Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
im3-1.jpg
Salah satu scene video kampanye "SATSPAM" dari IM3 (Instagram/indosatim3)

Intinya sih...

  • Apos Ketahuan Modus Baru: Pola Penipuan yang Kini Makin Sulit Dikenali

  • Penipuan modern menggunakan kesan profesional untuk menurunkan kewaspadaan korban.

  • Istilah teknis digunakan untuk membuat cerita terlihat ‘nyata’ dan menciptakan rasa mendesak pada korban.

  • Apos memainkan waktu sebagai tekanan, berganti peran saat identitasnya dipertanyakan, dan video ini merupakan bagian serial SATSPAM dari IM3.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Apos Hutagaol, komika yang dikenal lewat karakter-karakter satir seperti preman, ormas gadungan, hingga tokoh urban sarkastik, kembali muncul dengan peran yang sangat meyakinkan. Lewat gayanya yang rapi dan penuh percaya diri, ia tampil dalam video terbaru sebagai sosok yang mengaku sedang 'bertugas', lengkap dengan daftar nomor dan penjelasan teknis yang terdengar resmi.

Banyak orang langsung merasa relate, karena gaya seperti ini sangat mirip dengan modus penipuan yang sering muncul melalui telepon atau SMS: sopan, formal, dan terdengar seolah berasal dari lembaga kredibel. Dari tingkah Apos, ada beberapa pola penipuan modern yang penting untuk diwaspadai:

1. Kesan profesional untuk menurunkan kewaspadaan

ilustrasi penipuan (pexels.com/Cup of Couple)

Apos memulai pendekatannya dengan identitas yang tampak resmi. Ia mengaku sedang menjalankan tugas lapangan, menunjukkan daftar nomor, dan berbicara seperti seseorang yang sedang mengurus data pengguna. Strategi ini sering digunakan pelaku penipuan: membangun kredibilitas sejak detik pertama agar korban tidak mempertanyakan detail penting seperti instansi, tujuan, atau prosedur.

Tampilan yang rapi dan nada bicara formal memang seringkali membuat orang merasa aman, padahal inilah celah yang sering dimanfaatkan penipu.

2. Istilah teknis untuk membuat cerita terlihat ‘nyata’

Ilustrasi penipuan online melalui handphone (Shutterstock/Motortion Films)

Dalam dialognya, Apos menggunakan istilah seperti “validasi data”, “laporan sinkron”, dan “pembaruan informasi”. Bahasa teknis seperti ini sering digunakan penipu untuk membuat cerita mereka terdengar logis dan profesional, padahal justru itulah bagian dari strategi agar korban mengiyakan tanpa berpikir panjang.

3. Rasa mendesak untuk memaksa korban bertindak cepat

Ilustrasi penipuan melalui telepon (Shutterstock/Tero Vesalainen)

Apos juga memainkan waktu sebagai tekanan. Narasinya diarahkan seolah ada data yang harus segera diperbarui atau laporan yang harus segera diproses. Sentuhan urgensi ini adalah kunci modus jaman sekarang, membuat korban merasa harus segera bertindak, sehingga melewatkan proses verifikasi yang sebenarnya sangat penting. Begitu seseorang merasa 'harus cepat-cepat', ruang untuk berpikir jernih langsung merapat.

4. Berubah peran saat identitasnya dipertanyakan

ilustrasi penipuan online (unsplash/sora shimazaki)

Hal lain yang menarik dari Apos adalah kemampuannya berganti posisi dengan cepat. Ketika pendekatan awalnya mulai diragukan, ia mencoba mengubah posisi menjadi pihak yang membutuhkan bantuan. Perubahan peran ini sering digunakan penipu untuk mencari celah baru dan melihat apakah korban masih bisa dibujuk dari sudut emosional.

Meski bentuknya berbeda-beda, tujuannya tetap sama: mengalihkan fokus agar korban tidak menyadari bahwa situasinya sedang dimanipulasi.

5. Aksi Apos ini adalah bagian serial SATSPAM dari IM3

Salah satu scene video kampanye "SATSPAM" dari IM3 (Instagram/indosatim3)

Tingkah Apos bukan sekadar gimmick komedi. Cerita ini memang dirancang untuk memperlihatkan bagaimana pola penipuan modern bekerja, mulai dari membangun kepercayaan, menanamkan urgensi, hingga memanfaatkan kebingungan pengguna.

Video ini merupakan bagian dari digital series SATSPAM dari IM3, yang mengangkat isu keamanan digital dengan cara yang ringan, relevan, dan mudah dipahami. Melalui series ini, IM3 menghadirkan dua lapis perlindungan:

SATSPAM Basic

Aktif otomatis untuk seluruh pengguna IM3 Prabayar dengan paket data aktif. Fungsinya mencakup:

  • memberi tanda pada SMS yang mengandung pola modus,

  • menampilkan peringatan dini,

  • dan menyediakan opsi untuk melaporkan nomor mencurigakan lewat aplikasi myIM3. 

SATSPAM Basic cocok sebagai proteksi awal tanpa butuh aktivasi serta aplikasi tambahan.

SATSPAM+

Versi perlindungan yang lebih lengkap untuk skenario rumit seperti yang diperankan Apos. Manfaatnya meliputi:

  • peringatan real-time untuk panggilan yang terindikasi spam, scam, atau nomor modus,

  • penandaan otomatis pada SMS mencurigakan,

  • call report dengan periode tertentu untuk memantau pola panggilan asing,

  • dan deteksi pola aktivitas mencurigakan di jaringan IM3.

Aktivasinya cukup mudah, hanya dengan membeli paket Freedom Internet di atas Rp50.000, lalu aktifkan SATSPAM+ melalui aplikasi myIM3.

5. Ikuti perjalanan Apos dan informasi SATSPAM selengkapnya

Salah satu scene video kampanye "SATSPAM" dari IM3 (Instagram/indosatim3)

Melalui karakter Apos, digital series SATSPAM menunjukkan bagaimana penipuan digital kini datang dengan pendekatan yang lebih halus dan profesional. IM3 ingin memastikan pengguna tetap aman, tetap tenang, dan tidak mudah terbawa skenario yang sengaja dimanipulasi.

Untuk mengikuti cerita lengkap Apos dan mengetahui lebih banyak tentang SATSPAM, pengguna dapat mengunjungi dan  mengikuti Instagram @indosatim3. Saksikan video selengkapnya di sini ya! (WEB/AD)

Editorial Team