecil, perjalanan malam, atau sekadar menemani scroll media sosial. Rasanya tetap segar, seolah dunia memang butuh lagu santai seperti ini lagi.

4. 'Lush Life' – Zara Larsson

Lagu Lush Life dari Zara Larsson (https://open.spotify.com/artist/1Xylc3o4UrD53lo9CvFvVg)

Kebangkitan 'Lush Life' di akhir 2025 menjadi pemicu gelombang nostalgia tahun 2016. Dance challenge di internet membuat lagu ini viral lagi, bahkan Zara Larsson sendiri membawanya ke panggung konser dengan versi baru. Hasilnya, streaming di 2026 justru melampaui masa rilis awalnya.

Pesan hidup bebas dan menikmati momen kecil terasa sangat relevan di era pasca-krisis. Banyak orang merasa lelah dengan tekanan hidup, dan 'Lush Life' hadir sebagai pengingat untuk bernapas dan bersenang-senang. Tak heran jika banyak yang berkata, "2026 terasa seperti 2016 lagi.”

5. 'Sorry' – Justin Bieber

Lagu Sorry dari Justin Bieber (https://open.spotify.com/artist/1uNFoZAHBGtllmzznpCI3s)

'Sorry' adalah salah satu lagu pop paling ikonik dari era comeback Justin Bieber. Dengan beat tropis dan lirik permintaan maaf yang sederhana, lagu ini dulu mudah diterima semua kalangan. Di 2026, lagu ini kembali naik daun, kali ini dengan makna yang lebih reflektif.

Kini, 'Sorry' sering diputar sebagai simbol kedewasaan emosional. Banyak pendengar melihatnya bukan lagi sebagai lagu pop ringan, tapi pengakuan atas kesalahan dan proses bertumbuh. Lagu ini membuktikan bahwa pop sederhana pun bisa bertahan lama.

6. 'We Don’t Talk Anymore' – Charlie Puth feat. Selena Gomez

Di tahun 2016, 'We Don’t Talk Anymore' menjadi lagu perpisahan yang terasa sangat personal. Kolaborasi Charlie Puth dan Selena Gomez ini menggambarkan jarak emosional setelah hubungan berakhir, tanpa drama berlebihan. Melodinya sederhana, tapi justru itu yang membuat lagunya mudah melekat.

Memasuki 2026, lagu ini kembali relevan karena pendengarnya kini berada di fase hidup yang lebih dewasa. 'We Don’t Talk Anymore' kini sering digunakan di media sosial untuk menandai nostalgia dan penerimaan. Lagu ini membuktikan bahwa kesedihan yang tenang justru bisa bertahan paling lama.

7. 'Lean On' – Major Lazer & DJ Snake feat. MØ

lagu Lean On (https://open.spotify.com/artist/738wLrAtLtCtFOLvQBXOXp)

Sebagai penutup, 'Lean On' adalah lagu yang hampir selalu muncul setiap kali nostalgia 2016 dibahas. Lagu ini dulu menyatukan EDM, pop, dan sentuhan global yang terasa baru. Di 2026, pesan tentang saling bergantung dan bertahan bersama terasa semakin relevan.

Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, 'Lean On' kembali menemukan maknanya. Lagu ini bukan hanya untuk berdansa, tapi juga tentang koneksi manusia. Mungkin itulah alasan mengapa lagu ini terus kembali, setiap kali orang butuh rasa kebersamaan.

Kembalinya lagu tahun 2016 di 2026, membuktikan bahwa musik tidak pernah benar-benar usang. Lagu-lagu ini tumbuh bersama pendengarnya dan mendapatkan makna baru seiring waktu dan pengalaman hidup. Dari ketujuh lagu ini, mana yang paling membuat kamu merasa “ini gue banget” di 2026?

FAQ seputar lagu 2016 yang kembali viral 2026

Mengapa lagu-lagu dari tahun 2016 kembali populer di tahun 2026?

Tren ini dipicu oleh siklus nostalgia 10 tahunan yang melanda media sosial. Pengguna TikTok dan Instagram (terutama Gen Z dan Milenial) menggunakan lagu-lagu ini sebagai latar musik untuk konten "throwback" atau memori masa sekolah/kuliah mereka.

Lagu Indonesia apa dari tahun 2016 yang viral lagi?

Lagu-lagu dari Tulus seperti "Pamit" dan lagu "Pelangi" dari HiVi! kembali viral. Banyak pengguna menggunakan lagu-lagu ini untuk menunjukkan estetika gaya hidup di tahun 2016 yang kini dianggap sebagai masa yang lebih "simpel".

Lagu K-Pop tahun 2016 apa yang paling banyak dibicarakan kembali?

Lagu debut BLACKPINK seperti "Boombayah" dan "Whistle", serta lagu "Cheer Up" dari TWICE kembali menjadi bahan perbincangan karena dianggap sebagai masa keemasan K-Pop generasi ketiga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team